Wakil Rektor IV: Kerja Sama Kuliah Pariwisata Dilanjutkan dengan Riset dan Publikasi

Wakil Rektor IV Unud Prof. Made Suastra (tengah kemeja putih) didampingi Dekan Fak Pariwisata I Made Sendra (kanan) dan Dr. Paul Green (kiri) berfoto bersama peserta kuliah kolaborasi ‘Cultural Tourism in Southeast Asia’, 10 Juli 2017 (Foto Darma Putra)

Rektor Unud yang diwakili WR IV Prof.  I Made Suastra membuka secara resmi acara collaborative course untuk mataka kuliah ‘Cultural Tourism in Southeast Asia’, di Ruang Centre for International Program’ (CIP) kampus Unud Sudirman, Senin, 20 Juli 2017.

Kuliah berlangsung dari 10 Juli sampai 21 Juli ini diisi dengan ceramah dan diskusi di kelas dan tiga kali kuliah lapangan yaitu ke Nusa Dua, Taman Ayun, dan Ubud.

Hadir pada acara pembukan tersebut adalah Dekan Fakultas Pariwisata Drs. I Made Sendra,M.Si., Wakil Dekan I I Ketut Arismayanti, SST.Par.,M.Par.

Kerja Sama Riset dan Publikasi

Wakil Rektor Prof. Made Suastra menyampaikan agar kerja sama bisa dilanjutkan untuk di bidang akademik lainnya.

“Selain kerja sama kolaborasi kuliah, juga perlu dilaksanakan kerja sama riset dan publikasi,” ujar Prof. Made Suastra yang menempuh program master dan doktornya di Melbourne.

Materi kuliah.

Dia menyampaikan bahwa Unud menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di Melbourne, dan sudah berjalan baik.

Kuliah kolaboratif yang dilaksanakan oleh Prodi Magister Kajian Pariwisata ini adalah bagian dari safari kerja sama yang pernah dilaksanakan tim Unud ke Australia beberapa tahun lalu. Selain dengan Faakultas Pariwisata, University of Melbourne juga melaksanakan kuliah bersama dengan Fakultas Ilmu Budaya.

Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Prof. Darma Putra (berdiri) saat memberikan laporan saat pembukaan.

Bali dan Pariwisata Budaya

Dekan Fakultas Pariwisata Made Sendra menyampaikan bahwa Bali khususnya Unud merupakan tempat yang baik untuk belajar pariwisata budaya.

“Selain karena Bali mengembangkan pariwisata budaya tetapi juga kenyataan aktivitas masyarakat Bali sehari-hari dipenuhi dengan aktivitas seni budaya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Pariwisata menyambut baik kerja sama kuliah bersama ini dan berharap bisa berlanjut beberapa tahun ke depan.

Prof. Suastra (kemeja putih) memberikan materi kuliah pada saat pembukaan.

Peserta Kuliah

Ketua Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud sekaligus panitia kuliah kolaborasi Prof. I Nyoman Darma Putra dalam laporannya menyampaikan bahwa kuliah ini diikuti 16 mahasiswa dari Melbourne dan 5 mahasiswa dari Fakultas Pariwisata Unud.

“Program kerja sama ini baru dilaksanakan pertama kali. Baru diumumkan, peminat dari Melbourne cukup banyak, kami senang,” ujar Darma Putra. Bahkan, untuk gelombang berikutnya sudah ada peminat yang cukup banyak untuk membentuk kelas dengan peserta 20 orang.

Selama kuliah di Unud, mahasiswa diberikan materi oleh dosen dari Melbourne yaitu Dr. Paul Green, dan dari Unud yaitu Prof. Wayan Ardika, Dr. AAp Agung Suryawan, dan Prof. I Nyoman Darma Putra.

Pokok bahasan yang disajikan dalam kuliah ini antara lain mengenai heritage tourism, community based tourism, dark tourism, national and global context of tourism, imagining Bali, tourism and material culture, and alternative tourism, touristic futures.

Dr. Paul Green (di ujung) saat memberikan kuliah perdana.

Kunjungan Lapangan

Koordinator program kuliah kolaborasi, Dr. Paul Green dalam sambutannya pada acara pembukaan menyampaikan terima kasih kepada Unud atas kerja sama yang baik untuk terlaksananya kuliah ini.

“Persiapan sampai pelaksanaan berjalan lancar. Semoga kerja sama ini bisa berlanjut. Minat mahasiswa untuk kuliah pariwisata cukup besar,” katanya.

Paul menjelaskan bahwa selain kuliah di kampus, mahasiswa diajak untuk mengadakan kunjungan lapangan dan berdiskusi mengenai objek yang dikunjungi di ITDC/BTDC Nusa Dua, Pura Taman Ayun UNESCO Wrold Heritage, dan ke Ubud.

Gembira memulai kuliah.

Pemutaran Video

Acara pembukaan diisi dengan pemutaran video ‘Done Bali’ yang dibuat oleh Kerry Negara tahun 1993, tentang pandangan sarjana Bali dan orang asing tentang pariwisata budaya, materi yang relevan dengan mata kuliah ‘Cultural Tourism’.

Semalam sebelum pembukaan, panitia melaksanakan ‘welcome Dinner’ di sebuah restoran di Sanur.

Welcome Dinner di Sanur

Makan malam sehari sebelum mulai kuliah.

Acara makan malam dan pembukaan serta kuliah perdana berlangsung lancar dan memberikan rasa suka-cita pada mahasiswa. Mereka diberikan bahan bacaan kuliah dan juga kaos seragam yang digunakan untuk kunjungan lapangan (dp).