Kabar Alumni: Setelah Tamat, Kembali ke Dunia Kerja Penuh Tantangan

Oleh Ketut Ngurah Trisni Sakawati, Angkatan 2013

Saat tur ke Korea September 2014 bersama teman-teman sekelas Angkatan 2013.

Saat study tour ke Korea September 2014 bersama teman-teman sekelas Angkatan 2013. Penulis paling kiri (berkaca mata).

Setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi di BKD Provinsi Bali dan Program Studi Magister Kajian Pariwisata Unud, akhirnya pada bulan September 2013, saya resmi tercatat sebagai mahasiswa di Program Studi Magister Kajian Pariwisata Unud.

Rasanya hampir tidak percaya, setelah lulus dari S1 Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Unud tahun 1989 dan bekerja sebagai PNS di Pemerintah Provinsi Bali selama 23 tahun, saya kembali mengenyam bangku kuliah.

Berbagai pikiran muncul dengan penuh keraguan, apakah saya akan mampu mencapai target yang ditentukan yaitu dua tahun harus tuntas kuliah sesuai program kampus dan program beasiswa yang diterima dari Pemerintah Provinsi Bali melalui BKD Provinsi Bali.

Slogan “BersamaKitaBisa2015” yang dicanangkan oleh Korti kami, Putu Ivan (almarhum) betul-betul saya tanamkan dalam pikiran sebagai penyemangat.

Untung Keluarga Mendukung

Sebagai mahasiswa yang juga seorang PNS dan berkeluarga tidaklah mudah dalam menjalani kuliah dengan tugas-tugas yang mempunyai tenggat waktu. Beruntung saya mempunyai keluarga yang sangat mendukung dan pimpinan serta teman-teman kantor yang memberikan dorongan penuh dalam melakoni perkuliahan selama dua tahun.

Berpose di Nami Island Korea.

Berpose di Nami Island Korea.

Dalam menjalani kuliah, saya memang mengatur waktu dengan sangat ketat, sebagian besar waktu saya dedikasikan untuk bekerja, belajar dan berkeluarga, selain terbatasnya waktu juga karena faktor usia yang tidak muda lagi sehingga saya harus meluangkan waktu agar dapat beristirahat yang cukup.

Suasana kuliah yang sangat menyenangkan membuat kuliah tidak menjadi beban. Dosen-dosen senior yang sangat mumpuni dalam proses belajar-mengajar, jalinan hubungan dengan staf prodi dan atar-teman kuliah yang erat menjadikan masa-masa kuliah mempunyai kenangan manis yang tak terlupakan. Meskipun banyak tugas yang harus diselesaikan namun dengan semangat tinggi, kerja sama yang baik dan penuh kedisplinan, akhirnya seluruh semester dapat dilewati dengan tepat waktu.

Kehilangan Teman dan Keluarga

Tak ada cerita yang sempurna, masa-masa kuliah yang mengasyikkan dan pengalaman studi lapangan di Desa Sudaji, Kabupaten Buleleng, Pengabdian Masyarakat di Desa Kerta, Kabupaten Gianyar dan melakukan traveling ke Korea yang tak terlupakan, terselip cerita duka karena kami kehilangan dua teman dan saya pun ditinggalkan oleh kedua mertua tercinta, pergi menuju istirahat damainya.

Mengikuti semua program yang ditetapkan Program Studi menambah pengalaman dan pengetahuan. Studi lapangan di Desa Sudaji yang sangat mengesankan karena menunjukkan potensi wisata yang ada di daerah utara Pulau Bali ini, tak kalah indahnya dengan yang ada di tempat lain. Namun, sayang sekali, potensi tersebut belum digarap dan dikelola dengan baik sehingga belum banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Kesempatan studi lapangan di daerah sendiri telah menjadi bekal saat kami melakukan perjalanan ke Korea. Kami mengunjungi beberapa daya tarik wisata yang telah dijadwalkan, ternyata apa yang ada dalam benak kami sebelumnya tentang daya tarik yang diceritakan belum sesuai dengan yang kami harapkan. Lantas kami mulai membandingkan, potensi wisata yang ada di Bali tidak jauh berbeda dengan yang ada di Korea, hanya dalam pengelolaan dan ketersediaan fasilitas pendukungnya seperti kebersihan toilet ataupun pusat informasi, Bali harus banyak belajar dari Korea.

Setelah masa perkuliahan berakhir, kami harus mulai dengan tugas mandiri, yang memang benar-benar harus dilakukan sendiri, tiada lagi teman satu grup yang biasanya diajak berdiskusi karena masing-masing mempunyai tanggung jawab yang sama yaitu menyelesaikan tugas akhir yaitu tesis.

Usulan Penelitian

Pada bulan Desember 2014, Usulan Penelitan saya yang berjudul “Dampak Perkembangan City Hotel terhadap Usaha Hotel Melati di Kota Denpasar” disetujui untuk dilanjutkan dengan penelitian. Saya mengambil sekitar 25 hotel sebagai sampel, namun hanya 19 hotel yang bersedia untuk diteliti.

Berbagai pengalaman saya hadapi dalam meneliti hotel-hotel tersebut. Ada yang dengan ramah menerima kunjungan dan berdiskusi tentang kondisi hotel yang dikelolanya, namun tak jarang yang sulit untuk ditemui bahkan menolak untuk diwawancara. Beruntung, dengan usaha yang tekun dan sabar, saya berhasil mendapatkan informasi yang cukup sebagai data dalam penelitian yang saya lakukan.

Selain pengelola hotel, saya juga bertemu dengan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar dan Pengurus Asosiasi Perhotelan dan Biro Perjalanan Wisata yang menyambut positif terhadap penelitian saya. Setelah melalui proses penelitian yang dilanjutkan dengan Seminar Hasil Penelitian, akhirnya Sidang Tesis dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2015.

Pada masa-masa penyusunan tesis, saya sering merindukan suara dan derai tawa teman-teman, biasanya kami hanya bertemu di kampus pada saat kami berjanji dengan dosen pembimbing ataupun urusan administrasi di Sekretariat Prodi. Besar harapan saya, kami akan bertemu dalam suatu acara yang merupakan impian kami, acara yang kami tunggu-tunggu bernama wisuda.

Dalam perjalanan waktu, belum seluruh teman dapat menyelesaikan tugas mandiri pada saat yang bersamaan. Berbagai hal menjadi kendala dalam penyelesaian tugas akhir tersebut, namun kami selalu saling memberi semangat dan mendoakan bagi teman-teman yang masih dalam perjuangannya.

Saya sangat beruntung dapat menyelesaikan tugas akhir karena dorongan dan arahan kedua pembimbing dan para penguji yang luar biasa dan telah diwisuda pada bulan September 2015.

12032417_10207315608629902_1049158326_n

Penulis (lima dari kanan) saat yudisium Pascasarjana Unud, dua hari sebelum wisuda Mei 2015.

Kembali ke Dunia Kerja

Berbekal ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama perkuliahan di Program Magister Kajian Pariwisata Unud, saya kembali ke dunia kerja yang juga penuh tantangan. Dengan harapan semoga saya dapat meningkatkan kinerja dan kualitas diri sebagai abdi negara dan masyarakat.

Demikian pula halnya dengan Program Magister Kajian Pariwisata Unud semoga dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan di bidang Pariwisata untuk memberikan masukan dalam mengembangkan Bali sebagai destinasi yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.