Kabar Alumni: Menggarap Tesis Pariwisata, Antara Penelitian dan Rekreasi

Oleh I Made Agus Asta Panca, Angkatan 2013

Agus Asta Panca saat tur ke Korea, 2014.

Agus Asta Panca saat tur ke Korea, 2014.

Bagi kebanyakan mahasiswa, menulis skripsi atau tesis, merupakan hal yang menakutkan. Melakukan penelitian untuk bahan penulisan tesis juga melelahkan. Berikut saya berbagi pengalaman, bagaimana melakukan penelitian sambil melakukan rekreasi, dan menulis tesis dengan tenang dan tekun.

Saya dan 13 kawan-kawan dari pemprov Bali mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah di Prodi Magister Kajian pariwisata Unud. Tentu ada seleksi, pertama di Pemprov, dan kedua seleksi di Prodi. Berbekal pendidikan yang jauh dari pariwisata, bagi saya menempuh pendidikan ini merupakan suatu tantangan.

Namun, satu hal yang saya syukuri adalah pendidikan yang saya tempuh merupakan salah satu program kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali (tempat saya bertugas) bersama dengan Universitas Udayana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali sehingga sebagian biaya pendidikan di subsidi oleh Pemerintah. Oleh karena itulah, kesempatan tersebut tidak boleh disia-siakan mengingat tidak semua orang dapat merasakan peluang tersebut.

Rajin Sharing

Selama 2 tahun, sejak bulan Juli 2013 sampai menjelang akhir 2015, bersama 13 orang lainnya saya berusaha menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tepat waktu. Meskipun latar belakang pendidikan tidak linear, namun berkat bimbingan dari para dosen dan sharing dari teman-teman praktisi, perbedaan itu serasa tidak ada.

Berbagai tugas yang diberikan pun dapat diselesaikan sesuai harapan, meskipun tidak sempurna namun dapat memenuhi harapan para dosen. Dalam hal ujian, jika kita mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan belajar dengan sungguh-sungguh, niscaya semua hal itu bisa dilewati.

Pengalaman Menarik

Banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan selama mengikuti pendidikan di program pariwisata. Selain aktivitas akademik, proses perkuliahan diselingi dengan aktivitas di luar kampus. Dari kegiatan outbond di awal perkuliahan yang dilakukan di Desa Sudaji, Buleleng sampai kegiatan studi tour ke Korea Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program akademik yang disusun oleh prodi pariwisata. Hal ini menjadi salah satu hal yang tidak terlupakan dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya karena saya akhirnya bisa bepergian ke luar negeri.

Dulu memang sempat bermimpi untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri, khususnya ke Jepang, namun tak disangka tak diduga, akhirnya kesampaian juga walaupun ke negara tetangga-nya.

Cikal Bakal Tesis

Akhirnya pada semester ke-3, saya mulai mempersiapkan diri untuk menyusun proposal sebagai cikal bakal tesis yang akan saya buat. Pada awalnya, saya masih bingung untuk mengambil topik apa untuk diangkat. Banyak referensi yang saya baca dan pada akhirnya topik yang saya angkat jatuh pada evaluasi di Desa Budaya Kertalangu.

Saya tertarik mengangkat “desa” ini mengingat desa budaya ini menjadi salah satu favorit saya untuk rekreasi olahraga. Kondisi yang ada saat ini sangat berbeda jauh dengan kondisi saat pertama kali saya mengunjungi kawasan ini.

Kurang lebih 8 tahun lalu (2004), desa budaya ini tertata dengan rapi dan masih ada atraksi-atraksi yang menjadi tontonan masyarakat atau pengunjung. Namun “kondisi” yang berbeda mengakibatkan penataan dan pengelolaan kawasan ini menjadi kurang baik.

Berbekal pengamatan di lapangan dan informasi dari pekerja di Desa Budaya Kertalangu, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil topik evaluasi pelaksanaan program pengembangan Desa Budaya Kertalangu sebagai daya tarik wisata di Kota Denpasar.

Rekreasi

Ketika menulis tesis dengan topik “Evaluasi di Desa Budaya Kertalangu”, kegiatan ini seperti tidak menyusun tesis pada umumnya. Penelitian yang dilakukan di salah satu daya tarik wisata di Kota Denpasar itu, menjadikan menyusun tesis sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan seperti ibaratnya berekreasi.

Untuk memulai sesuatu memang merupakan hal yang sangat berat. Namun ketika kita sudah memulainya, maka akan sangat susah untuk berhenti. Itulah yang saya alami, dan mungkin tips bagi teman-teman yang nantinya akan menyusun tesis. Lakukan seberat apa pun itu dan jangan pernah berhenti. Jadikanlah menulis itu sebagai sesuatu yang menyenangkan. Seperti saran dari Prof. Darma, “tulis santai, pasti baik”.

Penelitian menjadi menyenangkan karena saya bisa melakukannya bersama keluarga. Ditemani oleh orang-orang yang disayangi, memberikan semangat tersendiri untuk menyelesaikan tesis ini.

Saya melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner, istri dan anak-anak menikmati wahana yang tersedia di Desa Budaya Kertalangu. Tidak jarang, saya pun mencoba beberapa fasilitas yang tersedia di Desa Budaya ini.

Penelitian sambil rekreasi di Desa Budaya Kertalangu.

Penelitian sambil rekreasi bersama yang tersayang di Desa Budaya Kertalangu.

Dengan otak yang fresh dan segar, aktivitas menulis pun dapat berjalan lancar. Dan pada akhirnya dengan ketekunan dan kedisiplinan dalam menyusun serta tidak lepas dari bimbingan para dosen, tesis saya dapat terselesaikan dengan baik.

Meskipun jauh dari kata sempurna, namun menjadi kebahagiaan tersendiri ketika kita mampu menyelesaikan segala sesuatu dengan jerih payah sendiri.

Intinya jangan pernah takut untuk memulai sesuatu (menulis tesis) dan jangan pernah berhenti. Semangat!!!

Email: agusasta85@gmail.com