Surat dari Prancis: Unud Antusias Teruskan Kerja Sama Pendidikan

Oleh Putu Devi Rosalina, Angkatan 2014

assises la rochelle (sumber www.ifi-id.com

Suasana pertemuan kerja sama Indonesia Perancis, di di Université de La Rochelle, Prancis, 5-6 April 2016 (Foto www.ifi-id.com)

Pada tanggal 5 – 6 April 2016, diadakan Kongres kerja sama Indonesia-Prancis yang bertempat di Université de La Rochelle, Prancis. Kongres ini merupakan yang ke-8, lokasinya dilaksanakan bergantian, di Prancis atau Indonesia. Kongres sebelumnya diadakan di Medan, Sumatera Utara.

Kongres yang terselenggara atas kerja sama IFI (Institut Prancis Indonesia) dan RISTEK-DIKTI (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) ini di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris dan Kedutaan Prancis di Jakarta, yang kemudian dikoordinasikan oleh Universitas La Rochelle dan Universitas Sebelas Maret.

Tahun lalu, pesertanya sekitar 250 orang dengan perwakilan dari 105 institusi dari Prancis dan Indonesia. Tahun 2016, peserta berjumlah 229 orang. Dari Universitas Udayana, hadir Pembantu Rektor IV Prof. I Made Suastra, yang terus antusias menggalang kerja sama pendidikan dengan universitas di Prancis.

Pembantu Rektoir IV Unud Prof. Made Suastra dengan penulis.

Pembantu Rektoir IV Unud Prof. Made Suastra dengan penulis.

Jalin Kerja Sama

Tujuan pelaksanaannya adalah berupaya untuk membuka kesempatan bagi perwakilan kementerian, perwakilan universitas, peneliti, para ahli dan pengusaha untuk bertemu dan menjalin kerja sama. Begitu pula untuk semakin memperluas peluang bagi mahasiswa dari dua negara untuk melakukan pertukaran, baik melalui beasiswa maupun biaya sendiri.

Selama ini, untuk pendidikan tinggi, pemerintah Indonesia dan Perancis telah menggalang kerja sama double degree Indonesia-Prancis (DDIP), yang diikuti sejumlah universitas di Perancis berpatner dengan universitas di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, dan Universitas Udayana (Unud). Untuk Unud, program yang masuk dalam DDIP adalah Program Studi Magister Kajian Pariwisata dan Program Doktor Pariwisata.

Acara Kongres dan Pembahasan

Kongres ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan La Marseillaise. Kemudian dilanjutkan dengan pidato dari Pejabat Rektor Universitas La Rochelle Bapak Mathias Tranchant, Duta besar RI pada UNESCO Bapak Fauzi Sulaiman, Walikota La Rochelle Bapak Jean-Francçois Fountaine, Wakil Ketua Dewan DPRD Charente-Maritime, Bapak Stéphane Villain.

Setelah pemukulan gong, pembahasan dimulai dengan penjelasan dan diskusi mengenai evaluasi dan padangan terkait kerja sama Prancis dan Indonesia. Selama kongres berjalan, bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan Prancis dengan bantuan interpreter, namun dapat pula menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa perantara.

Jurusan Bisnis

Secara umum dijelaskan bahwa sebagian besar mahasiswa Indonesia yang studi ke Prancis mengambil jurusan bisnis, disusul dengan FLE (Français Langue Etrangère). Untuk Tourism dan Hospitality Management sendiri berada pada porsi 13%.

Disebutkan pula bahwa sebagian besar mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Prancis lebih dari setengahnya berasal dari Jawa, sedangkan dari Bali sendiri sebesar 2%. Guna meningkatkan semakin banyaknya mahasiswa Indonesia untuk belajar di Prancis, Dikti menyodorkan beberapa misi, seperti: mengirim 45 sarjana per tahun ke Prancis, mengimplementasikan Nusantara Program untuk Doktor, meningkatkan Joint/Double Degree Program serta meningkatkan Consortia untuk Center of Excellence for Innovation.

Kendala Bahasa

Selama kongres berlangsung, ‘bahasa’ disebut-sebut sebagai kendala utama dalam meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia di Prancis. Sebagai informasi, untuk menempuh pendidikan di Prancis, Campus France mensyaratkan untuk memenuhi kemampuan bahasa minimal B1 bagi institusi berbahasa Inggris, sedangkan minimal B2 atau bahkan C1 untuk institusi berbahasa Prancis. Permasalahan ini pun sejatinya masih perlu diintegrasikan dan didiskusikan kembali dengan berbagai pihak terkait, sebab beberapa universitas berbahasa Inggris tidak mewajibkan persyaratan bahasa tersebut.

Kendala Visa

Jika bahasa menjadi kendala untuk calon mahasiswa Indonesia ke Prancis, kendala yang lain adalah visa bagi mahasiswa Prancis ke Indoneisa. Socio-Cultural Visa yang diberikan oleh kedutaan besar Indonesia biasanya kurang dari tempo tinggal yang seharusnya, sehingga mahasiswa Prancis harus memperpanjang. Alangkah baiknya jika visa yang diberikan sesuai dengan lama tinggal berdasarkan masa studi.

Dr. Sylvine, Université d’Angers (baju merah) dan penulis baju kuning.

Dr. Sylvine, Université d’Angers (baju merah) dan penulis baju kuning.

Kerja Sama dengan Université d’Angers

Menurut Dr. Sylvine, Université d’Angers sudah melakukan kerja sama dengan Indonesia sejak tahun 2008 dengan Universitas Udayana, STP Sahid Jakarta dan Politeknik Negri Bali. Sylvine juga menyebutkan bahwa 25% dari total mahasiswa di Université d’Angers merupakan mahasiswa asing.

Sylvine menjelaskan bahwa “Dalam waktu dekat, kami dengan Universitas Udayana akan menyelenggarakan Simposium di Bandung, untuk selanjutnya kami merencanakan akan diadakan symposium secara berkala 2 sampai 3 kali setahun, begitu pula dengan menerbitkan jurnal internasional”

Kerja Sama Udayana

Pembantu Rektor IV Unud, Prof. Suastra, sebagai representasi dari Universitas Udayana menyatakan sangat antusias untuk melanjutkan kerja sama dengan Université d’Angers, terutama melalui program DDIP (Double Degree Indonesia Prancis) yang sudah berlangsung sejak tahun 2010.

Prof. Suastra menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang menggodok kerja sama dengan Universitas Toulouse untuk program serupa yakni 2+2 untuk program Sarjana Pariwisata. “Jadi, 2 tahun di Universitas Udayana dan 2 tahun di Toulouse,” tambahnya.

Kerja sama lewat DDIP ini menggambarkan mutualisme baik dari segi peningkatan kualitas sumber daya manusia, edukasi maupun pemahaman lintas budaya masing-masing negara. Tentunya menjadi harapan kita bersama agar kerja sama ini semakin erat terjalin yang berujung pada pencapaian pendidikan yang berkualitas.

Info selengkapnya:

http://www.ifi-id.com/fr/sains_teknologi/la-8eme-%C3%A9dition-des-assises-de-la-cooperation-franco-indonesienne-est-ouverte