Kunjungan Keempat Kali Mahasiswa Monash University ke Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra memberikan kenang-kenangan buku karyanya kepada dosen Monash University A/Prof Jemma Purdey (foto Ida Bagus Soma).

Untuk keempat kalinya, mahasiswa The National Centre for Australian Studies, Monash University, Australia berkunjung ke Prodi Magister Kajian Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud, Kamis, 7 Desember 2017.

Kunjungan sebelumnya, tiga kali berturut-turut adalah 2014, 2015, dan 2016. Dalam setiap kunjungan, diisi dengan seminar. Untuk kunjungan keempat tahun ini, selain seminar, juga dilaksanakan nonton bersama film pendek yang terpilih dalam Australia-Indonesia Short Film Festival 2017. Mahasiswa Monash University berjumlah 23 orang diantar dosen pembimbing A/Prof. Jemma Purdey. Sebelum ke Bali, mereka melakukan lawatan akademik ke Bandung dan Yogyakarta.

Mereka disambut oleh Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra bersama sekitar 60 mahasiswa. Hadir juga dalam acara tersebut mahasiswa S-1 dan S-3 Pariwisata Unud.

Dari kiri: Frasiska Prihadi, Darma Putra, Jemma Purdey.

Dalam sambutan pembukaan, Prof. Darma Putra menyampaikan terima kasih atas kepercayaan The National Centre for Australian Studies, Monash University, yang sudah memilih Unud khususnya Prodi Magister Kajian Pariwisata untuk kunjungan akademik di Bali.

Dalam setiap kunjungan yang sudah berlangsung empat kali, acara diisi dengan perkenalan antar-mahasiswa, diskusi hubungan Indonesia dan Australia dalam konteks pariwisata.

“Tahun ini, acaranya lebih istimewa karena ada pemutaran film-film pendek karya film makers Indonesia dan Australia,” ujar Darma Putra, alumnus The University of Queensland, Australia.

Dalam seminar, tampil tiga pembicara yaitu Jemma Purdey dengan topik “Australia and Indonesia: Perceptions, connections and encounters”, Darma Putra dengan topik “Bali-Oz Connections: Tourism, Film and Community”, dan Fransiska Prihadi (mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata dan Direktur Program Minikino) dengan topik “Australia+Indonesia Short Film Festival”.

Pada kesempatan itu diputar 25 film pendek yang masuk dalam pilihan “ReelOZInd! 2017. Menurut Jemma Purdey yang juga organiser ReelOZInd short film festival, film-film ini dipilih dari sekitar 160 yang disertakan dalam seleksi.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga Indonesia dan Australia,” ujar Jemma yang belum lama ini menerbitkan buku yang disunntingnya berjudul Linking people: Connections and encounters between Australians and Indonesians, yang sudah hadir dalam terjemahan Indonesia juga.

Diskusi berjalan dengan semarak, bak mengenai film maupun tentang hubungan Indonesia-Australia. “Australia merupakan pasar utama pariwisata Bali. Hubungan antar-masyarakat keduanya pun menjadi akrab karenanya,” ujar Darma yang dalam presentasinya membahas kisah bintang iklan Ketut dan Rhonda dalam iklan film sebuah perusahaan asuransi di Australia.

Usai acara, Darma Putra menerima buku karya Jemma Purdey Linking people: Connections and encounters between Australians and Indonesians dan menyerahkan buku karya (bersama Diah Sastri) berjudul Wisata Kuliner Atribut Baru Destinasi Ubud (2016) (*).