Sembilan Lulusan Prodi S-2 Kajian Pariwisata Ikut Yudisium

Mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata yang mengikuti yudisium di Pascasarjana Universitas Udayana, Rabu, 27 Mei 2015.

Lulusan S-2 Kajian Pariwisata yang mengikuti yudisium di Pascasarjana Universitas Udayana, Rabu, 27 Mei 2015. Dari kiri: Anom Hery Suasapha, Made Adi Krisna Dwipayana, Ketut Budayasa, Rafael Modestus Ziku, Dewa Ayu Diyah Sri Widari, I Nyoman Darma Putra (Kaprodi), Luh Sri Astuti, Ramang Husin Demolingo, dan Kanom.

Program Studi Magister (S-2) Kajian Pariwisata Univeristas Udayana menamatkan sembilan mahasiswa dalam periode yudisium/wisuda kali ini. Kesembilan mahasiswa tersebut mengikuti acara yudisium bersama mahasiswa lulusan program master dan doktor lainny di lingkungan Program Pascasarjana Unud, di aula Gedung Pascasarjana Unud, Denpasar, Kamis, 27 Mei 2015, pagi.

Acara yudisium yang dipimpin Direktur Pascasarjana Unud, Prof. Dr. AA Raka Sudewi itu merupakan yudisium ke-78. Acara ditandai dengan penyerahan nama mahasiswa yang lulus oleh masing-masing ketua program studi master dan doktor kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumen akademik bukti kelulusan. Lulusan master dan doktor ini akan menghadiri acara wisuda universitas di Unud akhir pekan ini.

Kesembilan lulusan master Kajian Pariwisata itu adalah Dewa Ayu Diyah Sri Widari, Luh Sri Astuti, Kanom, Rafael Modestus Ziku, Made Adi Krisna Dwipayana, Ramang Husin Demolingo, Ibrahim, dan Anom Hery Suasapha.

Seorang dari lulusan tersebut, Ibrahim, berhalangan dalam yudisium karena kesulitan mendapatkan tiket pesawat tepat waktu dari Sumbawa.

Ketua Prodi Magister (S-2) Kajian Pariwisata, Prof. I Nyoman Darma Putra menyampaikan, dari sembilan lulusan kali ini, dua orang di antaranya menyelesaikan masa studi kurang dari dua tahun, yaitu Dewa Ayu Diyah Sri Widari dan Luh Sri Astuti, dan keduanya memperoleh predikat lulus dengan pujian (cumlaude).

“Kami berharap, ilmu pengetahuan yang ditimba selama kuliah bisa berguna dalam kehidupan di masyarakat, baik sebagai sarjana yang bekerja sebagai pendidik maupun yang bekerja di pemerintahan atau swasta lainnya,” harap Darma Putra.(*)