Seminar Masalah Pembangunan Pariwisata ASEAN di Terengganu

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud, Prof. Darma Putra, berfoto bersama pembicara dalam seminar pariwisata ASEAN di Terengganu.

Pelaksana seminar pariwisata ASEAN Prof. Yahaya Ibrahim, the Vice Chancellor of Universiti Sultan Zainal Abidin (paling tengah) bergambar bersama para pembicara termasuk Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud, Prof. Darma Putra (dua dari kanan).

Di akhir Desember 2015, Prof. Yahaya Ibrahim, the Vice Chancellor of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Kuala Terengganu, Malaysia, mengambil prakarsa mulia dengan menggelar seminar pariwisata ASEAN dengan mengundang pembicara dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Jepang.

Seminar bertema ‘Tourism Industry in the ASEAN Countries: Issues and Development’, berlangsung 28 Desember 2015, di Primula Beach Hotel, Kuala Terengganu.

Dalam seminar itu, ada dibahas Sembilan makalah termasuk dari Prof. Darma Putra, Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud (daftar pembicara dan judul makalah disertakan di bawah).

Seminar diikuti sekitar 50 peserta, kalangan peneliti pariwisata dari Terengganu dan sekitarnya.

terengganu 1

 Kesadaran Regional.

Negara-negara ASEAN perlu mengembangkan pariwisata untuk membangun kesadaran regional (regional awareness) sebagai kontribusi untuk membangun perdamaian.

Demikian disampaikan Prof. Abdul Kadir Haji Din, guru besar manajemen pariwisata Universiti Utara Malaysia dalam makalah “Building Regional Awareness and Inclusive Community at the Border: Prospects and Challenges”.

Kadir Din mengutip pepatah “Tak kenal, maka tak sayang” sebagai dasar dijadikan motivasi agar warga ASEAN berwisata di regional ini sehingga terwujud kesadaran regional utnuk membangun ASEAN dan dunia yang damai. Kadir Din melihat bahwa masalah pembangunan pariwisata di ASEAN belum memaksimalkan pariwisata untuk membangun kesadaran regional.

Masalah pariwisata menjadi media perdamaian yang disampaikan itu bersambung-gayut dengan topik lain yang dibahas Prof. Yahaya Ibrahim, dalam makalah “War and The Tourism Industry: A Retrospective”.

Yahaya Ibrahim menekankan pentingnya keamanan dan perdamaian karena perang dapat menghancurkan daya tarik wisata, juga memberikan dampak pada ekonomi, social budaya, dan pariwisata global. Dalam makalahnya dia membahas pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang membuat banyak daya tarik wisata dan warisan budaya yang hancur.

Promosi Bersama

Selain topik membangun kesadaran regional, juga dibahas masalah promosi pariwisata dan pengalaman pembangunan pariwisata di berbagai daerah di ASEAN seperti Bali dan Thailand, perbandingan pembangunan pariwisata Malaysia dan Indonesia, dan gagasan membangun pariwisata regional sebagai imbangan mass tourism di Jepang.

Prof. Badaruddin Mohamed, guru besar pariwisata Tourism Planning and Development at the School of Housing, Building & Planning, Universiti Sains Malaysia (USM), dalam makalah “Revitalization of Tourism Destinations: Lessons from the ASEAN Region” menyampaikan bahwa ASEAN perlu mewujudkan cita-citanya dalam tindakan nyata untuk melakukan promosi bersama terhadap potensi wilayah ini.

Sekarang ini, menurut Prof. Badaruddin, promosi pariwisata negara-negara ASEAN, tak satu pun menyertakan ikon ASEAN yaitu “Southeast Asian, Feel the warmth”.

Dalam makalahnya “Regional Revitalization through Tourism in Japan”, Prof. Nobuo Kawabe Professor Emeritus, Waseda University, menyampaikan pemerintah Jeang memberikan subsidi untuk membangun zona pariwisata regional, meningkatkan toko-toko bebas pajak didaerah tersebut, dan menciptakan daya tarik wisata berdasarkan potensi daerah tersebut.

“Akan tetapi, masih banyak terpaku pada konsep dan praktik mass tourism dibandingkan personal experience tourism,” kata Prof. Kawabe. Dia menyarankan perlunya kerja sama seluruh staekhorlder mengembangkan pariwisata di daerah, sehingga tidak terjadi masalah ‘Tokyo concentraton’, semuanya berkembang di Tokyo.

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata UNud, Prof. Darma Putra menerima suvenir dari pelksana seminar Prof. Yahaya Ibrahim usai presentasi.

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud, Prof. Darma Putra menerima suvenir usai presentasi dari pelaksana seminar Prof. Yahaya Ibrahim (Foto Badaruddin Mohamed).

Daftar Makalah

Selengkapnya makalah yang dibahas adalah sebagai berikut.

1. “War And The Tourism Industry: A Retrospective” oleh Prof. Yahaya Ibrahim, the Vice Chancellor of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Kuala Trengganu.

2. “Building Regional Awareness and Inclusive Community at the Border: Prospects and Challenges” oleh Prof. Abdul Kadir Haji Din, guru besar manajemen pariwisata Universiti Utara Malaysia.

3. “Regional Revitalization through Tourism in Japan”, Prof. Nobuo Kawabe, professor emeritus, Waseda University, Jepang.

4. “Revitalization of Tourism Destinations: Lessons from the ASEAN Region” oleh Prof. Badaruddin Mohamed, guru besar pariwisata Tourism Planning and Development at the School of Housing, Building & Planning, Universiti Sains Malaysia (USM).

5. “An Implication of Volunteer Tourism: Dose It Really Work for Thailand? “ oleh Kannapa Pongponrat, Associate Dean of Academic Affairs at College of Innovation, Thammasat University, Bangkok.

6. “Regional Currency Depreciation and Domestic Tourism in Malaysia” oleh Prof. Ahmad Puad Mat Som, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA).

7. “Regional Revitalization through Tourism in Japan” oleh Prof. Wan Abd Aziz Wan Mohd Amin, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA).

8. “Bilateral tourism demand between Malaysia and Indonesia: Balanced or unbalanced?” oleh A/Prof. Nanthakumar Loganathan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA).

9. “Not for Sale: Popular Reaction to Overdevelopment of Tourism in Bali” oleh Prof. Darma Putra, Universitas Udayana.

Pelaksana seminar, Prof. Yahaya Ibrahim menyampaikan bahwa makalah akan diterbitkan menjadi buku dalam waktu yang tidak terlalu lama. (*)