Seminar Pengelolaan Pariwisata Budaya ke Penang, Malaysia

Poster seminar Pariwisata Budaya yang dilaksanakan Universiti Sain

Poster seminar Pariwisata Budaya yang dilaksanakan Universiti Sain

Kegiatan study tour mahasiswa Program Studi Magister (S-2) Kajian Pariwisata Universitas Udayana yang akan berlangsung 20-25 Mei 2015 agak istimewa. Destinasi pilihan adalah Penang, Malaysia, dengan dua acara istimewa di kota itu.

Pertama, berkunjung ke Georgetown (ibu kota Penang), kota tua peninggalan koloni Inggris yang sudah menjadi warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 2008.

“Di kota tua ini, kami berharap mahasiswa dapat melihat heritage yang menjadi tujuan wisata populer di dunia,” kata Prof. I Nyoman Darma Putra, Kepala Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Kedua,  di Penang mahasiswa Kajian Pariwisata akan ikut dalam seminar internasional pariwisata budaya yang digelar oleh Universiti Sain Malaysia (USM) dan Sustainable Tourism Research Cluster (STRC). Tema seminar adalah “Managing Cultural Tourism: Issues and Challanges”. Selain Universitas Udayana, seminar ini juga diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Universitas Mercu Buana Jakarta.

Seminar ini merupakan inisiatif dari Prof. Badaruddin Mohamed, ahli pariwisata dan budaya dari USM. Prof Bada memiliki banyak jaringan sehingga dengan cepat dapat merancang seminar internasional.

Seminar akan dibuka oleh Dean, School of Housing, Building and Planning, Associate Prof. Dr. Aldrin Abdullah. Selain ada presentasi video tentang manajemen heritage dan pariwisata budaya, akan tampil juga seorang pembicara dari Tourism Malaysia.

Sementara itu, Prof. I Nyoman Darma Putra dari Prodi Kajian Pariwisata Unud akan tampil dengan topik  “Intangible Culture & Heritage Management: Issues & Challenges in Bali”.

Dua mahasiswa Kajian Pariwisata Unud yaitu Diah Pitanatri dan Putu Prasista Bestari (Ary)  juga akan menyajikan makalah dalam seminar tersebut. Diah akan menyajikan makalah tentang kuliner Bali, sedangkan Ary membahas masalah komitmen usaha internasional khususnya chains hotel dalam mendukung pengembangan pariwisata budaya di Bali.

“Dalam seminar sehari, kami berharap banyak pengetahuan yang bisa diperoleh para mahasiswa,” ujar Darma Putra. Setelah kegiatan study tour ini, mahasiswa wajib menyusun laporan dari seminar dan hasil pengamatan mereka tentang Kota Tua Georgetown sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

“Kegiatan study tour adalah bagian dari mata kuliah Travelling, yang mendorong mahasiswa memperluas wawasan globalnya,” tambah Darma.

Sebanyak 45 mahasiswa Kajian Pariwisata Unud akan ikut dalam study tour ke Penang. Mereka didampingi juga oleh Dr. Syamsul Alam Paturusi (Sekretaris Prodi Magister Kajian Pariwisata) dan Prof Made Sudiana Mahendra (Asisten Direktur II Pascasarjana Unud).

Setelah dua hari di Penang, rombongan study tour melanjutkan perjalanan ke Kualla Lumpur dan Singapura untuk mengunjungi objek wisata budaya [dp].