Kunjungan Mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata ke Bagus Agro Pelaga

11959962_10207132359208781_3573743818174630810_n

Mahasiswa Kajian Pariwisata Unud Angkatan 2015 saat kunjungan di Bagus Agro (Foto-foto Darma Putra)

Sekitar 80 mahasiswa dan dosen Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana mengadakan kunjungan wisata ke Bagus Agro di Pelaga, Kabupaten Badung, Bali, Jumat, 28 Agustus. Bagus Agro terletak 46 km utara kota Denpasar.

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Angkatan 2015 yang berlangsung 24-28 Agustus. Ikut juga dalam kunjungan itu mahasiswa Angkatan 2014. 

Para dosen yang mendampingi mereka adalah Dr. Syamsul Alam Paturusi, Dr. Widiastuti, Dr. Nyoman Sudiartha, Dr. I Wayan Suardana, Dr. Dewa Putu Oka Prasiasa, Dr. Ida Bagus Surya, Dr. Ida Bagus Pujaastawa, dan Ketua Program Studi Prof. I Nyoman Darma Putra

Ketiba tiba di Bagus Agro, mahasiswa disambut dengan juice, olahan aneka buah yang dipetik dari kebun. Acara diisi dengan melihat dari dekat perkebunan, fasilitas dan daya tarik agrowisata, rekreasi, dan diskusi tentang pariwisata Bali dengan nara sumber Bagus Sudibya, pemilik Bagus Agro.

Di areal sekitar 18 hektar itu, terdapat kebun strawberry, sayur-sayuran termasuk asparagus, jeruk, cabe, tomat, terong, pepaya, dan bunga mawar.

Di sana juga terdapat camping ground yang luas dengan pesona alam sekitarnya yang sejuk dan indah, hijau mempesona. Ada juga beberapa villa lengkap dengan kolam renang.

Pariwisata Berkelanjutan

Dalam diskusi tersebut, Bagus Sudibya menjelaskan latar belakang pendirian Bagus Agro sebagai usaha untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan dan berbasis kerakayatan. Selain Bagus Agro, Bagus Sudibya juga mengelola Bagus Jati di Karangasem, semuanya di daerah terpencil. Masyarakat yang bekerja di sana tidak perlu ramai-ramai urbanisasi ke kota.

Pada awalnya, tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk mengkombinasikan aktivitas pertanian dengan pariwisata dengan membuat agrowisata. “Namun, setelah berhasil, masyarakat menyambut. Mereka bisa bekerja di desa sendiri, tidak perlu repot-repot ke kota,” kata Bagus Sudibya yang pernah menjadi Ketua Bali Tourism Board (BTB).

Agrowisata memiliki banyak kelebihan. “Model wisata ini tidak saja mengembangkan pariwisata berbasis pertanian tetapi juga membuat hasil pertanian memiliki nilai tambah, value added,” kata Bagus Sudibya.

Selain itu, Bagus Sudibya juga mengatakan bahwa pengembangan pariwisata berbasis pertanian berarti juga penguatan pariwisata budaya. “Karena pertanian kita adalah kebudayaan juga,” kata Bagus Sudibya.

Mahasiswa antusias mengikuti diskusi seperti halnya mereka antusias menikmati kebun-kebun yang terdapat di Bagus Agro.

IMG_7122

Bagus Sudibya dan istri menyambut mahahasiswa ketika tiba.

IMG_7119

Welcome drink berupa strawberry juice dipetik dari kebun.

IMG_7129

11947574_10207132360168805_2270276181971775615_n 11951773_10207132360128804_4851068436066700478_n

11905785_10207132360088803_9116936528081178538_n

Ruang meeting yang mewah dan modern di Bagus Agro.

11904666_10207132359368785_4797204566876014313_n 11954571_10207132359288783_6893483119478771314_n 11259115_10207132359328784_6104268816848701889_n