Made Gunawan, Pak Kades yang Bergelar Magister Pariwisata

13388961_10209215977417934_1052331792_o

I Made Gunawan, Kepala Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali (Foto Darma Putra)

Kepala Desa (Kades) Kerta Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, berhasil menyelesaikan pendidikan magister pariwisata pascasarjana Universitas Udayana. Kades Made Gunawan, usia 45 tahun, diwisuda bersama 891 wisudawan Unud, di Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu, 4 Juni 2016.

Made Gunawan tamat dengan tesis “Pengembangan Agrowisata Desa Kerta sebagai Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Agropolitan Payangan Kabupaten Gianyar”. Objek tesis ini adalah potensi wisata di daerahnya sendiri.

Desa Kerta dikembangkan pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata. Tahun 2017, pemerintah akan meresmikan Kebun Raya Desa Kerta sebagai daya tarik wisata. 

Kebun raya tematik seluas 18 hektar itu berisi berbagai tanaman termasuk tanaman untuk upacara dan obat-obatan.

“Daerahnya sejuk, karena dekat Kintamani, kami harap banyak wisatawan datang berkunjung,” kata Made Gunawan optimistik.

Desa Kerta juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata agro dan agropolitan. Dengan pengetahuan yang diperoleh di jenjang magister pariwisata, dia berharap bisa mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desanya menjadi destinasi wisata yang memikat wisatawan dan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penuhi Tuntutan

Made Gunawan mengatakan bahwa dia semangat untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana program adalah untuk memenuhi tuntutan akan kualitas pelayanan untuk masyarakat. 

“Idealnya SDM pemerintah meningkat sejalan dengan kemajuan masyarakat yang hendak dilayani,” ujar Made. Sebagai kepala desa, Made Gunawan melihat kemampuan masyarakat dan tuntunan mereka terus meningkat di bidang pelayanan publik. 

“Selaku aparat, kami juga perlu meningkatkan kemampuan diri agar bisa memberikan pelayanan sesuai yang diharapkan publik,” kata Gunawan, yang menyelesaikan pendidikan sarjan di Fakultas Pertanian Unud, tahun 1997.

Gunawan memang senang belajar, mencari pengetahuan, dan meningkatkan kualitas diri. Tak puas dengan gelar insinyur pertanian, dia belajar lagi di Fakultas Hukum Universitas Dwijendra, tamat tahun 2009. Tak lama setelah itu, dia melanjutkan ke Prodi Magister Kajian Pariwisata, tamat 2016.

Selama kuliah di Denpasar, Kades yang tinggal di Payangan ini menempuh jarak sekitar 40 km setiap kuliah, berarti bolak-balik 80 km. Kuliah berlangsung sore hari, usai kuliah dia baru bisa tiba di rumah pk. 23.00.

“Kadang juga kena hujan di jalan, kami tetap bersemangat, syukurlah bisa tamat berkat bimbingan para dosen,” katanya sambil mengatakan bahwa dosen Prodi Magister Kajian Pariwisata sangat profesional, berpengetahuan, dan mumpuni (*)