Sebanyak 40 Orang Ikuti Seleksi Masuk Prodi S-2 Kajian Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud

Suasana tes kompetensi dasar calon mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud, Jumat, 5 Mei 2017 (foto Darma Putra)

Sebanyak 40 calon mahasiswa baru mengikuti seleksi masuk Prodi Magister Kajian Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud. Ujian seleksi hari pertama berupa test kompetensi dasar dan wawancara berlangsung Jumat 5 Mei 2017, di kampus Unud Sudirman.

Tes potensi akademik dan bahasa Inggris dilaksanakan Minggu, 7 Mei 2017 di kampus yang sama.  Ujian ini akan diikuti semua calon mahasiswa baru untuk jenjang master, doktor, spesialis, dan peofesi. Jumlahnya adalah 1064 orang.

Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan Sabtu, 13 Mei.

Prodi Magister Kajian Pariwisata akan merekrut 35 mahasiswa baru, dan jika seleksi pertama tidak memenuhi target kelulusan, akan dibuka gelombang kedua.

Suasana tes.

Berjalan Lancar

Ujian hari pertama berlangsung lancar. Tim seleksi wawancara terdiri dari lima dosen yaitu Prof. Syamsul Alam Paturusi, Dr. Wayan Suardana, Dr. Nyoman Sunarta, dan Prof. Darma Putra.

Menurut Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Prof. Darma Putra, calon mahasiswa baru Prodi Magister Kajian Pariwisata berasal dari berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lombok, Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua.

Tes wawancara.

“Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah menggembirakan sekali karena itu petanda bahwa program Studi Kajian Pariwisata dikenal dan diminati,” ujar Darma Putra.

Darma Putra menyampaikan bahwa informasi mengenai prodi diperoleh calon mahasiswa dari kalangan alumni dan informasi di internet, khususnya web prodi yang selalu update untuk informasi.

“Ada alumni yang mengirim anaknya untuk kuliah Prodi Kajian Pariwisata. Sampai dia mengirim anaknya kuliah, berarti mereka percaya dengan kualitas Prodi,” ujar Darma Putra.

Mata Kuliah yang Ditawarkan

Yang mendapat informasi Prodi di Web menyampaikan bahwa dia mengunduh informasi mata kuliah yang ditawarkan di prodi. Daftar mata kuliah yang membuatnya tertarik dan merasa cocok untuk kuliah di Prodi Magister Pariwisata Unud.

Dr. Nyoman Sunarta sedang mewancarai calon mahasiswa.

“Saya lihat mata kuliahnya menarik, sesuai dengan latar belakang S-1 saya, makanya saya masuk kemari,” ujar salah seorang calon mahasiswa berlatar belakang S-1 sosiologi.

Alasan lain yang disampaikan calon mahasiswa adalah karena kepariwisataan di Bali maju dan di sini mereka ingin belajar untuk dikembangkan di daerahnya.

“Motif mahasiswa kebanyakan ingin menjadi dosen, atau meningkatkan status sebagai guru. Tak sreg rasanya jadi guru kalau tidak S-2,” ujar Darma mengutip pendapat seorang calon mahasiswa.

Peserta tes.

Darma Putra juga menyampaikan bahwa ada mahasiswa dari Jeoang yang sudha memutuskan akan kuliah di S-2 Kajian Pariwisata.

“Dia sudah registrasi online, tapi kesulitna membayar transfer uang pendaftaran dari Jepang sehingga dia menunda untuk gelombang kedua jika memang akan dibuka,” tambah Darma. (*)