Liputan Pariwisata Kian Luas karena Kemajuan Teknologi Informasi

Darma Putra (tengah baju kotak-kotak) dengan para penulis pariwisata usai diskusi.

Darma Putra (tengah baju kotak-kotak) dan Staf Ahli Menpar I Gusti Ngurah Putra (kanan kaos putih) dengan para penulis pariwisata usai diskusi.

Liputan berita pariwisata belakangan ini kian luas karena kemajuan teknologi informasi. Hampir setiap media cetak, on-line, elektronik memiliki rubrik ‘pariwisata’ yang memberi ruang luas untuk publikasi berita dan liputan pariwisata.

Demikian disampaikan Prof. I Nyoman Darma Putra, Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana, dalam diskusi dengan wartawan dan penulis pariwisata Bali di Taman Sari Hotel and Spa, Pemuteran, Bali Utara, Jumat (27 November). Acara bimbingan teknis promosi pariwisata mancanegara pada media yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata yang dipandu oleh staf ahli Menteri Pariwisata I Gusti Ngurah Putra ini diikuti sekitar 20 penulis itu .

Tampil juga sebagai narasumber dalam acara tersebut Deputi Menteri Bidang Pemasaran Mancanegara Prof. I Gde Pitana,M.S. dan I Gusti Agung Prana selaku tokoh pariwisata dan perintis pariwisata di Pemuteran.

Menurut Darma Putra, tidak pernah dalam sejarah perkembangan media massa, topik pariwisata mendapat ruang publikasi seluas dewasa ini. Informasi tentang pariwisata sangat banyak di media on-line.

“Hal ini berdampak positif pada daya tarik wisata di berbagai tempat di Indonesia karena mendapat promosi,”ujar Darma Putra yang memiliki pengalaman panjang sebagai wartawan.

Dalam era kemajuan teknologi informasi lewat internet ini, daya tarik wisata baru atau event wisata di berbagai daerah di Indonesia dengan cepat mendapat promosi sehingga cepat dikenal oleh masyarakat. Dalam liputan wisata sering juga muncul tempat-tempat makan baru dan menu makanan khas memikat yang dikemas oleh para penulis atau jurnalis dengan berita ‘wisata kuliner’.

“Liputan wartawan akan menyebar cepat melampaui batas negara hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Hanya saja, menurut Darma Putra, liputan wisata selama ini lebih banyak berisi informasi yang diperlukan wisatawan daripada mengangkat peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata di daerahnya. “Liputan yang ada selama ini lebih pro-wisatawan, kurang pro-rakyat,” ujar Darma Putra.

Menurut Darma, liputan yang pro-wisatawan adalah hal yang wajar, namun para jurnalis juga perlu mengapresiasi peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata di daerahnya, termasuk memotivasi mereka untuk menggali peluang-peluang berusaha yang bisa mereka tekuni jika ingin ikut menikmati manfaat ekonomi pariwisata.

“Dalam liputannya, wartawan bisa mempromosikan destinasi sekaligus mendorong sikap positif masyarakat terhadap perkembangan pariwisata secara umum khususnya yang ada di daerahnya,” tambah Darma.

Menurut pengamatan Darma Putra, perasaan ‘sadar wisata’ di beberapa tempat perlu ditingkatkan agar masyarakat bisa menjadi host yang baik. “Jika wisatawan puas, keuntungan ekonomi pariwisata akan bertambah dan masyarakat akan menikmati manfaatnya,” tambah Darma.