Lokakarya ‘Road Map’ Penelitian Tesis Mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud

Lokakarya peta jalan penelitian tesis mahasiswa magister Kajian Pariwisata, Universitas Udayana, 15 April 2016.

Lokakarya peta jalan penelitian tesis mahasiswa magister Kajian Pariwisata, Universitas Udayana, 15 April 2016.

Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana menggelar lokakarya ‘Road Map Penelitian Tesis Mahasiswa’ untuk panduan lima tahun ke depan, 2016-2021.

Lokakarya yang berlangsung Jumat, 15 April 2016, menampilkan Prof. I Wayan Ardika yang menyajikan hasil kajiannya terhadap isi tesis mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata dalam 15 tahun terakhir, sejak prodi ini berdiri 2001.

Lokakarya road map (peta jalan) ini diikuti para dosen dan tujuh orang perwakilan mahasiswa. Acara berlangsung sekitar tiga jam dan menghasilkan beberapa point penuntun mahasiswa dalam memilih topik penelitian untuk tesis mereka.

Pada saat membuka lokakarya, Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud, Prof. I Nyoman Darma Putra menyampaikan bahwa tujuan lokakarya adalah menyusun dokumen yang berisi topik-topik menarik dan aktual yang bisa digarap oleh mahasiswa sebagai rencana riset tesis.

“Selama ini, banyak mahasiswa kesulitan mencari topik, dengan adanya daftar topik makro yang bisa digarap, mahasiswa diharapkan dapat inspirasi menggarap sub-topik yang sesuai minat dan kemampuannya,” ujar Darma Putra.

Dalam lokakarya juga mengemuka beberapa persoalan yang berkaitan dengan kurikulum. “Mahasiswa agar diberikan materi teori pariwisata sehingga tesis mereka memiliki basis teori yang kuat sehingga hasil analisisnya meyakinkan,” kata Darma.

Prof. Ardika sebagai narasumber.

Prof. Ardika sebagai narasumber.

Dominan Positivistik

Dalam paparannya, Prof. Ardika menyampaikan bahwa beberapa paradigma dalam penelitian pariwisata yaitu paradigma positivistik, interpretif, feminisme, postmo, dan yang menggunakan pendekatan teori chaos.

“Yang dominan adalah positivistik, padahal banyak paradigma kritis lainnya,” ujar Prof. Ardika. Paradigma positivistik, menurut Ardika, mengandaikan hanya ada satu jawaban ‘benar’ atas persoalan dalam pariwisata. “Nyatanya sebuah persoalan dapat memiliki banyak solusi,” tambahnya.

Peserta lokakarya dosen dan mahasiswa aktif berdiskusi.

Peserta lokakarya dosen dan mahasiswa aktif berdiskusi.

Prof. Ardika berharap agar ke depan, kajian pariwisata dari mahasiswa berani melakukan kajian dengan paradigma postmodernisme  dan juga meningkatkan riset-riset dengan spirit feminisme yang akan dapat memperkaya hasil penelitian pariwisata kita.

Mahasiswa ikut dalam lokakarya.

Mahasiswa ikut dalam lokakarya.

Topik Menarik

Dalam lokakarya itu disepakati sejumlah topik menarik yang ditawarkan kepada mahasiswa seperti kajian ‘host and guest’, pariwisata alternatif, dark tourism (masalah-masalah negatif akibat kepariwisataan), pariwisata berkelanjutan, kebijakan pariwisata, trend baru dalam pariwisata, dan ICT (information communication technology).

“Di luar itu, jika mahasiswa sudah memiliki topik yang orisinal dan dapat menulis tesis berkualitas, dipersilakan menggarap topik pilihannya,” ujar Darma Putra.

Topik pilihan itu disampaikan untuk membantu mahasiswa yang sulit mendapatkan topik sehingga bisa terbantu dengan pilihan yang ada. Tujuannya adalah agar tesis mahasiswa benar-benar berkualitas dan up to date dengan perkembangan pariwisata lokal, nasional, dan internasional.