Lokakarya “World Heritage and Disaster Risk Mitigation: For Sustainable Heritage Tourism in Bali”

Desain oleh Espitula Communications Bali

Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana menjadi tuan rumah lokakarya “World Heritage and Disaster Risk Mitigation: For Sustainable Heritage Tourism in Bali”, 5-7 Maret 2017. Lokakarya ini merupakan kerja sama dengan para peneliti dari Jepang dan Belgia.

Peneliti dari Jepang berasal dari The University of Tokyo, Teikyo Heisei University, Tama University, Senshu University, dan Waseda University, sedangkan peneliti Belgia berasal dari University of Leuven. Jumlah peserta adalah 15 orang.

Salah satu inisiator lokakarya ini, Prof. Shinji Yamashita dari University of Tokyo menyampaikan bahwa di beberapa tempat terjadi bencana dan serangan terorisme yang tidak saja mengorbankan manusia tetapi juga warisan budaya seperti bangunan bersejarah.

Dia menyebutkan bahwa gempa bumi di Nepal tahun 2015 menghancurkan warisan budaya dunia Durbar di Kathmandu, dan gempa Kumamoto tahun 2016 menghancurkan Kuil Kumamoto, situs historik nasional Jepang.

“Penelitian ini merupakan kerja sama keahlian antropolog dan arsitek untuk membahas penyelamatan warisna budaya dari bencana-bencana yang mungkin menimpa,” ujar Prof. Yamashita.

Menurut Prof. Yamashita, selain di Bali, lokakarya juga dilaksanakan di Jepang, Cina, dan Turki, dengan mengundang sarjana atau peneliti lokal yang ahli di bidang yang relevan dengan warisan budaya. Lokakarya terfokus apda diskusi perspektif sustainable heritage tourism.

Subak Jatiluwih yang masuk warisan budaya dunia UNESCO. Wisatawan Perancis yang terbanyak berkunjung ke objek wisata sawah berundak ini (Foto Darma Putra).

Pandangan Pelestarian

Menurut Prof. I Nyoman Darma Putra, Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud selaku koordinator lokal lokakarya, lokakarya ini membahas aspek tantangan dan peluang pelestarian warisan budaya (heritage).

“Apa yang perlu dilakukan jika warisan budaya terkena bencana. Juga dibahas perlunya membangun kesadaran msyarakat untuk menjaga warisan demi keberlanjutan,” ujarnya.

Dalam lokakarya, para sarjana dari Bali akan berbagi pandangannya mengenai pelestarian warisna budaya.

Menurut Darma Putra, lokakarya menjadi arena berbagi pengetahuan dan jaringan akademik peserta.

Kunjungan Lapangan

Darma Putra menyampaikan bahwa lokakarya diawali dengan kunjungan lapangan sesuai dengan tema seminar selama dua hari. Mereka mengunjungi daya tarik wisata Jatiluwih dan Taman Ayun yang merupakan bagiand ari warisan budaya dunia UNESCO. Tempat lain ayng dikunjungi adalah Ubud, Sungai Pakerisan, Pura Batur, Danau Batur, dan Besakih.

“Kami juga mengunjungi Borobudur di Jawa Tengah,” ujar Hiroi Iwahara, salahs atu koordinator lokakarya, dari Waseda University.

Hiroi yang melakukan penelitian untuk doktornya di Bali beberapa waktu lalu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang lancar dari Prodi Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Peserta

Peserta dari Jepang terdiri dari ahli budaya dan pariwisata. Mereka adalah:

  1. Shinji Yamashita (Tokyo University/Teikyo Heisei University)
  2. Tomoko Kano (Teikyo Heisei University)
  3. Megumi Doshita (Tama University)
  4. Takae Tanaka (Tama University)
  5. Hiroi Iwahara (Waseda University)
  6. Yoshimi Yamashita (Senshu University)
  7. Noel Salazar (University of Leuven, Belgium)
  8. Yoshimi Yamashita (Senshu University)

Peserta dari Bali adalah

  1. I Wayan Ardika (Udayana University)
  2. I Nyoman Darma Putra (Udayana University)
  3. AAP Agung Suryawan Wiranatha (Udayana University)
  4. Gde Indra Bhaskara (Udayana University)
  5. Dewa Putu Oka Prasiasa, A.Par.,MM (STIMI Handayani Denpasar)
  6. Luh Micke Anggraini (Sekolah Tinggi Pariwisata, Nusa Dua)
  7. Nengah Subadra (STIPAR Triatma Jaya Denpasar)