Matrikulasi S-2 Kajian Pariwisata juga Diisi ‘Sharing’ Pengalaman Belajar oleh Alumni

Diah Sastri Pitanatri sebagai alumni berbagi pengalaman belajar kepada mahasiswa baru S-2 Kajian Pariwisata, Kamis, 31 Agustus 2017.

Dekan Fakultas Pariwisata, Drs. I Made Sendra, M.Si. membuka program Matrikulasi Prodi Magister Kajian Pariwisata, Senin, 28 Agustus 2017. Program matrikulasi diikuti mahasiwa baru sebanyak 43 mahasiswa, termasuk seorang angkatan lama yang sebelumnya tidak mengikuti matrikulasi.

Menurut Kaprodi Magister Kajian Pariwisata, Prof. I Nyoman Darma Putra, program matrikulasi di kelas akan diisi dengan kunjungan lapangan ke Kebun Raya Gianyar di Desa Kerta, Payangan. Kunjungan lapangan dilakukan Sabtu, 9 September 2017, yang digabungkan dengan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Prodi Magister Kajian Pariwisata.

Matrikulasi diisi oleh para dosentermasuk Prof. Syamsul Alam Paturusi, Prof. KG Bendesa, Prof. Wayan Ardika, Prof. I Nyoman Darma Putra, Dr. Putu Saroyeni Piartini, Dr. AAP Agung Suryawan, dan Dr. I Nyoman Sudiarta.

Selain diisi oleh dosen, acara matrikulasi juga diisi ceramah atau sharing pengalaman belajar dari alumni.

“Ketika alumni menyampaikan pengalaman belajar dan tips-tips sukses, mahasiswa baru antusias menggali,” ujar Prof. Darma Putra.

Program Unggulan

Dalam sambutannya, Dekan I Made Sendra menyampaikan bahwa prodi-prodi pariwisata merupakan program unggulan Unud. Di Indonesia, menurut Dekan Made Sendra, hanya Unud yang sejauh ini memiliki program pendidikan pariwisata dari S1, S2, dan S3.

Dekan Fakultas Pariwisata I Made Sendra saat membuka acara matrikulasi.

“Mari kita bersama-sama memajukan lembaga tempat kita belajar, mari belajar yang baik untuk memajukan lembaga,” ujar Made Sendra.

Dia menyebutkan bahwa pada awalnya Prodi S-2 Kajian Pariwisata, sama dengan program magister dan doktor lainnya berada di bawah Program Pascasajana Unud, namun sejak akhir Desember 2016, bergabung dengan Fakultas Pariwisata sesuai tata kelola Unud yang baru.

Mahasiswa baru peserta matrikulasi.

Dalam sambutannya, Dekan juga memberikan beberapa tips belajar dan topik-topik penelitian yang mungkin akan menarik untuk diteliti saat menulis tugas akhir.

“Topik penelitian banyak sekali, sepanjang kita mau menekuni dan kritis bertanya tentang hal yang mungkin kelihatan biasa,” ujar Made Sendra.

Devi dan Diah Sastri saar berbagi dengan mahasiswa baru.

‘Sharing’ Pengalaman Alumni

Pada hari terakhir matrikulasi (31/8/2017), Prodi mengundang dua alumni untuk berbagi pengalaman belajar. Mereka adalah Diah Sastri Pitanatri, S.ST. Par.,M.Par. dan Putu Devi Rosalina, SS, M.Par., M.Rech., angkatan 2014, yang menamatkan studinya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Diah Satri yang sehari-hari menjadi dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua berbagi pengalaman belajar di S-2 Kajian Pariwisata. Ada lima tips yang diberikan sebagai bahan renungan bagi mahasiswa baru.

Kelima tips itu adalah (1) aktif di kelas, (2) membangun networking dengan sesama teman kuliah dan di luar, (3) disiplin dalam waktu (belajar, riset, tesis), (4) absorb as sponge (menyerap seperti spon), dan (5) baca, baca, baca.

Mahasiswa baru peserta matrikulasi.

“Baca, baca, baca ini termasuk dalam membaca artikel jurnal dalam bahasa Inggris. Bagi saya hal ini adalah pengalaman baru ketika kuliah di S-2. Dosen mengarahkan kami membaca jurnal pariwisata internasional, akhirnya terbiasa karena jelas manfaatnya,” ujar Diah Sastri.

Menurut Diah Sastri, literatur berupa buku dan jurnal wajib dibaca dan didata bukan saja untuk mengerjakan penugasan kelas tetapi juga untuk referensi kelak saat menyusun tesis.

Selain itu, bacaan itu juga memberikan inspirasi untuk menulis, baik menulis makalah, paper seminar, maupun publikasi lainnya.

Buku ‘Wisata Kuliner, Atribut Baru Destinasi Ubud’. Desain cover http://www.epistulacommunications.com/

“Usahakan mempublikasikan karya, jangan pulang dengan hampa,” ujar Diah Sastri yang tesisnya dikembangkan menjadi buku Wisata Kuliner, Atribut Baru Destinasi Ubud (2016), ditulis bersama I Nyoman Darma Putra, yang merupakan pembimbing tesisnya..

Mendukung presentasi Diah Sastri, Devi Rosalina menyampaikan pengalaman mengikuti kunjungan lapangan dan beasiswa ke Perancis. “The world is our classroom,” ujar Devi, ketika menyampaikan kesan-kesannya tentang belajar di S-2 Kajian Pariwisata. Dia menyebutkan program-program prodi mengunjungi destinais wisata seperti Jatiluwih, seminar ke luar negeri, semuanya merupakan arena untuk belajar. Ruang belajar kita, kata Devi, tidak saja di dalam kelas, tetapi di berbagai tempat.

Putu Devi Rosalina

Devi yang mengikuti program DDIP (Double Degree Indonesia Perancis) di Angers University, Perancis Barat, menyampaikan keberuntungannya memperoleh beasiswa dan pengalaman belajar pariwisata di Eropa. Dia berbagi tips mencari beasiswa, terutama menekankan pentingnya di awal memiliki modal bahasa.

“Selain belajar di kelas membaca artikel jurnal dan buku, kami juga mendapat kesempatan untuk belajar di lapangan, mengamati ikon-ikon destinasi wisata di Perancis,” ujar Devi.

Selama kuliah setahun di Angers, Devi menuturkan bagaimana dia magang di desa wisata Saint Jeans des Mauvrets di Perancis, dan menuturkan pengelolaan desa wisata di sana terutama caranya mem-branding diri agar menarik.

Peserta matrikulasi.

“Desa wisata di Perancis, target pasarnya adalah orang lokal,” tutur Devi, lulusan Sastra Inggris.

Dalam sesi tanya jawab, peserta matrikulasi tertarik mendalami penyusunan proposal, proses bimbingan, tips mencari data agar penelitian dan penulisan tesis berjalan lancar (dp)