Pariwisata Bali Berkembang 100 Tahun, namun Sejarahnya belum Ditulis Khusus

Beberapa buku biografi pelaku pariwisata dan seniman Bali yang mengandung banyak informasi tentang pariwisata.

Pariwisata Bali sudah berkembang dalam 100 tahun terakhir namun sejarahnya belum pernah ditulis secara khusus.

Demikian disampaikan Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud Prof. I Nyoman Darma Putra dalam seminar nasional “Nilai-nilai Kearifan dalam Konteks Sejarah Lokal di Bali” di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, 17 April 2017.

Seminar yang dilaksanakan bersama antara Prodi Sejarah FIB dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Bali, dan Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dak Kebudayaan diikuti 200 peserta. Seminar dibuka oleh Dekan FIB Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,MA.

Dalam makalahnya yang berjudul “Biografi sebagai Sumber Sejarah Pariwisata Bali”, Darma Putra menyampaikan bahwa banyak tokoh yang berjasa dalam perkembangan pariwisata Bali yang sudah lanjut usia dan hilang ingatan, bahkan, beberapa sudah dipanggil yang Maha Kuasa.

Suasana seminar.

“Syukurlah, beberapa tokoh sudah menulis biografi sehingga banyak informasi sejarah pariwisata bisa digali dari biografi mereka,” ujar Darma Putra. Darma sendiri menulis sejumlah biografi tokoh pariwisata dan seniman yang menurutnya mengandung banyak informasi tentang kepariwisataan.

Selain biografi, sumber penulisan sejarah pariwisata tentu harus dicari dari bahan lain seperti arsip dan buku-buku terkait.

Darma Putra menyampaikan bahwa jika pariwisata yang bahannya terlalu luas begitu sulit ditulis, maka penulisan sejarah pariwisata bisa ditempuh dengan menerbitkan buku kumpulan karangan yang masing-masing bisa mengungkapkan topik-topik kepariwisataan yang ditulis secara tematis dan kronologis.

“Ini sebagai awal untuk penulisan yang lebih luas dan komprehensif,” ujar Darma Putra (*).