Prodi Magister Pariwisata Universitas Udayana Gelar Pelatihan Program NVivo.

Peserta Pelatihan Program NVivo yang diselenggarakan oleh Prodi Magister (S2) Pariwisata Universitas Udayana.

Program Studi (Prodi) Magister Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana terus berupaya meningkatkan kapasitas dosen di bidang penelitian. Upaya  tersebut dilakukan dengan menggelar pelatihan analisis kualitatif menggunakan program NVivo. Ketua Prodi Magister Pariwisata Dr. Ir. IGA Suryawardani, M.Mgt, Ph.D. ketika membuka pelatihan tersebut mengungkapkan dalam penelitian sosial analisis kuantitatif dan kualitatif saling melengkapi dalam mengkaji fenomena sosial kemasyarakatan termasuk kajian dibidang pariwisata. “Dalam upaya menghasilkan hasil kajian yang komfrehensif dan integratif maka teknik analisa kuantitatif dan kualitatif harus dilakukan secara proporsional atau sesuai kebutuhan,” tegas Dr. Suryawardani.

Pelatihan yang diadakan di Kampus Unud Sudirman pada Sabtu (16/3) itu dihadiri dosen-dosen Prodi Magister Pariwisata. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. Pande Putu Januraga, M.Kes. Dr.PH dan Sales dan marketing PT. Advanced Technology Solution Candika Sindoro hadir sebagai instruktur pelatihan analisa kualitatif menggunakkan program NVivo. Dr. Suryawardani menyatakan rasa suka citanya atas antusiasme para dosen Magister Pariwisata mengikuti pelatihan tersebut. “ Dosen-dosen Magister Pariwisata dari berbagai disiplin ilmu, dan kebanyakan dari mereka melaksanakan penelitian menggunakan analisis kuantitatif. Pemanfaatan program NVivo ini akan menjadi pengalaman baru dan bermanfaat bagi penyempurnaan kemampuan analisis yang bersangkutan nantinya,” tegas Gung Dani begitu Dr. Suryawardani akrab dipanggil.

Dr. Pande Januraga mengakui analisis kualitatif memiliki peran penting dalam membedah fenomena sosial. Dia yang berlatarbelakang pendidikan kedokteran terbiasa melakukan analisis kuantitatif, awalnya kesulitan membaca penelitian-penelitian kualitatif. Alasannya, pada penelitian kualitatif yang menjadi instrument penelitian adalah peneliti. Artinya, proses pengambilan data dan pengolahan data dilakukan oleh peneliti bersifat subyektif. “Program NVivo mentransformasi pengembilan dan pengolahan data yang subyektif itu menjadi lebih obyektif. Dalam artian alur pengambilan data, pengolahan, analisa dan penyajiannya lebih sistematis dan dapat dievaluasi,” tutur Lulusan S3 dari ‎Flinders University Australia tersebut.

Peneliti Bidang Kesehatan Masyarakat terutama penyakit menular seperti HIV/AIDS ini menceritakan penelitian kualitatif terkadang menemukan data yang mencengangkan yang tidak mungkin digali menggunakan metode kuantitatif. Jika data bagus itu tidak mampu direkontruksi secara baik menggunakan alat yang tepat maka data tersebut tidak akan bermanfaat bagi penyelesaian masalah dimasyarakat. Dicontohkan, jejaring penyebaran HIV melalui hubungan sejenis (kaum laki-laki) hanya bisa digali melalui pendekatan kualitatif, dan penggunaan NVivo dapat mempermudah dalam analisisnya. “Penelitian kami soal jejaring penyebaran HIV melalui MSM/man having sex with man ini menggunakan pendekatan network analisis ternyata jejaringnya sangat komplek melibatkan pelaku dari berbagai kota di Indonesia dan bahkan luar negeri. Semua ini dapat digambarkan dengan jelas karena dibantu program NVivo,” pungkasnya.

Pelatihan yang dipandu dosen Magister Pariwisata Dr. Agung Suryawan Wiranatha ini berlangsung dalam suasana santa dan penuh gelak tawa, karena keberhasilan instruktur menyampaikan materi menggunakkan anekdot yang sesuai sehingga materi pelatihan tepat sasaran. Dr. I Ketut Surya Diarta salah satu dosen Magister Pariwisata mengakui pelatihan tersebut sangat menarik dan mampu menggugah minatnya memperdalam penggunaan program NVivo. “Saya sangat berminat membeli program NVivo, semoga terjangkau sehingga saya bisa melakukan analisis kualitatif dengan kualitas lebih baik,” tegasnya. Menjawab ketertarikan ini, Candika Sindoro memaparkan berbagai upaya yang bisa ditempuh untuk mendapatkan program Nvivo dengan harga relatif murah dibandingkan dengan harga aslinya. (Sar).