Kelas Internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud Studi Lapangan ke Pantai Pandawa

Mahasiswa kelas internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata sedang menggali informasi mengenai pariwisata berbasis masyarakat di Pantai Pandawa (Foto Darma Putra)

Mahasiswa kelas internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata sedang menggali informasi mengenai pariwisata berbasis masyarakat di Pantai Pandawa (Foto-foto Darma Putra)

Mahasiswa kelas internasional Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana Angkatan 2016 melakukan studi lapangan ke Pantai Pandwa, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Jumat 15 Oktober 2016. Mereka terdiri dari lima mahasiswa dari Jerman, dan sebelas mahasiswa Indonesia.

Studi lapangan ke Pantai Pandawa dilaksanakan sebagai bagian dari perkualiahan “Community Based Tourism” yang diasuh dosen Prof. I Nyoman Darma Putra dan Gde Indra Baskara, M.Sc., Ph.D. Di Pantai Pandawa, mahasiswa diterima oleh I Wayan Kasim selaku manager pengelola Kawasan Pantai Pandawa dan  Dr. I Nyoman Tingkat, Ketua pembina semua unit usaha, menaungi semua unit usaha termasuk unit Pantai Pandawa.

Dari perbincangan dengan kedua narasumber secara terpisah, mahasiswa mendapatkan banyak informasi mengenai pengelolaan manajemen Pantai Pandawa dan pemberdayaan masyarakat lokal di pantai yang indah ini.

Kunjungan wisatawan setiap harinya mencapai rata-rata 3000 orang. Sebagian besar adalah wisatawan domestik dan lokal. Kunjungan tertinggi terjadi pada Januari 2016, jumlah wisatawan mencapai 22.000 orang. Hal ini terjadi karena pada waktu tersebut merupakan hari libur bersama.

Foto bersama usai wawancara.

Foto bersama usai wawancara.

Dukungan Pemerintah dan Swasta

Pengembangan daerah rekreasi Pantia Pandawa mendapat dukungan pemerintah dan swasta. Managemen Pantai Pandawa terbuka dengan dukungan dari pihak swasta, salah satunya terlihat dari adanya Logo Air Asia di Payung Pantai yang ada di sepanjang Pantai Pandawa. Dukungan juga datang dari pihak pemerintah berupa pelatihan untuk masyarakat lokal.

Fasilitas yang ada di Pantai Pandawa sudah cukup lengkap, dengan tersedianya toilet, tempat bilas, rambu-rambu keamanan, safety guard, pusat informasi, café, warung canoe, namun pihak Pandawa tetap ingin mengembangkan fasilitas daerah wisata tersebut. Hal yangh akan dilakukan adalah dengan penambahan toilet dan juga penghijauan di sekitar Pandawa yang masih terlihat gersang dan rencana penanaman terumbu karang sehingga ada alternatif wisata bagi pencinta diving ataupun snorkeling.

Pengelolaan Pantai Pandawa dievaluasi setiap bulan  Bendesa Adat Kutuh selaku Direktur Utama, untuk menampung semua aspirasi masyarakat lokal setiap tanggal 5 bulan berjalan. Yang dibahas adalah kemajuan pelaksanaan program yang sudah direncanakan dan transparansi pengelolaan.

Dr. I Nyoman Tingkat menerima suvenir dari dosen Gde Indra Baskara,Ph.D.

Dr. I Nyoman Tingkat menerima suvenir dari dosen Gde Indra Baskara,Ph.D.

Beasiswa

Salah satu program yang disediakan oleh pengelola Pantai Pandawa untuk masyarakat lokal adalah beasiswa untuk anak-anak lokal. Beasiswa tersedia dari jenjang Pendidikan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Pantai Pandawa. Diharapkan dengan beasiswa ini anak-anak yang tumbuh di Pantai Pandawa dapat berkontribusi untuk masa yang akan datang.

Pengelolaan Pantai Pandawa sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat setempat. Salah satu contoh bentuk pengelolaannya adalah dengan membiayai upacara-upacara keagamaan. Contohnya, ketika ada upacara Melasti, atau upacara pengarakan ohoh-ogoh sebelum hari Raya Nyepi. Anggarannya semua dibiayai dari pendapatan objek wisata Pandawa. Masyarakat tidak terbeban dengan biaya upacara tersebut seperti terjadi sebelum Pantai Pandawa mendatangkan income.

Dahulunya masyarakat Pandawa adalah petani rumput laut. Sampai saat ini beberapa mereka masih berprofesi sebagai petani rumput laut, namun sudah banyak yang beralih profesi menjadi staf di Badan Pengelola Pantai Pandawa.

Pemerintah sudah pernah memberikan dukungan untuk pengelolaan rumput laut, berupa pelatihan kripik rumput laut, jeli rumput laut dan produk rumput laut lainnya. Namun, hal ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, karena tidak berlanjut dari pihak pemerintah.

Sejauh ini informasi mengenai Pandawa dapat dilihat dalam website dan juga brosur. Namun, yang paling berkontribusi besar dalam peningkatan jumlah wisatawan adalah words of mouth ditambah lagi dengan kekuatan sosial media, seperti instagram facebook dan lain lain.

Pantai Pandawa berpasir putih (Foto Yudha/Tomy)

Pantai Pandawa berpasir putih (Foto Yudha)

Harga tiket masuk untuk ke pandawa tergolong murah dibandingkan dengan objek wisata lainnya. Harga tiket masuk sebesar Rp. 8000. Sejauh ini, pembangunan berbasis masyarakat di Pantai Pandawa adalah contoh suksesnya kegiatan pariwisata berbasis masyarakat, di mana warga turut langsung dalam perencanaan pengelolaan pantai Pandawa.

Pantai Pandawa favorit bagi wisatawan domestik.

Pantai Pandawa favorit bagi wisatawan domestik.

Diharapkan, Pandawa dapat menjaga Prestasinya sebagai Desa Wisata yang sukses sehingga dapat di contoh oleh destinasi wisata lainnya baik yang di Bali maupun Indonesia pada umumnya (Yuliska Labawo, Helmi Laksono,Yudha Eka Nugraha, Ester Margareta)