Kabar Alumni: Tamat S-2 Kajian Pariwisata Unud, Tawaran Mengajar Berdatangan

Oleh Juita Carolina Lesawengen, Angkatan 2014

juit

Foto bersama Kaprodi Prof. Darma Putra & teman seangkatan 2014 usai menggelar seminar “Membuka pintu pengembangan medical tourism di Bali”

SUNGGUH tak terbayangkan sebelumnya bahwa permintaan untuk menjadi dosen berdatangan setelah saya tamat di Prodi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana, Mei 2016. Cita-cita menjadi dosen akan tercapai, tetapi saya harus setia dengan kontrak kerja di tempat lama sebelum menjadi tenaga akademik.

Berikut Kabar Alumni yang saya tulis untuk berterima kasih kepada almamater Universitas Udayana dan sharing untuk teman-teman seperjuangan dan mereka yang akan kuliah di Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud.

Sejak menamatkan program D-IV Pariwisata di STP Bandung tahun 2010, saya bekerja di hotel dan event organizer di Bandung sebelum akhirnya menjadi program coordinator di salah satu NGO di Indonesia Timur.

Ketika awal tahun 2014 mengikuti seleksi calon dosen yang mensyaratkan pendidikan S2, saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Bukanlah hal yang mudah meninggalkan zona nyaman dan beradaptasi dengan lingkungan kampus lagi yang pasti akan disibukkan dengan tugas kuliah yang banyak. Dari beberapa referensi kampus, pilihan jatuh ke Program Studi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Alasan Memilih Unud

Ada beberapa hal yang menjadi alasan memilih Unud. 

Unud adalah kampus negeri yang menerima lulusan D-IV tanpa program matrikulasi yang panjang, kurikulum yang sesuai minat dan kebutuhan belajar, memiliki tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya, biaya kuliah yang terjangkau, serta kesempatan menetap dan belajar di Bali sebagai laboratorium hidup bagi banyak penelitian pariwisata.

Setelah diterima di Unud, saya kembali bekerja di salah satu chain hotel di daerah Kuta. Sebagai karyasiswa yang bekerja tentulah tidak mudah menjalani kuliah dengan banyaknya tugas kuliah yang mempunyai tenggat waktu.

Beruntung, saya memiliki tim kerja yang pengertian, keluarga yang terus mendukung serta teman – teman seangkatan yang saling support.

Seminar dan Diskusi Ilmiah

Banyak pembelajaran yang diperoleh selama menjadi karyasiswa. Suasana akrab yang terbangun antar-teman, juga dengan para dosen menjadikan kuliah adalah hal yang menyenangkan meski sering diburu deadline tugas yang banyak.

Selain ilmu yang diperoleh dari para dosen selama perkuliahan, juga karena banyaknya kegiatan seminar, talkshow, dan diskusi ilmiah yang diikuti. Dari obrolan ringan dengan sesama teman yang kuliah pada Program Magister Pariwisata di kampus lain, saya dengan bangga mengatakan bahwa Prodi Magister Pariwisata Unud produktif dalam melaksanakan seminar dan diskusi pariwisata ( Seminar Medical Tourism ) 

Ketua Prodi, Prof. Darma Putra memberikan banyak kesempatan mengikuti seminar, diskusi dan talkshow pariwisata, baik yang digagas oleh prodi maupun yang dilaksanakan oleh program / instansi lain.

Kami diberikan kesempatan belajar dalam seminar dengan isu – isu terkini dalam dunia pariwisata. Pembicaranya pun beragam, mulai dari Guru Besar, peneliti, penulis buku bahkan praktisi dalam industri pariwisata, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Dari banyaknya kegiatan yang digagas oleh Program Magister Pariwisata Unud, saya sangat bersyukur atas kesempatan mengikuti talkshow dengan pembicara Michel Picard, peneliti dan penulis buku yang salah satu karya terkenalnya Bali: Tourisme culturel et culture touristique (1996) Talk Show Michel Picard)

juita

Foto bersama pembimbing dan penguji usai Seminar Hasil penelitian, April 2016. Dari kiri: Dr. Sukma Arida, Prof. Sudiana Mahendra, Dr. Nyoman Madiun (almarhum), Prof. Nyoman Sirtha, dan Dr. Syamsul Paturusi.

Tesis : Mengenal Tradisi Masyarakat

Awal semester 3, ketika mulai menyiapkan diri menulis proposal, berbekal minat dan pengalaman menulis Tugas Akhir dengan topik budaya bahari, saya pun mantap mengajukan ekowisata bahari sebagai topik penelitian.

Alasan utama memilih topik ini karena minat terhadap isu lingkungan dan budaya bahari dalam pariwisata, juga karena wisata bahari menjadi salah satu model pengembangan pariwisata yang sedang digiatkan oleh kementerian pariwisata.

Saya memilih Kepulauan Sangihe, daerah asal saya, sebagai lokasi penelitian, dengan harapan penelitian yang dilakukan mampu memberikan kontribusi bagi daerah kami yang sedang berupaya mengembangkan potensi – potensi bahari.

Kepulauan sangihe sendiri merupakan kabupaten terluar di wilayah perbatasan Indonesia – Filipina yang memiliki ragam sumber daya dan tradisi kebaharian yang dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata, namun keterbatasan di berbagai bidang menjadikan laju pengembangan pariwisata di Sangihe lebih lambat dibandingkan daerah lain.

Dalam proses penelitian, saya mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat di daerah kami. Sungguh, pembelajaran yang membuka mata saya tentang kearifan lokal yang terbungkus dalam kebiasaan hidup masyarakat. Saya belajar bagaimana tradisi bahari muncul sebagai cara masyarakat menjaga laut agar tetap lestari.

Melakukan penelitian di daerah sendiri tentulah tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala yang ditemui, mulai dari narasumber yang libur Natal, kantor pemerintah yang tutup, cuaca buruk, serta sulitnya mengakses internet untuk mengirimkan data. Syukurlah, berbagai kendala dapat teratasi dan penelitian lapangan yang dilakukan pada Desember 2015 – Februari 2016 dapat diselesaikan.

Typing Nothing Vs Read.. Read.. Read.. then write…

Quote “Read, Read, Read then write” yang saya peroleh dari Prof. Darma Putra di kelas Penulisan ilmiah benar adanyaJ. Pada saat awal menulis Proposal dan Tesis, saya mengalami kesulitan merangkai kalimat. Menuangkan gagasan dalam tulisan ilmiah tidaklah semudah yang dibayangkan, sempat mengalami fase “typing nothing” di depan laptop selama beberapa minggu.

Syukurlah, kendala menulis dapat diatasi dengan memperbanyak membaca referensi. Beruntung, kampus menyediakan fasilitas perpustakaan lengkap dengan internet yang buka hingga pukul 21.00 sehingga dapat dikunjungi sepulang kerja. Buat teman – teman yang sedang / akan menulis Tesis, perbanyaklah membaca, It works.

Selama proses menyusun tesis, saya sempat merasa kehilangan momen bersama teman – teman. Kesibukan dengan tesis masing – masing membuat kami jarang bertemu di kampus, kalaupun bertemu biasanya pada saat jadwal bimbingan, di perpustakaan ataupun urusan administrasi di sekretariat.

Meski demikan, kami tetap berkabar dan saling memberikan semangat agar semua bisa menyelesaikan tesis dan lulus di 2016 sesuai moto angkatan kami J. Meski sebagian besar teman berasal dari Bali, tidak sedikit juga yang berasal dari daerah lain, bahkan ada yang berasal dari negara lain. Perbedaan in menjadikan pertemanan kami menjadi lebih berwarna, kami bisa saling mengenalkan daerah asal masing – masing, lengkap dengan budaya dan bahasa tentunya.

Tawaran Mengajar Berdatangan

Setelah wisuda, tawaran mengajar datang dari beberapa kampus, sebagian informasi kerja diperoleh dari para senior, sesama alumni yang sudah lebih dulu menjadi dosen. Namun, karena masih terikat kontrak kerja dengan tempat saya sekarang bekerja, keinginan menjadi dosen harus tertunda selama 2-3 bulan.

Lulusan Magister Pariwisata memiliki peluang kerja yang cukup besar dalam dunia pendidikan, mengingat makin banyaknya kampus yang membuka program pariwisata.

Apresiasi dan penghargaan kepada Prof. Darma Putra, Dr. Syamsul Paturusi, staf Prodi, dan seluruh dosen atas ilmu, kesempatan dan bantuan yang diberikan selama kami menjadi karyasiswa. Semoga segala hal baik yang kami peroleh selama kuliah bisa kami praktekkan dimanapun kami bekerja!