Ditandatangani, Kesepakatan ‘Double Degree’ Magister Pariwisata Unud-University of Glasgow

Penandatangnan nota kesepakatan program double degree Magister Pariwisata Unud dengan University of Glasgow. Dari kiri: Prof. I Made BUdiarsa, Prof. I Made Suastra, Prof Frank Coton, Prof. I Nyoman Darma Putra, dan Dr. Putu Sri Harta Mimba.

Penandatanganan nota kesepakatan program double degree Magister Pariwisata antara Unud dengan University of Glasgow, UK. Dari kiri: Prof. I Made Budiarsa, Prof. I Made Suastra, Prof Frank Coton, Prof. I Nyoman Darma Putra, dan Dr. Putu Sri Harta Mimba.

Kesepakatan untuk melaksanakan program double degree magister pariwisata antara Universitas Udayana dan University of Glasgow (UG) Inggris ditandatangani di Kampus Unud Sudirman, Jumat, 20 Mei 2016. Program ini mulai berlaku sejak ditandatangani.

Dari pihak Unud, penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dilakukan oleh Pembantu Rektor IV Prof. I Made Suastra dan Asisten Direktur 1 Pascasarjana Unud Prof. I Made Budiarsa, sedangkan dari pihak UG diwakili oleh Vice Principal & International, Dean for South East Asia Prof. Frank N. Coton.

Acara penandatanganan MoA itu juga dihadiri oleh Dr. Putu Sri Harta Mimba dan staf dari Centre for International Program (CIP) Unud, Ketua Prodi Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra, dan Irma Rahyuda Mahendra Pendit,M.Par, mewakili Dekan Fakultas Pariwisata .

Program Pertama

Profesor Coton menyampaikan bahwa UG memiliki kerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia, namun kerja sama double degree dengan Unud merupakan program kerja sama akademik yang pertama.

“Di Indonesia, dengan Unud yang pertama, kalau di luar Indonesia kami punya kerja sama pendidikan gelar master dengan universitas di Eropa dan Kanada. ” ujar Prof. Coton tersenyum.

Frank Coton menyampaikan rasa gembiranya bisa merealisasikan kesepakatan antara UG dan Unud. Kerja sama Unud dan UG juga meliputi kolaborasi riset dan publikasi.

“Dalam hal riset, kami bisa melamar funding bersama,” katanya. Riset bersama akan berujung pada publikasi bersama di jurnal internasional, sesuatu yang akan menguntungkan kedua lembaga dan staff.

Double Degree

Program double degree (gelar ganda) dirancang untuk mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud untuk melanjutkan pendidikan tingkat master di UG.

Sistem gelar ganda ini dilaksanakan dengan sistem satu plus satu, artinya mahasiswa Magister Kajian Pariwisata Unud kuliah di Unud selama setahun pada tahun pertama, dan setelah itu melanjutkan kuliah di UG selama setahun. “Satu tahun di Unud, satu tahun di UG, istilahnya satu plus satu,” ujar Darma.

Selama di Unud, mahasiswa harus menyelesaikan semua mata kuliah dan menyusun proposal tesis. “Proposal itu bisa dijadikan proposal untuk tesis di UG,” tutur Darma.

Setelah pulang dari UG dengan satu gelar master, mereka kembali ke Unud dan mendapatkan gelar master atas studinya tahun pertama.

Brosur master pariwisata University of Glasgow.

Brosur master pariwisata University of Glasgow.

Program master pariwisata yang ditawarkan UG ada dua yaitu “Tourism, Heritage and Development” (gelarM.Sc.) dan “Tourism, Heritage and Sustainability” (gelar M.Sc.). “Mahasiswa kami mendapat kuliah tersebut di Bali sebelum melanjutkan ke UG,” ujar Darma..

UG juga menawarkan beberapa mata kuliah opsional yang berkaitan dengan pariwisata yaitu perubahan iklim, lingkungan dan masyarakat, serta lingkungan dan komunikasi. “Mata kuliah ini memberikan wawasan bagi mahasiswa untuk menghadapi fenomena aktual yang terjadi dewasa ini,” kata Dr. Gauillaume Tiberghien, dosen UG yang sempat ke Unud beberapa bulan sebelumnya untuk merancang program gelar-ganda ini..

Selama ini, Prodi Magister Kajian Pariwisata sudah melaksanakan program serupa dengan dua universitas di Perancis (DDIP) yaitu Angers University dan Paris-1 (Sorbonne University). Program ini berjalan sejak 2010 dan sudah menamatkan sejumlah master, dan doktor. Program doktor ditempuh dengan dua plus dua.

Untuk melaksanakan program gelar ganda, mahasiswa memerlukan beasiswa. Selama ini, program DDIP dibiayai beasiswa pemerintah Indonesia lewat Dikti, sedangkan jika program ini berjalan dengan UG, mahasiswa diharapkan bayar sendiri atau mencari beasiswa yang disediakan pemerintah Indonesia.

Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Prof. Darma Putra menyerahkan buku kepada Prof. Frank N. Coton dari University of Glasgow.

Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Prof. Darma Putra menyerahkan buku kepada Prof. Frank N. Coton dari University of Glasgow.

Buku Kenangan

Di sela penandatanganan MoA itu, Darma Putra menyerahkan kenang-kenangan buku kepada Prof. Frank Coton. Buku yang diserahkan sebanyak dua eksemplar berjudul Recent Developments in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress (2015) disunting oleh I Nyoman Darma Putra dan Siobhan Campbell.

Buku ini diterbitkan oleh Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud bekerja sama dengan Buku Arti, Denpasar, dalam perayaan 15 tahun Prodi Magister Kajian Pariwisata, berdiri sejak 2001. (*)