Magister Pariwisata Dobrak “Tradisi” Hasil Penelitian Hanya Laporan.

Magister (S2) Pariwisata Universitas Udayana (Unud) meluncurkan sejumlah buku terkait kajian kepariwisataan pada, Selasa (28/5) di Gedung Pascasarjana Unud, Sudirman Denpasar. Peluncuran buku ini menandai upaya Magister Pariwisata untuk mendobrak “tradisi” atau kebiasaan kalangan akademisi di Indonesia yang melakukan penelitian terhenti pada perampungan penulisan laporan.

Dekan Fakultas Pariwisata Dr. I Nyoman Sunarta menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Banyak akademisi terbelenggu pemikirannya katanya menulis buku itu sulit, tapi dosen-dosen di Fakultas Pariwisata terutama dosen-dosen yang mengajar di S2 dan S3 Pariwisata nyatanya sangat produktif,” kata Dr. Sunarta. Ditekankan, banyaknya buku-buku karya akademisi pariwisata Unud yang diperkenalkan ke public akan meningkatkan daya saing Fakultas Pariwisata. Ahli pengelolaan sumber daya air ini berharap buku-buku yang ditulis koleganya ini berimbas pada percepatan kelulusan mahasiswa S2/S3 Pariwisata Unud. “Mudah-mudahan mahasiswa terinspirasi dan tergerak hatinya membaca dengan hadir pada peluncuran buku ini,” pungkasnya.

Acara yang dipandu Kooprodi Magister Pariwisata Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D dihadiri penulis buku, pejabat di lingkungan Fakultas Pariwisata Unud, mahasiswa Magister dan Program Doktor Pariwisata dan undangan lain.  Gung Dani—panggilan akrab sang kooprodi, menegaskan kunci keberhasilan civitas akademika Magister Pariwisata Unud menghasilkan karya ilmiah baik artikel ilmiah dan buku karena kompetensi metode penelitian yang kuat. “Metode penelitian yang kuat dapat menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas sehingga layak dipublikasikan pada jurnal ilmiah dan buku,” ucapnya. Ungkapan Gung Dani ini diamini Wakil Dekan III Fakultas Pariwisata Unud Dr. I Nyoman Sukma Arida. Menurut Sukma Arida, sudah saatnya hasil-hasil penelitian dipublikasikan dengan bahasa yang dipahami masyarakat luas dan kalangan akademis, sehingga publikasi dalam buku menjadi pilihan tepat dalam diseminasi hasil-hasil penelitian dosen Unud. “Jangan sampai Unud selalu dicap sebagai mercu suar ditengah-tengah masyarakat karena tidak mampu menghasilkan karya-karya yang membumi,” tandasnya.

Ada empat buku yang diluncurkan Magister Pariwisata Unud meliputi “Kulineri Bali dalam Naskah Lontar Masyarakat Bali” yang ditulis mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud Prof. Dr. I Wayan Ardika dan kawan-kawan, buku berbahasa Inggris “Interpretive Structural Modeling in Tourism and Agriculture” yang ditulis Dr. Agung Suryawan Wiranatha dan Dr. IGA Suryawardani, “Wisata Gastronomi Ubud-Gianyar” analisis kritis Prof. Dr. Nyoman Darma Putra. Sementara itu, Dr. Sukma Arida mengkompilasi sejumlah tulisan akademisi Fakultas Pariwisata dalam buku bertajuk”Perencanaan Pariwisata dan Keberlanjutan Lingkungan”. Masing-masing penulis buku memaparkan secara ringkas hasil perenungan terhadap fenomena social yang didalami.

Prof. Ardika secara lugas mengatakan hasil penelitiannya kendat kuliner banyak terdokumentasikan dalam lontar, namun proses pembelajaran dari generasi ke generasi tidak mengacu/membaca lontar tetapi praktik budaya yang dilaksanakan pada banjar adat diseluruh Bali. “ Kuliner Bali ternyata memiliki berbagai fungsi seperti fungsi ritual, pretise dan gender,” tegas Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unud ini. Ditambahkan,fungsi ritual seperti banten suci dan bebangkit, fungsi prestise terkait tradisi ngejot atau menyuguh makanan tradisional tergantung jabatan seseorang; untuk kepala desa biasanya dapat sate tujuh buah. Dalam perspektif gender, perempuan tidak mendapatkan jenis dan jumlah makanan lengkap seperti laki-laki. Dr. Agung Suryawan memaparkan pendekatan soft system dengan metode ISM, sedangkan Dr. Sukma Arida bicara berbagai aspek pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Karangasem. (Sar)