Kaprodi Kajian Pariwisata Tampil dalam “International Seminar on Food Heritage”

seminar food

I Nyoman Darma Putra (Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud) saat berbicara dalam seminar Food Heritage, 10 Agustus 2015 (Foto Prasista Bestari).

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Unud, Prof. I Nyoman Darma Putra, tampil sebagai salah satu dari empat pembicara dalam International Seminar on Food Heritage, yang diselenggarakan LAB MICE Fakultas Pariwisata di Kampus Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Senin, 10 Agustus.

Dalam seminar yang dibuka oleh PR IV Unud, Prof. Made Suastra, diisi sambutan dari Dekan Fakultas Pariwisata Drs. I Made Sendra, M.Si. itu, tampil empat pembicara lainnya, yaitu tiga dari The University of Toulouse, Perancis, masing-masing Prof. Poulain, Dr. Jasintee, Dr. Laurence, dan satu lagi dari Unud yaitu Prof. Dr. Made Supartha Utama.

Srikandi Kuliner Bali

Darma Putra dalam menyajikan makalah “Heroine of Cuisine: The Role of Women Entrepreneurs in Promoting Balinese Culinary and Supporting Sustainable Tourism”, yang membahas dan mengapresiasi perempuan pengusaha yang mengangkat kuliner Bali.

Dalam pembahasannya, Darma Putra mencontohnya empat perempuan pengusaha Bali yang sukses memperkenalkan kuliner Bali, yaitu Made Masih (Made’s Warung), Men Tempeh (Betutu Gilimanuk), Ny Warti Buleleng (catering), dan Ibu Oka (babi guling di Ubud).

“Berkat kegigihannya untuk mempopulerkan makanan Bali, keempatnya layak disebutkan sebagai ‘srikandi kuliner’ Bali,” ujar Darma.

Dalam empat dekade terakhir, srikandi tersebut, lebih awal atau belakangan, gigih memperkenalkan makanan Bali di warung, restoran dan usaha katering mereka masing-masing. “Usaha mereka berhasil, buktinya kuliner Bali ikut mewarani menu dalam dunia pariwisata,”kata Darma.

Dia mengakui masih ada beberapa perempuan yang juga sukses memperkenalkan kuliner Bali dan mendukung usaha membuat pariwisata Bali berkelanjutan dengan citra budaya Bali yang kuat.

seminar food 2

Dekan Fakultas Pariwisata Drs. I Made Sendra ,M.Si. menyerahkan kenang-kenangan kepada I Nyoman Darma Putra usai mempresentasikan makalah 9Foto Ary Bestari)

Selama ini, jika ada penghargaan terhadap tokoh pariwisata, seperti anugerah Karya Karana Pariwisata yang diberikan Pemprov Bali antara tahun 2003-2007, kebanyakan penerimanya laki-laki, perempuan seolah-olah dilupakan. “Dari sekitar 27 penerima Karya Karana Pariwisata, hanya ada dua perempuan, dan tak satu pun dari empat srikandi di atas,” tambah Darma.

Menurut panitia seminar Irma Rahyuda dan Putu Sucita Yanthy, seminar diikuti sekitar 150 orang. Seminar berjalan sukses  dan memperkuat citra internasional Fakultas Pariwisata Unud menyusul penandatanganan kerja sama antara Fakultas Pariwisata Unud dengan partnernya dari The University of Toulouse, Perancis.

“Kami bersyukur mendapat bantuan dan dukungan dari teman-teman di Unud dan di luar Unud yang menekuni pendidikan pariwisata,” ujar Irma dan Yanthy.***