Kesan Mahasiswa dari Korea, Kang Hyeonseock, Belajar di Magister Kajian Pariwisata Unud

Kang Hyeonseock bersama Kaprodi Prof. I Nyoman Darma Putra membawa tesis dengan cover hitam beraksara Korea.

Langit menangis sedih, airmata pun membasahi hatiku. Waktu untuk meninggalkan Indonesia semakin dekat dan memaksa saya mengabaikan keinginan untuk tetap tinggal.

Akhirnya proses menuju pesawat ke Korea di Bandara Ngurah Rai begitu dekat, saya pun mengambil tiket. Ingin rasanya mengulang saat-saat mengobrol bersama dgn saudara-saudari dari Indonesia.

Tiada kata selain permohonan maaf, jika selama ini ada sikap saya yang kurang berkenan di hati teman-teman. Rasanya hati ini seperti ingin bersama lebih lama lagi, begitu banyak hal yang masih ingin dilakukan bersama teman-teman di Indonesia.

Kang Hyeonseock dengan teman-teman mahasiswa saat belajar bahasa Korea.

Dengan keterbatasan kemampuan saya berbahasa, tidak cukup rasanya untuk bisa mengekspresikan maksud saya kepada kalian, saudaraku~~.

Saya mencintai Unud, Bali, dan Indonesia, terima kasih untuk kesempatan ini.

Prodi Kajian Pariwisata merupakan program studi yang menjadi studi saya selama dua tahun terakhir di Universitas Udayana (Unud). Suatu keberuntungan bagi saya pribadi karena melanjutkan studi di kampus yang secara inklusif sebagai ‘Wonderful Indonesia’.

Teman-teman mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dan belajar bersama dengan gembira. Saya merasa nyaman dan aman karena masyarakat Indonesia ramah, unik, dan terbuka.

Kang Hyeonseock (kiri depan baju merah) serius mendengarkan ceramah mengenai Agrotourism di Bagus Agro, Pelaga, Badung Utara, Bali.

Kesulitan yang sempat terpikirkan saat di Korea ternyata hanya pola pikir (mindset) yang keliru sebab kehidupan sehari-hari selama di Indonesia membawa kesenangan bagi saya. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saya pernah mengunjungi kebun kopi, sekolah atau desa yang terletak di kampung di Bali yang jauh dari keramaian. Terkadang berpartisipasi dalam upacara pernikahan, pemakaman, dan potong gigi.

Saya dapat merasakan budaya tradisional masyarakat Bali. Pikiran terbuka (open mind) mereka menambah wawasan pengetahuan dan memberikan pandangan atau misi yang baru bagi saya yang sebelumnya hanya tinggal di Korea. Saya ucapkan terima kasih kepada Pulau Dewata Bali.

Perhatian dan kesempatan sebagai mahasiswa dan keluarga besar Universitas Udayana begitu bermakna bagi saya pribadi. Berkat dorongan besar dari dosen-dosen dan pegawai, saya dapat menyelesaikan pendidikan Program Magister Pariwisata Universitas Udayana.

Saya ucapkan terima kasih untuk kampus yang memiliki visi sebagai institusi pendidikan yang unggul, mandiri, dan berbudaya yaitu almamater tercinta Universitas Udayana.

Sebagai PNS yang sudah lama tidak belajar setelah lulus S2 Ilmu Hukum di Dongguk University pada tahun 1993, melanjutkan gelar master di luar negeri adalah tantangan besar.

Dengan berbagai tantangan dalam belajar kajian pariwisata, berkat bimbingan dosen-dosen di Unud, terutama Prof. Darma Putra dan Dr. Syamsul Alam Paturusi, akhirnya pembelajaran di S2 Unud dapat terselesaikan. Saya juga terkadang melakukan diskusi dan sharing dengan teman-teman tentang studi kami.

Kang Hyeonseock dengan Sekretaris Prodi Dr. Syamsul.

Tak ada kata yang lebih indah untuk saya ucapkan selain terima kasih kepada dosen, staff dan teman-teman di Program Studi Magister Kajian Pariwisata.

Di suatu waktu, Prof. Darma Putra merekomendasikan agar saya mengajar teman-teman sekelas tentang budaya Korea dan Bahasa Korea, maka pengalaman tersebut di Unud selama dua semester menjadi kenangan (moments) yang berharga setelah kembali ke Korea.

Menariknya, Prof. Darma berpesan dengan slogan “memang ada jawaban di lapangan daripada di meja tulis”. Pesan ini terbukti karena saya menemukan fakta-fakta yang menarik seperti karakteristik wisatawan, hubungan transaksional agen perjalanan wisata, dan fakta-fakta unik lainnya.

Memang di masa kepemimpinannya, Prof. Darma Putra mementingkan studi lapangan sehingga mahasiswa dapat mengetahui korelasi antara teori dan praktek di lapangan. Mahasiswa seringkali diajak untuk melakukan studi lapangan seperti mengunjungi situs warisan budaya subak Jatiluwih dengan daya tarik Rice Terrace nya, Taman Ayun, dan daya tarik wisata lainnya.

Kang Hyeonseock (tengah pegang spanduk) saat kunjungan lapangan ke Bagus Agro, Pelaga, 28 Agustus 2015.

Mahasiswa juga dipertemukan dengan stakeholder yang memiliki peranan penting dalam pembangunan kepariwisataan Indonesia yaitu ITDC di Nusa Dua.

Terima kasih Prof. Darma Putra, dan semangat teman-teman di S2 Kajian Pariwisata Unud.

Akhir kata, saya meminta saudara-saudari Indonesia menginformasikan ketika mengunjungi Korea karena ada sopir yang baik dan gratis bagi teman-teman Indonesia, Namanya Kang Hyeonseock.

Salam dan sampai jumpa~~

(dikutip dari status FB Kang Hyeonseock, Senin 23 Januari 2017 siang).