Seminar “Branding Individu dan Branding Kolektif dalam Pariwisata Bali” Merayakan Dies Natalis Unud ke-53

Seminar Flyer Branding_low resUntuk memeriahkan perayaan Dies Natalis Universitas Udayana yang ke-53 tahun 2015, Program Studi Magister Kajian Pariwisata menyelenggarakan seminar dengan topik “Branding Individu dan Branding Kolektif dalam Pariwisata Bali”.

Seminar yang terbuka untuk umum dan gratis ini dilaksanakan, Jumat, 2 Oktober, di Aula Gedung Pascasarjana, Kampus Unud Jl. PB Sudirman, Denpasar, berlangsung pk. 15.00-19.00. Seminar ini mendapat dukungan dana dari Rektor Unud melalui Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. I Made Damriyasa.

Panitia mengundang tokoh pariwisata dengan latar belakang berbeda untuk berbicara dalam seminar ini, yaitu Mr Joger, Made Masih, Dr. Putu Saroyeni, dan Prof. Dr. I Gde Pitana. (Info rinci seminar, bisa diunduh di sini Proposal seminar Branding dp 26 sep)

Mr. Joger terkenal dengan toko oleh-oleh baju kaosnya yang favorit di kalangan wisatawan Nusantara, sedangkan Made Masih adalah pemilik Made’s Warung di Kuta dan Seminyak. Made’s Warung merupakan salah satu restoran yang bangga memperkenalkan masakan Bali dalam daftar menunya.

Mr. Joger dan Ibu Made berdua adalah pengusaha yang berhasil mewujudkan merk dagang (branding) usahanya sehingga ikut memperkuat citra dan daya tarik pariwisata Bali.

Dr. Putu Saroyeni adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang mendalami bidang pemasaran pariwisata. Saroyeni menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Indonesia dan kini juga sebagai dosen di Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud.

Prof. Dr. I Gde Pitana adalah guru besar pariwisata Universitas Udayana yang saat ini menjabat Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Bali ini banyak menulis buku tentang pariwisata antara lain Sosiologi Pariwisata.

Apresiasi Branding Individu

Dalam seminar nanti, Joger dan Made Masih akan menguraikan perjuangannya membangun branding usaha masing-masing dan bagaimana mereka mempertahankan sekaligus memperkuat branding tersebut sehingga menjadi salah satu bagian dari pembentukan citra pariwisata Bali. 

Saroyeni dan Pitana akan mengomentari usaha praktisi pariwisata itu dalam konteks akademis dan kebijakan pemerintah.

Menurut Ketua Prodi S-2 Kajian Pariwisata, Prof. Darma Putra, seminar ini adalah salah satu langkah untuk mengapresiasi upaya setiap perusahaan yang berhasil menciptakan branding individunya dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali. Seperti apa kesenjangan dan keharmonisan antara branding individu dan branding kolektif tersebut.

“Lewat seminar, kami juga berkeinginan untuk mendalami keberadaan branding individu yang begitu banyak dan bagaimana kaitannya dengan branding kolektif Bali.

“Ke depan, topik ini bisa diperluas untuk mengkaji kaitan branding individu dengan usaha pemasaran pariwisata Indonesia,” katanya.

Dalam seminar yang terbuka untuk umum dan gratis ini, panitia menyediakan sekitar 225 tempat duduk. Info lebih lanjut, bisa hubungi Dayu Ari Pradnyani. Email: aripradnyani_82@yahoo.co.id telepon +62361 229079 seperti yang tercantum di flier.