Kabar Alumni: Tawaran Bekerja Berdatangan bahkan Sebelum Lulus S-2 Kajian Pariwisata Unud

Oleh Daniel Pandu Mau, Angkatan 2014

Daniel Pandu

Daniel Pandu

Mendapat tawaran kerja dari beberapa institusi di Bali merupakan hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, tawaran-tawaran kerja tersebut saya dapatkan dari beberapa institusi, baik negeri maupun swasta di luar Bali. Tidak hanya setelah lulus, tawaran-tawaran tersebut mulai berdatangan bahkan sebelum saya menyelesaikan studi. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan saya sebagai Alumni Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana (UNUD) Bali.

Artikel ini saya tulis sebagai ungkapan terima kasih kepada almamater saya, Universitas Udayana, sekaligus berbagi sedikit pengalaman selama menempuh pendidikan S-2 di Prodi Magister Kajian Pariwisata UNUD.

Impian Sejak S-1

Keinginan untuk bekerja di bidang pariwisata merupakan motivasi saya melanjutkan studi S-2 di bidang tersebut. Bukan hal yang sulit dalam menentukan universitas yang akan menjadi tempat saya menggali ilmu. Melanjutkan studi S-2 di Magister Kajian Pariwisata UNUD merupakan impian saya saat masih menempuh pendidikan S-1.

Pulau Bali menjadi tujuan utama saya satu-satunya karena dikenal sebagai barometer pariwisata Indonesia atau the Center of Indonesia’s Tourism, serta merupakan laboratorium pariwisata dunia yang menjadi tempat belajar pariwisata bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia bahkan dunia internasional. Hal ini tentunya memudahkan saya dalam mempelajari ilmu kepariwisataan, melakukan penelitian, serta mempraktekkan segala ilmu yang didapat selama kuliah.

Universitas Udayana yang merupakan universitas terbesar di Bali dijadikan sebagai dapur pemikir bagi segenap konsep-konsep kepariwisataan mutakhir yang tidak hanya cekatan dalam mempersiapkan tenaga-tenaga terampil di bidang pariwisata, namun juga selalu mengasah pisau analisisnya dalam membedah problem-problem kepariwisataan baik itu di Bali atau daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Program Pascasarjana UNUD memiliki educational model gabungan antara proses pendidikan melalui perkuliahan dan penelitian. Program ini memiliki Prodi Magister Kajian Pariwisata tertua di Indonesia dengan akreditasi A, tentunya sudah memiliki staf pengajar yang berkompeten dan berpengalaman di bidang pariwisata. Selain itu, kurikulum yang digunakan juga selalu up to date mengikuti perkembangan dan kekinian.

Atas alasan-alasan itulah sehingga pada tahun 2014 saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S-2 di universitas tersebut. Setelah melalui berbagai tapahan seleksi, mulai dari pendaftaran online hingga menjalani serangkaian tes, berkat doa dan dukungan dari keluarga serta dengan keinginan yang besar, Puji Tuhan akhirnya saya lulus seleksi dan diterima sebagai karyasiswa di UNUD. Tentunya hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi saya bisa masuk ke universitas yang sesuai dengan keinginan saya.

Memiliki latar belakang pendidikan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Palangka Raya (UPR) yang tentunya tidak linier dengan bidang pariwisata yang saya tekuni sekarang bukan menjadi halangan untuk terus mendalami ilmu kepariwisataan.

Namun, dengan latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dasar saya dalam mengikuti proses perkuliahan yang tidak lepas dengan bahasa inggris. Saya menjadi lebih mudah memahami pemaparan materi yang disampaikan dosen ketika menggunakan bilingual method (Indonesia-Inggris) sebagai bahasa pengantar. Demikian juga memudahkan saya dalam memahami text book berbahasa Inggris serta mengkaji jurnal-jurnal internasional yang menjadi tugas kuliah.

Motivasi Belajar

Diajar dan dibimbing oleh dosen-dosen yang memiliki latar belakang pendidikan dari berbagai disiplin ilmu, serta sangat berkompeten di bidangnya menjadi motivasi saya untuk terus belajar. Latar belakang pekerjaan mereka sebagian tidak hanya sebagai dosen saja, tetapi juga birokrasi serta praktisi-praktisi pariwisata Indonesia dan Bali khususnya. Dari mereka saya belajar banyak hal tentang pariwisata, seperti cultural tourism, economic in tourism, law in tourism, tourism behavior, tourism philosophy, tourism planning and development, geography in tourism dan berbagai bidang kepariwisataan lainnya.

Tentunya sekarang wawasan saya semakin terbuka tentang pariwisata dimana awalnya saya berpikir bahwa pariwisata hanya terkait dengan travelling atau jalan-jalan saja. Namun, di balik itu semua, banyak aspek luas yang mendukung selain travelling semata. Di sinilah saya banyak belajar bagaimana mengkaji, mendesain, serta mengevaluasi, baik dalam aspek pengembangan destinasi atau dalam pengelolaan industri pariwisata.

Selain itu, belajar ilmu bagaimana cara me-manage destinasi pariwisata, merencanakan bagaimana sebuah potensi agar menjadi layak untuk dijual, me-manage bagaimana cara memasarkan produk pariwisata agar dikenal masyarakat luas sehingga mampu menjaring wisatawan, serta bagimana cara bersikap dan beretika dalam hal pelayanan guna menciptakan kepuasan konsumen yang dalam hal ini adalah wisatawan, dan berbagai ilmu kepariwisataan lainnya. Intinya ruang lingkup pariwisata yang saya pelajari sangatlah luas.

daniel-pandu-picard

Foto bersama Michel Picard, penulis buku terkenal Bali Cultural Tourism and Touristic Culture (1996) usai kegiatan talk show “One Hour with Michel Picard” di Aula Gedung Pascasarjana UNUD Kampus Sudirman, Denpasar, Senin, 18 Mei 2015.

Banyak ilmu dan pengalaman berharga saya dapatkan tidak hanya melalui perkuliahan dari dosen, tetapi juga melalui workshops, tourism talk shows, diskusi ilmiah serta seminar-seminar nasional maupun internasioanal yang sering diadakan dengan mendatangkan pembicara-pembicara dari kalangan akademisi, praktisi pariwisata, penulis buku, serta birokrasi di bidang pariwisata baik pembicara nasional maupun internasional.

Saya juga berkesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan kampus, seperti pengabdian kepada masyarakat di Jatiluwih (UNESCO World Heritage), Subak Lod Tunduh, kegiatan penghijauan di Taman Ayun (UNESCO World Heritage), kunjungan lapangan ke Bagus Agrowisata Palaga, serta berbagai kegiatan lainnya.

Foto bersama teman-teman seangkatan saat melakukan kunjungan lapangan ke Bagus Agrowisata Palaga. Dari kiri ke kanan: Daniel PM (Penulis), Suhartana, Devi, Krisna (Belakang), Diah Sastri, Itha, Leoni, Lindalva, Gung Darma, Riana, dan Riezchy (Depan), Jum’at, 28 Agustus 2015.

Foto bersama teman-teman seangkatan saat melakukan kunjungan lapangan ke Bagus Agrowisata Palaga. Dari kiri ke kanan: Daniel PM (Penulis), Suhartana, Devi, Krisna (Belakang), Diah Sastri, Itha, Leoni, Lindalva, Gung Darma, Riana, dan Riezchy (Depan), Jum’at, 28 Agustus 2015.

Lingkungan kampus dan suasana kelas yang nyaman serta penuh keakraban membuat saya dapat beradaptasi dengan cepat. Memiliki teman-teman kuliah dengan latar belakang pendidikan yang beragam serta berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan beberapa merupakan mahasiswa internasional dari negara lain memberikan kami inspirasi melalui perbedaan tersebut.

Keberagaman tersebut membawa banyak manfaat bagi berlangsungnya pertukaran gagasan dan pengalaman diantara kami. Di samping itu pula kami saling belajar dan mengenal bahasa, budaya serta keunikan daerah dan negara masing-masing. Melalui proses tersebut pula kami bisa memahami satu sama lain sehingga terjalin integrasi yang kuat di antara kami hingga sampai saat ini.

Riset untuk Tesis

Riset tesis yang menjadi tugas akhir saya dilakukan di Kawasan TWA Bukit Tangkiling Palangka Raya yang merupakan salah satu daya tarik wisata andalan di Kalimantan Tengah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana implementasi kesesuaian prinsip-prinsip ekowisata terhadap kegiatan ekowisata di kawasan tersebut dengan mengacu pada prinsip-prinsip ekowisata rumusan hasil revisi pada pelatihan dan lokakarya ekowisata nasional di Sanur, Bali pada tahun 2006.

Prinsip-prinsip tersebut sudah mengacu pada The International Ecotourism Society (TIES) dan sudah dipasarkan oleh Green Globe 21. Berdasarkan hasil kajian tersebut kemudian merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai rekomendasi agar pengelolaan dan pengembangan kawasan ekowisata tersebut lebih mendekati dengan prinsip-prinsip ekowisata, sehingga dapat menciptakan ekowisata yang berkelanjutan.

Alasan utama memilih topik tersebut sebagai riset tesis karena ketertarikan terhadap bidang perencanaan dan pengembangan kawasan pariwisata dengan melihat dunia pariwisata saat ini yang masih sangat kurang dalam bidang penelitian dan perencanaan. Saya memilih Kalimantan Tengah yang merupakan daerah asal saya sebagai objek penelitian karena melihat banyak sekali destinasi dan potensi pariwisata seperti alam, budaya dan segala keanekaragamannya yang masih alami, namun masih belum terkelola dengan baik. Bahkan, banyak potensi menarik lainnya yang belum tersentuh tangan-tangan investor.

Saya berharap melalui penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi daerah saya dalam upaya mengembangkan kawasan tersebut khususnya dan Kalimantan Tengah umumnya menjadi daya tarik wisata nasional bahkan internasioanal.

Penelitian sambil berekreasi di Bukit Doa Karmel Palangka Raya yang merupakan salah satu daya tarik wisata religi di Kalimantan Tengah. Lokasi berada tidak jauh dari lokasi penelitian.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan saat melaksanakan penelitian. Bahkan tidak banyak kendala dan kesulitan yang saya hadapi ketika mengumpulkan data. Meskipun jarak lokasi penelitian lumayan jauh yaitu sekitar ±34 km dari tempat tinggal saya. Namun hal itu tidak terlalu menjadi kendala karena saat melaksanakan penelitian saya seperti sedang berekreasi sehingga sangat menikmati masa-masa itu.

Melalui penelitian tersebut juga saya bisa mengaplikasikan langsung ilmu yang sudah saya dapatkan selama kuliah. Bahkan, berawal dari riset tersebut, saya berkeinginan untuk lebih mendalami lagi terkait dengan bidang pemasaran produk pariwisata kepada wisatawanan. Saat ini saya memutuskan untuk melanjutkan studi S-2 kembali di Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dengan mengambil konsentrasi Marketing Management.

Jalan Raih Sukses

There’s no easy path to achieve success. Ya, meski terkadang ada berbagai masalah yang harus dihadapi untuk mencapai kesuksesan tersebut, tetapi memang itulah prosesnya. Tidaklah mudah untuk mencapai kesuksesan dalam segala hal. Begitu juga dalam studi yang saya jalani membutuhkan kerja keras, perjuangan, and a strong desire to achieve it.

Tentunya harus punya target, serta selalu konsisten terhadap target tersebut agar tujuan lebih terarah. But above all these things, saya selalu berpegang pada prinsip yang diajarkan orang tua saya yaitu “put God first in everything you do”.

Ya, selalu melibatkan dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal termasuk dalam studi, karena saya percaya bahwa “I can do all things through Him who strengthens me. (Philippians 4:13)”. Bukan semata-mata karena kekuatan saya yang akan menjadikan saya sukses, tapi campur tangan Tuhanlah yang memampukan saya melangkah dan berhasil. Sehingga saya benar-benar menikmati setiap proses tersebut.

Lulus Tesis

Puji Tuhan, setelah melalui berbagai proses yang tidaklah mudah, akhirnya pada April 2016 saya bisa menyelesaikan studi melalui sidang tesis meskipun masih banyak kekurangan, but I did it. Artinya, saya sudah mampu mencapai garis akhir dari pendidikan S-2 dengan “in time”. Hal ini tentunya tidak lepas dari campur tangan Tuhan Yesus Kristus dalam setiap prosesnya, serta dukungan dan doa dari kedua orang tua dan saudara-saudara saya yang menjadi motivasi untuk segera menyelesaikan studi. Meskipun setelah sidang tesis saya harus menunggu beberapa bulan untuk bisa mengikuti prosesi wisuda di periode Agustus 2016.

Foto bersama dosen pembimbing dan penguji usai Ujian Tesis, April 2016. Dari kiri: Dr. I Nyoman Sunarta, Dr. Syamsul Alam Paturusi, Daniel PM (Penulis), Dr. I Nyoman Sukma Arida, dan Prof. I Wayan Ardika.

Foto bersama dosen pembimbing dan penguji usai Ujian Tesis, April 2016. Dari kiri: Dr. I Nyoman Sunarta, Dr. Syamsul Alam Paturusi, Daniel PM (Penulis), Dr. I Nyoman Sukma Arida, dan Prof. I Wayan Ardika.

Tidak hanya sampai di situ saja, rasa syukur dan bangga saya rasakan sebagai alumni Magister Kajian Pariwisata UNUD, karena setelah lulus bisa mendapat berbagai tawaran kerja dari beberapa institusi di Bali. Bahkan, tawaran-tawaran kerja tersebut juga saya dapatkan dari beberapa institusi baik negeri maupun swasta di luar Bali. Hal ini menunjukkan bahwa alumni UNUD, khususnya Magister Kajian Pariwisata memiliki keunggulan karena menjadi primadona di dunia pariwisata, sehingga kesempatan kerja terbuka lebar.

Mengingat sektor pariwisata juga merupakan salah satu industri terbesar di dunia yang bukan hanya industri biasa namun merupakan kombinasi dari berbagai jenis industri lainnya sehingga lapangan kerja di sektor tersebut terbuka lebar.

Namun, melalui berbagai pertimbangan, saya harus menunda terlebih dahulu tawaran-tawaran tersebut mengingat masih dalam kontrak perkuliahan di Program Magister Manajemen (MM) UNUD.

From Knows Nothing about Tourism until Being a Tourism Expert

Being a tourism expert memang bukan hal yang gampang. Mereka yang profesional pasti dulunya pernah menjadi pemula, bahkan amatiran hingga akhirnya menjadi seorang ahli. Saat ini saya masih berada di tahap amatir yang tentunya masih perlu belajar banyak hal terkait pariwisata, serta butuh proses dan pengalaman untuk mewujudkan keinginan tersebut. Hal ini menjadi motivasi saya untuk terus memperdalam pengetahuan serta meningkatkan kompetensi saya di bidang pariwisata.

Saya berharap suatu saat nanti bisa berkontribusi untuk daerah saya Kalimantan Tengah dalam mengembangkan dan memasarkan produk pariwisata yang dimiliki dengan berbekal ilmu kepariwisataan yang sudah saya dapatkan selama kuliah, khususnya di bidang perencanaan dan pengembangan kawasan pariwisata serta bidang manajemen pemasaran pariwisata yang sedang saya pelajari saat ini.

Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. I Nyoman Darma Putra, Dr. Syamsul Alam Paturusi, Prof. I Wayan Ardika, Dr. I Nyoman Madiun (Alm.), staf Prodi, dan seluruh dosen yang sudah membagi ilmu serta pengalaman berharga kepada saya selama menjadi karyasiswa. 

Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya juga kepada Prof. M. Sudiana Mahendra dan Dr. I Nyoman Sukma Arida yang sudah banyak membantu saya dalam proses penulisan tesis hingga selesai.

Semoga ilmu yang sudah saya dapatkan bisa diimplementasikan dengan baik di mana pun saya bekerja nantinya.

Email: daniel_pandumau_ilj@rocketmail.com