Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud Laksanakan Kuliah Kolaborasi dengan University of Melbourne

Desain by http://www.epistulacommunications.com/

Prodi Magister Kajian Pariwisata Fakultas Pariwisata Univeritas Udayana bekerja sama dengan Faculty of Arts University of Melbourne melaksanakan program short course (kuliah pendek) untuk subjek “Cultural Tourism in Southeast Asia”, 10-21 Juli 2017 di Unud.

Kuliah kolaborasi ini diikuti 21 mahasiswa, terdiri dari 16 mahasiswa dari University of Melbourne dan 5 dari Unud. Kuliah kolaborasi ini mendapat bantuan dana dari New Colombo Plan.

Demikian disampaikan Kaprodi Magister Kajian Pariwisata, Prof I Nyoman Darma Putra, usai melakukan pemeriksaan terakhir sebelum acara dimuali. Kuliah-kuliah akan dilaksanakan di Gedung Centre for International Program (CIP) di Kampus Unud Jalan Sudirman, Denpasar.

Fakultas Pariwisata Unud dengan Faculty of Arts Unud sudah menandatangani naskah kerja sama yang diharapakan terus bisa diwujudkan dalam kegiatan pendidikan, publikasi, dan akademik lainnya, baik melibatkan mahasiswa maupun dosen.

Kuliah di Kelas dan Lapangan

Menurut Darma Putra, kurikulum kuliah ini diatur dengan kuliah di kelas dan kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan yang diisi dengan ceramah pariwisata dilakukan tiga kali yaitu ke ITDC (BTDC) Nusa Dua, ke Pura Taman Ayun Mengwi (Warisan Budaya dunia UNESCO) dan Puri Taman Sari Village & Artstay (Marga), serta ke Ubud.

Pura Taman Ayun, warisan budaya UNESCO (Foto Darma Putra)

Saat berkunjung ke Marga, mahasiswa akan mendapat ceramah tentang pariwisata berbasis masyarakat dari tokoh pariwisata AA Prana, sedangkan saat di Ubud mereka mendapat ceramah dari Janet deNeefe, penulis buku kuliner dan perintis Ubud Writers adn Readers Festival.

Kuliah kolaboratif ini dirancang Darma Putra dan dosen University of Melbourne Dr. Paul Green, dimulai saat dia berkunjung ke Melbourne tahun 2015 lalu. Saat itu, Faculty of Arts University of Melbourne sudah melaksanakan kuliah kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Budaya, sudah dua kali jalan. Mata kuliah yang diajarkan adalah ‘Analysing Indonesia’.

“Setelah bertemu antropolog Dr. Paul Green, kami sepakat melaksanakan program serupa dengan mata kuliah Pariwisata Budaya di Asia Tenggara,” ujar Darma Putra.

Membahas Program

Mulai saat itu, Darma dan Paul beberapa kali bertemu untuk membahas dan mematangkan acara. Paul sempat ke Unud tiga kali, pertama untuk seminar, lalu menjadi dosen tamu. Dan kemudian saat merancang program short course ini.

Untuk kuliah pariwisata ini, peminatnya cukup banyak. “Buktinya untuk kegiatan pertama ini, kita bisa mendapat 16 peserta. Luar biasa untuk program pertama,” ujar Paul. Mereka adalah mahasiswa yang mengambil program pariwisata di Melbourne.

Bukti larisnya program ini adalah untuk tahun depan sudah banyak peminat mendaftar, walau nanti tetap akan dibatasi jumlahnya agar kelas tidak terlalu gemuk.

“Bisa jadi kemungkinan dilaksanakan dua kali tahun. Why not,” ujar Paul Green.

Pengajar dan Mahasiswa

Para pengajar kuliah kolaborasi ini berasal dari kedua university. Dari Melbourne, hadir Dr. Paul Green sebagai pengajar, sedangkan dari Unud ada tiga yaitu Prof. I Wayan Ardika, Dr. AAP Agung Suryawan, dan Prof. I Nyoman Darma Putra.

Baju kaos dan bahan kuliah.

Pokok bahasan yang disajikan dalam kuliah ini antara lain mengenai heritage tourism, community based tourism, dark tourism, national and global context of tourism, imagining Bali, tourism and material culture, and alternative tourism, touristic futures.

Para mahasiswa dari University of Melbourne menginap di Sanur, sedangkan mahasiswa Unud tinggal di rumah masing-masing.

“Kuliah bersama akan memberikan mereka pengalaman belajar bertaraf internasional,” ujar Darma Putra (*).