Penandatanganan MoU dan Lokakarya ‘Tourism Journalism’ Warnai Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Magister Pariwisata Unud

Kordinator Prodi Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D. dan Jero Bendesa I Wayan Disel Astawa, SE. usai menandatangani MoU.

Prodi Magister Pariwisata Unud melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu, 2 Maret 2019. Desa Adat Ungasan sedang gencar-gencarnya mengembangan Pantai Melasti sebagai destinasi wisata.

Acara pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin langsung oleh Kordinator Prodi Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D. diwarnai dengan dua acara pokok yaitu penandatanganan naskah kerja sama (MoU) dengan Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Desa Adat Ungasan dan lokakarya ‘tourism journalism’ (jurnalisme pariwisata).

Penadatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Koprodi Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D. sedangkan dari pihak Desa Adat Ungasan dilakukan oleh Jero Bendesa I Wayan Disel Astawa, SE. Lokakarya tentang ‘tourism journalism’ diberikan oleh Prof. Darma Putra, dosen Magister Pariwisata yang memiliki pengalaman panjang sebagai wartawan.

Foto bersama Prodi Magister dan pengurus BUMDA Desa Adat Ungasan.

Kesepakatan Kerja Sama

Acara dilaksanakan di kantor LPD Desa Adat Ungasan, disaksikan oleh dosen-dosen dan staf dari Prodi Magister Pariwisata Unud dan jajaran pengurus BUMDA Desa Adat Ungasan. Dalam MoU ditegaskan kesempatan untuk bekerja sama dalam mengembangkan kepariwisataan di Desa Adat Ungasan dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk mengadakan penelitian dan kegiatan akademik lainnya di Ungasan.

Dalam sambutannya, Jero Bendesa Disel Astawa menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prodi Magister Pariwisata Unud untuk membantu pihaknya mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Ungasan.

Meninjau pantai Melasti.

“Kami baru bangkit, semangat masyarakat tinggi, untuk mengembangkan potensi wisata pantai di desa kami,” ujar mantan anggota DPRD Badung dua periode dan anggota DPRD Bali dua periode itu.

Jero Bendesa Ungasan menguraikan berbagai terobosan yang mereka tempuh bersama masyarakat untuk bangkit mengembangkan potensi wisata, membangkitakan peran LPD (Lembaga Perkreditan Desa), dan tentu saja menguatkan pelaksanaan tradisi dan agama.

Pantai yang dikembangkan adalah Pantai Melasti yang secara adat dan tradisi awalnya merupakan area untuk melaksanakan ritual melasti.

Pesona pantai yang indah.

“Dulu akses ke pantai sempit, terjal, dan berundak, kini kami buka dengan jalan mulus. Potensi pariwisata mulai tampak. Fungsi melasti tetap abadi,” tutur Jero Bendesa.

Status DTW

Jero Bendesa Disel Astawa menyampaikan mereka merasa bangga karena usaha Panjang membuahkan hasil bahwa Pantai Melasti kini sudah mendapat status sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) dari Pemkab Badung. Pantai indah ini, memikat banyak wisatawan setiap hari untuk rekreasi, dan melaksanakan foto prewedding. Alam indah, pesona memukau, membuat DTW ini berkembang pesat.

“Untuk memastikan pembangunan pariwisata bisa berkelanjutan, kami mohon teman-teman dari Unud untuk membantu,” ujar Disel Astawa.

Wisatawan rekreasi di Pantai Melasti.

Pada kesempatan itu, Koprodi Magister Pariwisata Suryawardani menyampaikan terima kasih kepada Desa Adat Ungasan yang telah membuka pintu kerja sama untuk sama-sama mengembangkan kepariwisataan.

“Selamat sudah memiliki DTW yang menarik, Pantai Melasti, tempat wisatawan rekreasi,” ujarnya.

Pantai indah tertata pesona indah.

Pihak Prodi Magister Pariwisata terbuka untuk membantu perencanaa, penataan, dan pengembangan lebih jauh agar sesuai dengan harapan mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

“Kebetulan kami di Unud memiliki tenaga ahli yang sudah melakukan banyak pekerjaan konsultan untuk perencanaan DTW sampai ke penanganan aspek lingkungan,” ujar Korprodi.

Favorit untuk foto prewed.

Lokakarya ‘Tourism Journalism’

Dalam lokakarya jurnalistik pariwisata, Prof. Darma Putra menyampaikan pengertian jurnalistik serta berbagai tips penulisan. “Jurnalistik pariwisata adalah penulisan peristiwa atau informasi pariwisata menjadi berita,” ujarnya.

Sejalan dengan perkembangan kepariwisataan, aktivitas pariwisata banyak sekali, dan semua bisa ditulis menjadi berita pariwisata.“Desa Ungasan sudah mempunyai DTW dan memiliki web, sebaiknya segala aktivitas dan kegiatan wisata di DTW diberitakan untuk kepentingan promosi,” ujar Darma.

Prof. Darma Putra swedang menyampaikan materi dalam lokakarya ‘tourism journalism’

Berpromosi lewat berita pariwisata di web sendiri adalah cara yang efisien, tidak berbiaya, tetapi memiliki dampak yang luas. “Jika berita di web banyak, berarti promosi luas,” tambahnya.

Rintisan Kerja Sama

 Program pengabdian ini dirintis oleh dosen Prodi Magister Pariwisata sekaligus pengurus BUMDA Ungasan, Dr. I Ketut Surya Diarta, MA. Upayanya menjembatani antara perguan tinggi dengan desa adat berjalan lancar.

Dr. I Ketut Surya Diarta, M.A.

“Kami sangat memerlukan bantuan teman-teman di kampus untuk membangun pariwisata berkelanjutan di desa kami,” uajr Surya Diarta, yang menempuh Pendidikan master di Hawaii.

Hadir pada acara pengabdian adalah Koprodi Doktor Pariwisata Unud Prof. Made Budiarsa, Koprodi S-2 Lingkungan Prof. Syamsul Alam Paturusi, Kopordi S-3 Lingkungan Prof. I Made Sudiana Mahendra, M.Sc. Ketua Pusat Unggulan Iptek Pariwisata Unud Dr. AAPT Suryawan Wiranatha, M.Sc, Wakil Dekan II Fakultas Pariwisata Dr. Nyoman Sudiarta, M.Par. dan sejumlah dosen dari Prodi Magister Pariwisata Unud.

Pemberian kenang-kenangan.

Setelah acara lokakarya, peserta melakukan peninjauan ke pantai dan melakukan diskusi informal mengenai potensi dan strategi prencanaan dan pengembangan Pantai Melasti sebagai daya tarik wisata  berkelanjutan secara sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan (dp).