Kabar Alumni: Beberapa Alasan Kuliah di S-2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana

Oleh Adrianus Waranei Muntu, Angkatan 2014

Penulis.

Tinggal di salah satu pulau terindah di dunia merupakan cita-cita saya sejak masih sekolah di SMK Pariwisata Santa Theresia, Jakarta, dan pulau Bali dapat mewujudkannya. Impian tersebut menjadi lebih sempurna tatkala tinggal di Bali sambil melanjutkan studi di Program Studi S2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Bak ‘sambil menyelam minum air’, melanjutkan studi kepariwisataan sambil menelusuri berbagai daya tarik wisata di Bali merupakan hal yang ideal bagi saya yang kini telah diterima sebagai salah satu Staf Pengajar di S1 Hospitaliti & Pariwisata, Universitas Bunda Mulia, Jakarta.

Mengapa Kuliah di Bali?

Pada tahun 2014, ketika saya memutuskan untuk melanjutkan studi di program studi ini hingga bertemu dengan berbagai orang yang bertanya mengenai riwayat pendidikan saya, mereka kerapkali menghujani saya dengan pertanyaan; “Untuk apa kuliah di Bali? Bukankah di Jakarta banyak kampus yang bagus?”

Saya pun selalu menjawab bahwa kuliah di Bali, terutama Universitas Udayana, merupakan sebuah pilihan yang tepat nan ideal apabila ingin serius dalam mengembangkan berbagai daya tarik wisata di Indonesia karena dapat dikatakan bahwa Bali merupakan barometer pariwisata di Nusantara.

Penulis (kiri) saat wisuda, bertemu dengan Prof. Pitana, pejabat kementerian Pariwisata dan dosen favorit kami.

Akhirnya saya pun dapat menyelesaikan studi di sini pada tahun 2017 dengan judul penelitian “Partisipasi Komunitas Lokal Dalam Pengembangan Atraksi Wisata di Kota Tua Jakarta”.

Puji Tuhan, hasil penelitian saya dapat berguna bagi perkembangan pariwisata di DKI Jakarta, khususnya di Kota Tua Jakarta.

Sebagai pembicara dalam seminar pariwisata kota tua Jakarta. Sebuah kehormatan bisa menyajikan hasil riset.

Menambah Jaringan dan Wawasan

Selain itu, kuliah di program studi ini tidak hanya sekedar melanjutkan studi dari S1 saja, namun sekaligus menambah wawasan dan jaringan saya di bidang pariwisata.

Wawasan saya dalam dunia kepariwisataan makin bertambah ketika saya memulai kuliah di program studi ini, terutama wawasan mengenai kepariwisataan di Bali yang kelak dapat dijadikan role model bagi berbagai daya tarik wisata di Indonesia. Alam yang indah dan terawat, kentalnya pengaruh budaya, serta keramahtamahan yang ditunjukkan oleh masyarakat Bali merupakan kunci sukses kepariwisataan Bali.

Penulis (belakang kiri) bersama teman-teman saat wisuda.

Berbagai ilmu yang terkait dengan kepariwisataan seperti komodifikasi, community based tourism, bauran pemasaran, geografi pariwisata dan berbagai ilmu lainnya telah saya dapatkan ketika saya kuliah di dalam program studi ini.

Selain itu, dengan berkuliah di Bali, kita dapat berinteraksi langsung dengan para pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Hal ini juga mempengaruhi pola pikir kita sebagai insan pariwisata dan secara tidak langsung menambah wawasan kita untuk berpikir ke depan untuk memajukan pariwisata nasional.

Menambah Jaringan

Selain menambah wawasan, melanjutkan kuliah di program studi ini juga menambah jaringan saya dalam dunia pariwisata. Saya bersyukur diampu oleh dosen-dosen pariwisata yang profesional di bidangnya, terutama Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. yang juga merupakan Ketua Program Studi S2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana, serta Dr. Ir. A.A.P. Agung Suryawan Wiranatha M.Sc. sebagai Pembimbing I dan Dr. I Nyoman Sukma Arida, M.Si. sebagai Pembimbing II.

Bersama teman sekuliah, selalu gembira.

Saya juga bersyukur memiliki puluhan teman seangkatan yang berasal dari berbagai domisili serta berbagai latar belakang pekerjaan dan S1 yang berbeda. Perbedaan ini seakan menunjukkan bahwa semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” memang nyata adanya. Berbeda-beda latar belakang suku, agama, dan pendidikan, namun tujuannya tetap satu yaitu mengembangkan dunia pariwisata Tanah Air.

Teman-teman seangkatan saya mayoritas berasal dari Bali. Selain itu, teman-teman saya yang lainnya berasal dari Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain dari Tanah Air, teman-teman seangkatan saya juga ada yang berasal dari mancanegara seperti Korea Selatan dan Timor Leste.

Setelah menyelesaikan studi S2 di sini, banyak dari teman-teman seangkatan saya, dan juga kakak tingkat saya, yang bekerja sebagai dosen di berbagai kampus pariwisata di Indonesia. Keadaan ini membuat saya makin bersemangat setelah lulus karena jaringan saya dari kalangan akademisi pun makin banyak.

Selain akademisi, jaringan saya dari kalangan praktisi di bidang pariwisata juga makin bertambah.

E-Mail: adrianus.waranei@yahoo.com