Unggah Kelulusan di FB, Langsung Dipinang jadi Dosen

2015-05-05 21.07.15(1)

Rizal Kurniansah

Kalau diminta menyebutkan siapakah salah satu alumnus Prodi Magister Kajian pariwisata yang berbahagia karena mendapat pekerjaan yang diidamkan dengan cepat setelah lulus ujian, jawabanny adalah Rizal Kurniansah.

Begitu selesai ujian, dia sudah dipinang dan langsung dipercaya sebagai dosen oleh dua lembaga yaitu Akademi Pariwisata (Akpar) Mataram untuk Prodi Perhotelan dan Universitas Mataram untuk Prodi Pariwisata. “Syukurlah, proses penerimaan tidak terlalu sulit,” ujar Rizal.

Rizal dan alumni lainnya mengikuti acara peleasan calon wisudawan di Pascasarjana Unud, Rabu, 1 Juni, untuk kemudian wisuda Unud Sabtu, 4 Juni di Kampus Bukit. Rizal yang pernah menjadi korti saat kuliah di S-2 Kajian Pariwisata Unud merasa bangga karena baru dinyatakan lulus ujian tesis, sudah ada yang melamarnya menjadi dosen.

Rizak menuturkan bahwa tawaran itu muncul menyusul dia meng-upload foto di Facebook pada saat selesai ujian tesis. Sejumlah kawan Fb dan pejabat program studi pariwisata dari dua kampus di Mataram melihat dan langsung menyuruh Rizal untuk membawa lamaran ke kampus mereka.

“Ketika saya membawa lamaran di dua kampus tersebut, saya kira ada tes sebagai tahap penerimaan dosen. Tetapi saya cukup kaget, tanpa mereka melihat lamaran saya, mereka langsung memberikan Mata Kuliah kepada saya untuk langsung mengajar di semester genap ini,” uajr Rizal tersenyum.

Rizal menyampaikan bahwa dia dia mengajar di 5 kelas (3 kelas di Akpar dan 2 kelas di Unram).

Tenaga Dosen masih Diperlukan

Menurut Rizal, mudahnya penerimaan dosen di kampus-kampus tersebut alasanya karena masih sangat minimnya jumlah tenaga pengajar khusunya dosen pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Masyarakat yang berminat untuk berkuliah di kampus pariwisata di NTB semakin bertambah setiap tahunnya,” tuturnya.

Hal tersebut, menurut Rizal, menjadi problematika bagi kampus-kampus pariwisata NTB saat ini, di samping mereka ingin menerima mahasiswa sebanyak-banyak, akan tetapi daya dukung staff pengajarnya masih sangat kurang.

Rizal berharap ke depannya ada mahasiswa-mahasiswa di Kajian Pariwisata UNUD yang ingin berkarir di NTB dalam memenuhi kebutuhan SDM pengajar di NTB, karena peluang untuk terjun di dunia akademisi di NTB masih sangat terbuka sekali.