Merawat Pura Taman Ayun sebagai Warisan Budaya Dunia

Catatan dan Foto-foto I Putu David Adi Saputra, Angkatan 2015

taman ayun_3_david_2015

Pura Taman Ayun, memiliki tiga fungsi termasuk fungsi sosial ekonomi sebagai daya tarik wisata.

Pada hari Sabtu, 21 November 2015, Prodi Magister Kajian Pariwisata Pascasarjana Universitas Udayana, mengadakan acara Pengabdian Masyarakat di kawasan world heritage Pura Taman Ayun.

Pura yang dibangun pada tahun 1634 oleh Raja Mengwi ini, sejatinya merupakan milik pribadi yaitu milik Puri Mengwi namun karena fungsinya yang yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat sekitar, maka pihak Puri Mengwi menjadikan kawasan ini untuk kepentingan umum.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, acara pengabdian diawali dengan penanaman beberapa jenis tanaman antara lain bunga sandat, cempaka, dan majegau. Sebagai informasi bahwa sebagian tanaman ini merupakan bantuan dari pusat pembibitan Bali Shanti.

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Penglingsir Puri Mengwi Bapak Ida Anak Agung Gde Agung selaku penerus keturunan raja Mengwi dan sekaligus mantan Bupati Badung dua periode, Bapak Prof. Darma selaku Kaprodi, dan diikuti oleh para dosen.

diskusi_taman ayun_david_2015

Saat diskusi pariwisata, dari kiri: Pak Syamsul, AA Prana, AA Gde Agung, Darma Putra, dan AA Suryawan.

tanam pohon_2_taman ayun_david_2015

Penanaman pohon bunga di sisi timur Pura Taman Ayun diawali oleh Penglingsir Puri Mengwi, AA Gde Agung (berdestar).

Diskusi Pariwisata

Acara dilanjutkan di wantilan yang terdapat di bagian madya mandala Pura Taman Ayun, yaitu diskusi tentang penataan dan pengelolaan world heritage Pura Taman Ayun sebagai daya tarik wisata. Ada dua orang pembicara utama pagi itu, yaitu Bapak Ida Anak Agung Gde Agung dan salah seorang tokoh pariwisata Bali, Anak Agung Prana, yang juga mantan ketua ASITA Bali yang beberapa tahun belakangan berkonsentrasi untuk mengembangkan potensi desa (wisata) di Bali.

Disampaikan oleh Bapak Ida Anak Agung Gde Agung, sejatinya tidak ada pemikiran bahwa pembangunan Pura Taman Ayun untuk dijadikan sebagai objek wisata, namun seiring dengan berjalannya waktu, Pura Taman Ayun menjadi destinasi pilihan wisata sejak tahun 1936. Hal tersebut dikarenakan pura tersebut adalah living landscape.

Ada tiga fungsi utama pura, yaitu:
1. Sosial religius, sebagai tempat sembahyang bagi masyarakat yang letak daerahnya jauh dari Pura Batukaru dan Pura Besakih.
2. Pemersatu, di mana pura ini sebagai tempat sembahyang bersama bagi semua orang tanpa dibeda-bedakan (berdasarkan soroh).
3. Sosial ekonomi, melalui pura ini masyarakat sekitar mendapat manfaat secara ekonomi, karena adanya kolam yang menjadi sumber 2 (dua) subak yang mengairi ratusan hektar sawah masyarakat sekitar. Selain daripada itu, kolam tersebut memiliki fungsi untuk mengatur ekosistem dan sebagai fungsi estetika (keindahan).

World Heritage

Melihat potensi besar yang dimiliki oleh pura ini, maka Bapak Ida Anak Agung Gde Agung bersama Bapak Anak Agung Prana berusaha untuk mengajukan Pura Taman Ayun sebagai salah satu warisan budaya dunia (world heritage) di UNESCO.

Diceritakan bahwa perjuangan mereka tidaklah mudah karena banyak hal yang harus dihadapi, namun karena doa dan kerja keras yang luar biasa dari banyak pihak yang mendukung, pada akhirya usulan tersebut diterima oleh 14 negara komite yang salah satunya adalah Malaysia yang masa itu pernah berpolemik dengan Indonesia lantaran kasus tari Pendet dan Reog Ponorogo yang diklaim oleh Malaysia.

Pencapaian awal yang luar biasa karena setelah menyandang predikat tersebut, hal utama yang harus dilakukan adalah bagaimana memanfaatkan predikat tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Sejak mendapat predikat UNESCO World Heritage tahun 2012, Taman Ayun mendapat promosi, dan mulai terasa kedatangan wisatawan baik itu wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara terus meningkat dari waktu ke waktu.

Perawatan dan Pelestarian

Catatan penting yang penulis dapatkan dari diskusi berkaitan dengan acara penghijauan di pura Taman Ayun adalah merawat apa yang sudah ada yaitu berkenaan dengan pelestarian lingkungan di kawasan pura Taman Ayun.

Pelestarian lingkungan adalah hal yang sangat penting demi kelanjutan pariwisata dimana pun juga. Tidak kalah penting adalah peran serta dan aktif pemerintah dan masyarakat serta pemangku kepentingan yang lainnya demi kelangsungan dan keberlanjutan pariwisata di Pura Taman Ayun Bali sebagai warisan budaya dunia yang nantinya dapat juga dinikmati oleh generasi mendatang.