Kabar Alumni: Kuliah di S-2 Kajian Pariwisata Unud agar Tetap Dapat Jadi Dosen

Oleh Putu Eka Wirawan, Angkatan 2012

Kenangan Tur ke Beijing saat kuliah di Magister Kajian Pariwisata Unud, Eka (foto keempat dari sebelah kiri)

Kenangan Tur ke Beijing saat kuliah di Magister Kajian Pariwisata Unud. Penulis, foto keempat dari sebelah kiri.

Ketika pemerintah mewajibkan bahwa seluruh dosen harus berpendidikan Strata 2 (S2), sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009, maka terketuk hati saya untuk melanjutkan kuliah ke jenjang magister.

Sehari-hari saya  menjadi dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI), mengajar bidang studi Restaurant dan Bar. Karena cinta dengan pekerjaan sebagai tenaga pengajar, agar tetap dapat jadi dosen, maka mulai September 2012, saya pun melanjutkan kuliah jenjang magister.

Alasan Memilih Magister Kajian Pariwisata Unud

Setelah saya mendapatkan informasi dari teman dan website hanya di Universitas Udayana saja yang menyelenggarakan program Magister Kajian Pariwisata. Akhirnya saya melangkah maju dan datang ke Prodi Magister Kajian Pariwisata.

Alasan pertama, saya membaca kurikulum yang dimiliki sangat bagus ditambah dengan staf pengajar yang sangat berpengalaman di bidangnya.

Kedua, kenapa saya memilih kuliah Magister di Bali, karena Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sudah terkenal baik dari nasional sampai mancanegara dan bahkan Bali merupakan gudangnya penelitian untuk ilmu pariwisata, karena saya melihat banyak pelajar sampai professor dari luar negeri mereka datang ke Bali untuk belajar dan melakukan penelitian mengenai pariwisata khususnya Bali.

Ketiga, saya lahir dari darah pariwisata di mana kedua orang tua saya bekerja pada sektor pariwisata dan latar belakang kuliah saya adalah D.IV Administrasi Perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali dan agar jenjang pendidikan saya linier, maka saya mengambil keputusan untuk melanjutkannya di Magister Kajian Pariwisata Udayana pada tahun 2012.

Keempat, kuliah di Program Studi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana bagi saya artinya saya tidak perlu pergi jauh-jauh. Lagi pula, kuliah berlangsung sore hari, pagi hari saya tetap bisa melaksanakan tugas-tugas di kampus STPBI.

Eka Wirawan (tengah) berfoto dengan mahasiswa STPBI Denpasar.

Eka Wirawan (tengah) berfoto dengan mahasiswa STPBI Denpasar.

Rasa Syukur

Sampainya di Universitas Udayana saya mengikuti prosedur yang ada disana dari proses pendaftaran sampai saya mengikuti ujian masuk. Dengan hati senang dan rasa syukur saya diterima kuliah di Magister Kajian Pariwisata Udayana.

Saya memberitahukan kepada atasan saya bahwa saya diterima untuk kuliah di Universitas Udayana Magister Kajian Pariwisata, di luar dugaan pihak Manajemen memberikan saya izin dan juga memberikan support baik dari segi finansial dan motivasi yang tiada henti dalam kesan pesan ini saya ucapkan rasa terima kasih saya kepada seluruh Manajemen Yayasan Dharma Widya Ulangun.

Dari Sabang sampai Merauke

Awal perkuliahan dimulai dengan matrikulasi, di sini saya mulai membuka diri untuk berkenalan dengan teman-teman satu kelas. Ternyata teman saya satu kelas ini dari Sabang sampai Merauke ada di sini sampai ada dari Timor Leste dan semua dari disiplin ilmu yang berbeda.

Tim pengajar pun memperkenalkan diri saru per satu dan melihat dari biografi mereka dari segi pendidikan dan pengalaman memiliki jam terbang yang sangat tinggi dan dari disiplin ilmu yang berbeda-beda.

Setiap dosen memberikan kuliah dengan materinya dengan baik dan jelas serta tugas-tugasnya. Sesuatu yang berbeda dimana tugas yang diberikan adalah tantangan saya untuk mengerjakannya, karena pagi hari sampai sore hari saya harus tetap mengajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International, lalu sore hari saya harus langsung kuliah.

Tugas-tugas yang diberikan saya kerjakan sampai larut malam dan besok hari harus dikumpul dan presentasi. Semua tersebut dapat saya lakukan dengan baik dan lancar.

Kenangan Tur ke Beijing, China

Sampailah saya pada semester tiga, di sini angkatan saya mendapat kesempatan pada mata kuliah travelling melakukan tur ke Beijing, China. Suasana keakraban dengan teman-teman dan para Dosen pendamping kami terlihat pada saat tur tersebut tanpa adanya diskriminasi. Disana saya melihat budaya China yang sangat kental dan susahnya berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris ini merupakan pengalaman yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang.

Gambar 1. Kenangan Tur ke Beijing China saat kuliah di Magister Kajian Pariwisata Unud, Eka (foto keempat dari sebelah kiri)

Karena kesibukan mengajar di STPBI, fokus kuliah saya agak terbagi, penyelesaiannya agak molor. Syukurlah, atas motivasi dari atasan di STPBI dan Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud, akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya November 2016.

Ucapan Terimakasih

Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. I Nyoman Sirtha dan Dr. I Nyoman Sunartha, Msi., yang setia mendampingi saya di Beijing, China.

Kepada Bapak Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt dan Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP yang selalu memfasilitasi saya selama menempuh pendidikan di Magister kajian Pariwisata, Bapak Prof. Dr. Ir. Made Antara, MS dan. Dr. I Nyoman Madiun (alm), beliau adalah motivator dan inspirasi saya dalam mengajar.

Serta seluruh tim pengajar yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu, yang telah memberikan ilmu dan pengalamannya kepada saya dan selalu memberikan motivasi.

Tidak lupa, kepada seluruh Staff Administrasi, Bapak Nyoman, Ibu Dayu, Ibu Made, Ibu Putu yang selalu membantu saya dalam urusan administrasi.

Kepada semua teman-teman angkatan 2012, saya berharap kita dapat berkumpul kembali saling bertukar informasi dan pengetahuan. Terimakasih, Takitakining Sewaka Guna Widya.

Kontak: wirawanputu@gmail.com