Sebelas Mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Ikut Seleksi Program “Joint Curriculum” ke Jerman

13524214_10209440659034834_2046360686_o

Sebagian dari peserta seleksi joint curriculum ASEM-RistekDikti, Kamis, 30 Juni 2016.

Sebelas mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud mengikuti seleksi untuk program kuliah ke Jerman, Kamis, 30 Juni 2016. Dari sebelas peserta, lima akan dipilih untuk ikut program joint curriculum di Tourism Development Strategies, University of Applied Sciences Stralsund, Germany.

Hasil seleksi diumumkan pertengahan Juli, semengtara kuliah di Jerman mulai September 2016.

Ketua Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud, Prof I Nyoman Darma Putra menyampaikan bahwa kerja sama Unud dengan Jerman ini adalah inisiatif dari RistekDikti dengan ASEM (Asia Europe Meeting).

“Pemerintah menyediakan dana beasiswa untuk mahasiswa kami belajar di Jerman selama satu semester,” ujarnya.

Tim seleksi terdiri dari Asisten I dan II Direktur Pascasarjana Unud Prof Made Budiarsa dan Prof. Sudiana Mahendra, dan Kaprodi Prof. Darma Putra. Seleksi untuk ke-11 mahasiswa yang ikut berlangsung sekitar dua setengah jam.

13575561_10209440662394918_842859606_o

Peserta seleksi Reinaldo Lalujan saat presentasi di depan tim seleksi.

Sangat Bagus

Tim seleksi Prof. Sudiana Mahendra menyampaikan bahwa kualitas mahasiswa peminat yang ikut seleksi sangat bagus, sangat prospektif dan memiliki wawasan yang relatif luas pada bidangnya.

“Semangat yang tinggi dan minat yang sangat kuat untuk mengembangkan kemampuan akademiknya di luar negeri, akan menjadi kunci sukses keberhasilan mereka studi di luar negeri,” ujar Prof. Mahendra, alumnus University of New South Wales, Sydney, Australia.

Menurut Prof. Mahendra, mengingat para pelamar dalam usia yang relatif muda, dan status single yang belum terbebani masalah keluarga, akan memudahkan mereka beradaptasi dan ringan mengatasi homesickness selama pendidikan di luar negeri.

Harus Ditindaklanjuti

Asisten Direktur I Program Pascasarjana Unud Prof Made Budiarsa yang juga sebagai tim seleksai menyampaikan bahwa program joint curriculum untuk mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata amat sangat bagus dan harus ditindaklanjuti.

“Kesan saya, antusiasme mahasiswa sangat luar biasa dan itu merupakan modal awal untuk melangkah selanjutnya, menyukeseskan studi,” ujar Prof. Budiarsa yang pernah kuliah di Melbourne, Australia.

Harapan Prof. Budiarsa agar tahun berikutnya kuota bisa ditambah untuk menampung keinginan mahasiswa. “Program rintisan awal dengan sebelas peminat untuk mencari lima peserta tanda-tanda baik, banyak peminat seleksi ketat, hasilnya tentu akan bagus,” tambahnya.

13549252_10209440747517046_1418199952_o

Eva Lubis presentasi saat seleksi.

Mulai September

Menurut Prof Darma Putra, program joint curriculum ini mulai berlangsung bulan September 2016. Akan ada lima mahasiswa Unud ke University of Applied Sciences Stralsund, Germany, untuk kuliah selama satu semester, dan lima mahasiswa Jerman kuliah di S-2 Kajian Pariwisata Unud.

Mahasiswa Jerman yang ke Unud akan bergabung dengan mahasiswa reguler S-2 Kajian Pariwisata Unud untuk kuliah bersama.

“Kami membuka kelas internasional untuk mahasiswa Jerman, kuliahnya dalam bahasa Inggris,” ujar Darma Putra, alumnus University of Queensland, Australia. (*)