Kabar Alumni: Buah Hati Lahir Penyemangat Menyusun Tugas Akhir

Oleh I Nyoman Widiarta, Angkatan 2013

Buah hati kedua yang lahir (tengah), pemberi semangat menyelesaikan tugas akhir.

Buah hati kedua yang lahir (tengah), pemberi semangat menyelesaikan tugas akhir.

Kuliah di S-2 memang penuh warna, terutama bagi mereka yang kuliah sambil bekerja dan sudah berkeluarga. Urusan kantor dan rumah tangga kadang menjadi beban, seperti mengepung untuk dirampungkan, tapi kadang juga menjadi sumber inspirasi alias penyemangat.

Begitulah pengalaman saya, justru di tengah kesibukan menyelesaikan tugas-tugas akhir, anak kedua kami lahir. Kehadirannya menyita waktu tetapi menjadi penyemangat luar biasa. Tangisnya seperti memberikan dorongan liris manis untuk saya segera menyelesaikan tesis.

Beasiswa Pemprov Bali

Puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena pada tahun 2013 saya lulus tes beasiswa pendidikan dari Pemprov Bali. Hal ini merupakan suatu kebanggaan karena mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi di salah satu universitas ternama se-Nusa Tenggara.

Praperkuliahan dimulai dengan kegiatan matrikulasi yang diselenggarakan di Desa Sudaji, sebuah desa wisata di Kabupaten Buleleng. Maksud dan tujuan dari acara ini adalah sebagai ajang perkenalan dengan teman-teman baru, baik mahasiswa yang lulus melalui jalur beasiswa pemda maupun dari umum. Salah satu agenda dari matrikulasi adalah trekking menaiki dan menuruni Bukit Sudaji.

Wahh…. jalurnya adalah perbukitan yang curam dan menuruni lembah menuju air terjun ‘seven wonders’. Walaupun lelah, namun pengalaman ini sangat berkesan dimana kita dapat membina keakraban antar mahasiswa, beserta staf dan dosen prodi.

Senang rasanya memiliki teman-teman baru, namun ada rasa minder juga karena sebagian besar dari mereka adalah fresh graduated student. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya untuk menempuh ilmu.

Tiga Malam di Negeri Ginseng

Mengikuti study tour merupakan salah satu syarat utama untuk mengajukan studi akhir. Setelah melakukan diskusi bersama, disepakati bahwa destinasi yang dituju adalah negeri ginseng. Pada pertengahan bulan September 2014 kami bertolak ke Korsel, di mana baby saya baru berusia 2 minggu saat itu. Walaupun merasa berat hati meninggalkannya, namun saya sadar ini adalah salah prasyarat untuk memperoleh gelar dan memang harus dijalani.

Berfoto di Nami Island, Korea, saat tur bersama kawan-kawan tahun 2014.

Berfoto di Nami Island, Korea, saat tur bersama kawan-kawan tahun 2014. Paling tengah adalah Kaprodi Prof. Darma Putra, penulis di sebelahnya jaket-hitam merah.

Pada saat study tour, kami mengunjungi destinasi pariwisata yang terkenal, seperti : Nami island, Soerak Mountain, Jade Garden Forest, Face shop, Ginseng shop, dan lain-lain. Sungguh berkesan rasanya, karena ini adalah pengalaman saya ke luar negeri untuk pertama kalinya. Di sini banyak hal yang dapat kami pelajari, salah satunya adalah pengelolaan destinasi pariwisata Korsel yang sangat bagus, baik dari segi kebersihan lingkungan maupun penataannya.

Tugas akhir

Tesis merupakan salah satu syarat terakhir untuk dapat menyelesaikan studi. Dalam hal ini saya mengambil tema pengelolaan Pura Taman Ayun sebagai bagian dari warisan budaya dunia UNESCO.

Ini merupakan penelitian lapangan dengan proses yang tahap dan lumayan panjang, diantaranya adalah penyebaran kuesioner ke para wisatawan yang berkunjung, pengumpulan data- data ke pihak pengelola, pemangku pura maupun Dinas Pariwisata Badung serta Kantor Desa setempat.

Puji syukur kepada Hyang Widhi Wasa dan terima kasih kepada para pembimbing, penguji serta petunjuk dari Kaprodi, sehingga tugas akhir saya dapat selesai dan diwisuda tepat waktu.

Wawancara dengan I Ketut Umbara, Prebekel Desa Mengwi, sebagai salah satu narasumber dalam penelitian.

Wawancara dengan I Ketut Umbara, Prebekel Desa Mengwi, sebagai salah satu narasumber dalam penelitian.

My Great Motivator

Terasa level kuliah saat ini berbeda dengan saat menempuh S1. Hal ini terlihat suasana belajar mengajar, di mana kita serasa dituntut untuk lebih aktif, baik dalam diskusi, maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Namun, di balik tekanan ini, ada satu penyemangat saya adalah keluarga. Kebahagiaan atas kelahiran anak kedua (sekaligus putra pertama) pada bulan September 2014 sekaligus menjadi motivator bagi saya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan studi akhir. Senyum maupun tangisannya mampu memberikan dorongan semangat dari segala kewajiban yang saya jalani, termasuk dalam penyelesaian studi.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada almarhum teman sekaligus mantan korti kami, Ivan. Dengan jargon semangatnya ‘bersama kami bisa’ juga turut membantu memberikan dorongan mental bagi kami semua. Semoga damai di sana kawan, we love u.

Email: widipriyana@yahoo.com