Kabar Alumni: Awalnya Canggung karena Orang Kampung

Oleh I Wayan Wiwin, Angkatan 2009

Study Tour ke Bangkok

Study Tour ke Bangkok

Karena tuntutan profesi dan keilmuan, saya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 di Program Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana pada tahun 2009.

Itu terjadi menyusul tahun 2008 saya diterima sebagai dosen di IHDN (Institut Hindu Dharma) Denpasar. Persyaratan dosen adalah minimal berpendidikan S-2. Sebelum itu, berbekal pendidikan D4 Pariwisata di Universitas Udayana yang saya selesaikan tahun 2004, saya sempat bekerja di salah satu Biro Perjalanan Wisata di Bali.

Bersyukur bisa menjadi dosen, saya kembali ke dunia pendidikan, kembali kuliah di Unud. Keputusan untuk memilih Udayana kembali sebagai tempat kuliah karena kecintaan saya pada Unud yang telah mendidik dan mengenalkan saya pada dunia pariwisata.

Di samping itu, juga karena alasan bahwa Bali adalah barometer pariwisata Indonesia dan laboratorium pariwisata dunia. Makanya, sangat masuk akal kalau saya memilih Program Magister Kajian Pariwisata Unud sebagai pilihan, yang merupakan lembaga pendidikan Magister Pariwisata tertua di Indonesia yang tentunya telah melahirkan pionir-pionir akademisi pariwisata dan memiliki jaringan internasional.

Masa-masa kuliah di program S2 Kajian Pariwisata sungguh pengalaman yang luar biasa, di mana saya dapat bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.

Wiwin saat wisuda.

Wiwin saat wisuda.

Awalnya Canggung

Awalnya saya sangat canggung karena merasa diri kurang percaya diri. Maklum saya orang kampung yang dari segi ekonomi dan penampilan sangat pas-pasan.

Namun, teman-teman angkatan 2009 menerima saya sebagai bagian dari kelas dengan sangat bersahabat, hampir tidak ada batasan status sosial di antara kami, kami tergabung seperti dalam satu keluarga yang saling melengkapi.

Ada dari kalangan akademisi, karyawan swasta, birokrat maupun pengusaha. Suasana lingkungan kampus juga sangat nyaman yang dilengkapi dengan ruang perkuliahan dengan fasilitas lengkap dan didukung oleh pelayanan karyawan prodi yang ramah.

Pengalaman Travelling

Pada tahun 2010, kami mahasiswa angkatan 2009 mengadakan travelling ke Bangkok dan Pattaya sebagai bagian dari mata kuliah yang wajib kami laksanakan.

Itu adalah pengalaman pertama saya ke luar negeri, di mana mulai membuka mata saya bahwa industri pariwisata merupakan industri yang menjadi primadona hampir di semua Negara, sungguh suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat mengenyam pendidikan di dunia pariwisata, dunia yang sangat dinamis dan penuh tantangan.

Pengalaman travelling ke Bangkok dan Pattaya tersebut telah membangkitkan kebanggaan saya sebagai orang Bali, di mana ternyata Bali memiliki “aura” lain yang membedakannya dengan destinasi wisata lain di seluruh dunia.

Meskipun Thailand memiliki beranekaragam pesona alam dan budaya, namun pesona Bali sungguh berbeda, layanan keramah-tamahan dan kualitas SDM pariwisata Bali bisa dikatakan setingkat lebih baik. Sungguh sangat pantas kalau Bali meraih predikat The Best Destination in The World.

Pengalaman Riset

Riset tesis saya mengambil lokasi di Museum Gunungapi Batur, Kintamani, Bangli. Waktu itu saya tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan strategi pengelolaan museum, di mana museum sesungguhnya memiliki potensi tinggi sebagai daya tarik wisata, namun selama ini museum sering hanya diposisikan sama dengan artshop atau galleri yang indah namun kurang informatif, sehingga kurang mampu membangun ikatan emosional dengan pengunjung.

Alasan tersebut mendorong semangat saya untuk melakukan riset terkait strategi pengelolaan Museum Gunungapi Batur sehingga dapat menarik minat wisatawan domestik maupun asing untuk berkunjung sebagai tempat edukasi dan rekreasi.

Berbagai tantangan dan hambatan dalam melakukan riset saya alami di lapangan, namun berkat bantuan dari teman-teman dan pihak-pihak terkait serta bimbingan dari para dosen (khususnya Bapak Prof. I Nyoman Sirtha, Bapak Prof. I Gde Semadi Astra, dan Bapak Dr. Syamsul Alam Paturusi) pada akhir tahun 2011 saya dapat merampungkan tesis dengan nilai memuaskan.

Di akhir kabar ini, saya ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segenap civitas akademika Universitas Udayana, khususnya Program Studi Magister Kajian Pariwisata yang telah mendidik dan memberikan banyak pengetahuan terkait dunia pariwisata pada kami, dan semoga di bawah kepemimpinan Bapak Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. saat ini, Prodi S2 Kajian Pariwisata Unud akan semakin jaya.

I Wayan Wiwin (wiwinkayoan@gmail.com)