Peneliti Belanda: Kajian tentang Bali tak bisa Lepas dengan Pariwisata

Dr. Marieke Bloembergen, senior researcher KITLV, Leiden, Belanda, menerima buku dari Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra, Selasa, 2 Mei 2017.

Peneliti senior KITLV Belanda mengatakan bahwa apa pun yang dikaji mengenai Bali pasti berkaitan dengan pariwisata. Doktor Marieke Bloembergen, senior researcher KITLV, Leiden, Belanda, mengatakan hal tersebut saat berkunjung ke Prodi Magister Kajian Pariwisata, Selasa, 2 Mei 2017.

Marieke berada di Indonesia dalam rangka penelitian bertopik “Indonesia and Greater India Scholarly and Spiritual Knowledge Networks and Moral Geographies 18802-1980s”. Sebelum datang ke Bali, dia sudah riset di India dna beberapa kota di Indonesia.

Dalam kunjungan ke Prodi S-2 Kajian Pariwisata, Marieke diterima Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra. Mereka berbincang tentang seni, budaya, dan pariwisata, sejak abad ke-19 sampai sekarang, dalam rentang waktu proyek penelitian Marieke.

Selama di Bali, Marieke juga berdiskusi dengan dosen Kajian Pariwisata lainnya yaitu Prof. I Wayan Ardika dan Dr. I Wayan Redig, dosen FIB yang meraih gelar doktor di India.

 “Saya pulang ke Amsterdam dari Bali. Sudah cukup keliling mencari bahan. Tapi, nanti datang lagi,” ujar penulis buku Colonial Spectacles: The Netherlands and the Dutch East Indies at the World Exhibitions, 1880-1931 (NUS 2006), yang antara lain mengulas perjalanan misi kesenian dari Bali mengikuti Expo Di Paris tahun 1931.

Cover buku yang ditulis Marieke Bloembergen.

Expo ini merupakan promosi seni budaya Bali yang sukses sehingga ikut memperkenalkan Bali sebagai destinasi wisata yang memikat bagi warga Eropa. Dalam ekspo itu, Bali dan Jawa ditampilkan sebagai wakil pemerintah kolonial Belanda.

Bali di Expo Paris

Cover buku ini menampilkan foto klasik dari tahun 1931 yang menggambarkan seniman atau warga Bali berbusana adat berdiri di depan anjungan Bali untuk menyambut pengunjung Expo. Hiasan tedung Bali dan arsitektur anjungan membuat suasana sangat khas Bali.

Kedatangannya ke Bali kali ini untuk menelusuri budaya Indonesia kaitannya dengan poengaruh India, baik lewat kalangan sarjana maupun pengetahuan spiritual, serta geografi moral. Kajian ini antara lain ditelusuri lewat pengaruh intelektual dan sastrawan India peraih hariah Nobel Rabindranath Tagore, yang pernah ke Asia Tenggara, termasuk Bali.

“Perjalanan Tagore menarik ditelusuri karena jejaknya ada di berbagai tempat, begitu pun karya dan pemikirannya,” ujar Marieke. Selain Tagore, tokoh India terkenal di Indonesia adalah Mohammad Gandhi, dan Nehru.

Usai pertemuan, Marieke menerima kenang-kenangan buku dari Kaprodi I Nyoman Darma Putra berupa buku Recent Developments in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress (2015) [book link Recent Development].

Buku yang disunting berdua oleh I Nyoman Darma Putra dan Siobhan Campbell ini berisi artikel tentnag Bali dari peneliti Bali dari berbagai negara, diterbitkan oleh Prodi Magister Kajian Pariwisata dan Buku Arti (*)