Tag Archives: Community based tourism

Telah Terbit Buku “Pariwisata Berbasis Masyarakat Model Bali”

cover mokap

Buku sudah terbit, pengganti ongkos cetak Rp 60,000. Yang tertarik silakan menghubungi Sekretariat Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana: Ida Ayu Ari Pradnyani, email: aripradnyani_82@yahoo.co.id atau

Putu Dewi Udayani, email: pdewiudayani@yahoo.com

Telepon (jam kantor) 0361 229079

KUTIPAN PENGANTAR EDITOR:

Semakin banyak masyarakat Bali yang bangkit dan tampil untuk mengelola potensi pariwisata di wilayahnya dengan sistem community based tourism (CBT). Hasilnya mencengangkan.

NEW BOOK [out April] – Recent Developments in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress

Designed cover by Gde Aryantha Soethama, photos Made Artha (front) and Dr. Komang Arba Wirawan (back)

Designed cover by Gde Aryantha Soethama, photos Made Artha (front) and Dr. Komang Arba Wirawan (back)

Content

PREFACE

BALIOLOGY: WHERE TO FROM HERE?

This publication presents a range of contemporary studies in ‘Baliology’ – or Balinese studies – which in recent years has been dominated by tourism-related studies. It is the outcome of an international seminar titled ‘Benteng Terbuka: The Future of Bali Tourism’, organised by the Masters Program in Tourism Studies, Postgraduate Program, Udayana University in June 2014. The seminar was not designed as a purely academic conference but as a gathering of international and national scholars with representatives of the provincial and national governments to discuss the complexities of Balinese tourism and culture in a practical sense.

Segera Terbit: Pariwisata Berbasis Masyarakat Model Bali

Desain sampul Gde Aryantha Soethama, foto Dr. Komang Arba Wirawan.

Desain sampul Gde Aryantha Soethama, foto Dr. Komang Arba Wirawan.

KUTIPAN PENGANTAR EDITOR:

Semakin banyak masyarakat Bali yang bangkit dan tampil untuk mengelola potensi pariwisata di wilayahnya dengan sistem community based tourism (CBT). Hasilnya mencengangkan.

Data tahun 2015 menunjukkan ada desa yang bisa meraup pendapatan bersih sampai Rp 5 milyar, ada yang bahkan dapat menangguk sampai Rp 41,4 milyar per tahun. Kebangkitan masyarakat Bali mengelola pariwisata di desanya ditandai setidak-tidaknya dua ciri berikut.

Model “Community Based Tourism” perlu Terus Disempurnakan

Prof. Dr. KG Bendesa memberikan komentar selaku pembahas dalam seminar (Foto Darma Putra)

Prof. Dr. KG Bendesa memberikan komentar selaku pembahas dalam seminar (Foto Darma Putra)

Diperlukan berbagai bentuk model pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism atau CBT) untuk mengembangkan potensi-potensi yang berbeda di Bali. Model-model yang ada perlu terus disempurnakan.

Demikian disampaikan Prof. KG Bendesa selaku pembahas dalam seminar bertema “Empat Model Community Based Tourism di Bali” yang dilaksanakan Prodi S-2 Kajian Pariwisata dan Konsorsium Riset Pariwisata Unud, Senin, 30 November, di Gedung Pascasarjana Unud Denpasar. Seminar diikuti sekitar 125 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan umum.

Seminar Model Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Bali

Seminar CBT_Banner Facebook

Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud bekerja sama dengan Konsorsium Riset Pariwisata Unud akan menggelar seminar membahas model-model pembangunan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) di Aula Pascasarjana Kampus Unud Sudirman, Senin, 30 November, pk. 15-17.30. Seminar terbuka untuk umum dan gratis.

Menurut Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata, Prof. I Nyoman Darma Putra, seminar ini bertujuan untuk merangkum model-model community based tourism (CBT) yang berkembang di Bali. “Ada beberapa desa yang berhasil mengembangkan potensi daerahnya menjadi daya Tarik wisata yang menguntungkan, saatnya kita mengambil pelajaran atau meneladaninya,” kata Darma Putra.