Seminar “Bali and the Dynamics of Southeast Asia Tourism”

Seminar Adrian Vickers_1.0 FB Flyer

Prodi S-2 Kajian Pariwisata dan Konsorsium Riset Pariwisata Universitas Udayana akan menyelenggarakan seminar pariwisata “Bali and the Dynamics of Southeast Asia Tourism” dengan pembicara Prof. Dr. Adrian Vickers dari The University of Sydney, Australia.

Seminar yang akan berlangsung Senin, 2 November 2015, mulai pk. 16.00, di Aula Gedung Pascasarjana Unud, Jl. PB Sudirman, Denpasar, terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran.

Menurut Ketua Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Prof. Darma Putra, seminar dilaksanakan dengan format talk show.

“Maksudnya agar lebih banyak kesempatan untuk tanya jawab,” ujar Darma Putra, mengingatkan gaya seminar sebelumnya ketika Prodi S-2 Kajian Pariwisata mengundang Michel Picard, penulis buku Bali Cultural Tourism and Touristic Culture (1996), awal tahun 2015.

Adrian Vickers ada di Bali serangkaian partisipasinya dalam Ubud Writers and Readers Festival, Oktober 2015. Dia juga meluncurkan buku barunya dalam festival di Ubud, berjudul The Pearl Frontier: Indonesian Labor and Indigenous Encounters in Australia’s Northern Trading Network (University of Hawaii Press, 2015).

Penulis Kelas Dunia

Adrian Vickers adalah penulis kelas dunia tentang berbagai hal terutama seni, budaya, pariwisata, dan sejarah politik Indonesia. Bukunya banyak dan menjadi rujukan luas. Sebagian sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Awalnya adalah tahun 1970-an ketika dia mengadakan penelitian di Bali untuk studi doktornya. Sejak itu, dia terus melakukan penelitian tentang Bali dan Indonesia secara luas dan menerbitkan sejumlah buku penting.

Salah satu buku awalnya adalah Bali A Paradise Created (1989). Selain menjadi rujukan kalangan peneliti akademik, buku ini juga menjadi bacaan umum dan dijual di gerai-gerai buku popular di airport-airport di Indonesia dan Asia Tenggara.

Buku Bali A Paradise Created sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Jepang, Belanda, Jerman dibaca luas sehingga menjadi promosi tak langsung bagi pariwisata Bali. Tahun 2012, buku ini dicetak ulang dengan edisi baru dengan tambahan satu bab sehingga ulasannya up to date sampai pada situasi Bali sesudah ledakan bom 2002 dan 2005.

Buku lainnya tentang Bali adalah Travelling to Bali: Four Hundred Years of Journeys (1994) yang diterjemahkan menjadi Bali Tempo Doeloe (2012). Adrian Vickers juga menyunting buku Being Modern in Bali: Image and Change (1996, Yale Southeast Asia Studies Monograph Series No. 43), yang memuat beberapa artikel karya sarjana Bali.

adrianBuku tentang seni karya Adrian adalah Balinese Art: Paintings and Drawings of Bali 1800 – 2010 (Singapore: Tuttle Publishing, 2012). Buku Adrian Vickers tentang Indonesia adalah A History of Modern Indonesia (2005, 2012, New York: Cambridge University Press).