Kunjungan Mahasiswa Magister Pariwisata ke Thailand: Bukan Jalan-Jalan Biasa, Gali Data Dan Presentasi Pariwisata Bali

Rombongan mahasiswa Magister Pariwisata Unud yang terdiri dari 34 mahasiswa dan 7 dosen  pendamping mengadakan perjalanan wisata ke negeri gajah putih pada minggu terakhir maret 2019. Di Thailand, para mahasiswa S2 ini bukan sekedar jalan-jalan biasa, namun mereka berkewajiban “menikmati” pengalaman wisata akademis. Mahasiswa ditugaskan menggali data lapangan, dan presentasi tentang kondisi pariwisata Bali sehingga masyarakat Thailand punya gambaran lebih jelas tentang Bali.

 “Tujuan kegiatan ini agar mahasiswa dapat membandingkan pengalaman akademis ilmu kepariwisataan di dalam dengan realitas lapangan, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan analitis yang konfrehensif nantinya,” tutur Ketua Prodi Magister Pariwisata Dr. Ir. IGA Suryawardani, M.Mgt, Ph.D belum lama ini. Gung Dani—begitu akademisi ini biasa disapa–, menjelaskan lazimnya kegiatan studi tour diisi kegiatan melajah sambil melali maka kegiatan akademis dan leisure/mengisi waktu luang menjadi agenda pokok. Dalam konteks akademis, lanjutnya, mahasiswa mesti menyebarkan kuisiner yang telah disiapkan sebelum berangkat. Masing-masing mahasiswa harus mewawancarai tiga orang wisatawan asing yang ditemuinya di Laser Budha sebuah destinasi wisata international Thailand. Di samping melakukan wawancara ke Government Tourism Office in Pattaya untuk mencari informasi pendukung. “Data yang digali melalui kuisioner selanjutnya akan diolah, analisis, dan didiskusikan dikelas selanjutnya seluruh informasi kepariwisataan akan disusun dalam laporan kelompok, untuk mendapatkan nilai,” tegas Gung Dani.

Kegiatan akademis lainnya, papar Gung Dani,  mahasiswa Magister Pariwisata Unud mempresentasikan isu-isu kepariwisataan Bali di Department of Development and Sustainability, Asian Institute of Technology (AIT), Bangkok. Dua mahasiswa Akbar Isawatul Jariadi dan Yogi Birrul Sugandi mempresentasikan makalah berjudul “ the characteristics Satisfaction dan Loyalty of Foreign Tourissts Visiting  Denpasar” Presentasi ini disambut antusias kalangan akademisi tuan rumah yang dipimpin Prof. Vilas Nitivattananon, terbukti ada sejumlah pertanyaan kritis yang diajukan. Kagiatan kunjungan ke AIT diakhiri dengan tukar-menukar cendramata kedua belah pihak. Semantara itu, kegiatan non akademis berupa kunjungan ke tempat-tempat wisata seperti Laser Budha, Pattaya, dan silver lake. (SAR).