Tujuh Alumni S-2 Kajian Pariwisata, Hampir Semuanya Sudah Bekerja

Dari kiri ke kanan: Pande Putu Indrayana Tirtayasa, Elizabeth Araujo, Aritiana Kumala Pratiwi, Altri Tiyar, Prof. Darma Putra, Nur Efendi, Saptono Nugroho, dan Nurdin.

Dari kiri ke kanan: Pande Putu Indrayana Tirtayasa, Elizabeth Araujo, Aritiana Kumala Pratiwi, Altri Tiyar, Prof. Darma Putra, Nur Efendi, Saptono Nugroho, dan Nurdin.

Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana menamatkan tujuh sarjana jenjang S-2 dalam periode wisuda Unud Maret 2016.

Mereka dilepas bersama 206 alumni lainnya yang terdiri dari 182 master dan 24 doktor, dalam suatu acara di Pascasarjana Unud, Rabu, 3 Maret 2016. Semuanya mengikuti wisuda di Unud yang digelar di Kampus Bukit Jimbaran, Jumat, 4 Maret 2016.

Pelepasan calon wisudawan itu dilakukan Direktur Pascasarjana Unud, Prof. AA Raka Sudewi didampingi oleh Asisten Direktur (Asdir) I Prof. Made Budiarsa dan Asdir II Prof. Made Sudiana Mahendra. Pelepasan ditandai dengan penyerahan transkrip akademik dan pengalungan tanda alumni.

Pada saat itu, Direktur Prof. Raka Sudewi juga menyerahkan alumni pascasarjana Unud kepada ketua alumni Pascasarjana Unud kepada ketuanya yang dijabat Dr. Cokorda Oka Sukawati, dosen Fakultas Teknik Unud yang pernah menjadi Bupati Gianyar.

Ketujuh alumni tersebut adalah Nurdin (1291061035), Saptono Nugroho (1091061041), Pande Putu Indrayana Tirtayasa (0991061001), Moch Nur Efendi (1391061030), Luh Putu Aritiana Kumala Pratiwi (1391061052), Altri Tiyar Barunawati (1391061004), Elizabeth Barreto Araujo (1391061032). Yang terakhir adalah alumni dari Timor Leste. Alumni lainnya ada yang dari Sulawesi, Jawa Barat, dan Bali sendiri.

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana, Prof. Darma Putra menyampaikan bahwa sebagian besar dari lulusan ini sudah bekerja sebagai dosen di bidang pariwisata, bekerja di perusahaan swasta yang berkaitan dengan usaha hotel dan restoran. “Yang bekerja di hotel, memegang posisi bidang pembinaan SDM,” ujar Darma.

Satu alumni yang berasal dari Jawa Barat sudah mendapat tawaran sebagai dosen di lembaga pendidikan di Jawa Timur. “Dia sedang memikirkan untuk pindah jika memungkinkan. Ini tanda bahwa lulusan kami memang diperlukan pasar kerja,” tutur Darma tersenyum.

Dunia Pendidikan dan Usaha

Darma merasa bangga akan prestasi lulusannya yang kehadirannya dibutuhkan dalam dunia kerja terutama dalam pendidikan kepariwisataan di tingkat perguruan tinggi dan dunia usaha. “Pendidikan dan dunia usaha kepariwisataan memang berkembang pesat di Indonesia,” ujar Darma

Lebih jauh Darma menjelaskan kebijakan pemerintah sekarang menggenjot perkembangan pariwisata Indonesia. Hal ini dilihat dari penetapan target menerima 20 juta turis mancanegara dalam lima tahun ke depan, pemberian bebas visa kunjungan singkat untuk meningkatkan kedatangan turis, meningkatkan biaya promosi, dan membangun sepuluh destinasi wisata baru di Indonesia.

“Destinasi baru ini sering disebutkan dengan istilah New Bali,” tambah Darma.

Kemajuan perkembangan kepariwisataan itu, menurut Darma, jelas memerlukan tenaga kerja dan perencana terampil. “Perguruan tinggi kami berusaha membantu pemerintah di bidang penyediaan tenaga ahli dalam pendidikan dan analisis atau kajian kepariwisataan,”ujar Darma (*).