Jajaki Kerja Sama “Double Degree” dengan University of Glasgow

Jajaki kerja sama double degree, dari kiri: Dr. Syamsul Alam Paturusi, Dr. Clare McManus, Dr Gauillaume Tiberghien (pegang buku pariwisata Bali), dan Prof. I Nyoman Darma Putra (pehang brosur UG).

Jajaki kerja sama double degree, dari kiri: Dr. Syamsul Alam Paturusi, Dr. Clare McManus, Dr. Gauillaume Tiberghien (pegang buku pariwisata Bali), dan Prof. I Nyoman Darma Putra (pehang brosur UG).

Program Studi Magister Kajian Pariwisata Program Pascasarjana Unud sedang menjajaki program double degree (gelar ganda) dengan School of Interdiciplinary Studies University of Glasgow, UK. Program gelar ganda ini diharapkan bisa direalisasikan secepat mungkin.

Jika program ini berjalan, mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud bisa kuliah dengan sistem gelar ganda dalam waktu dua tahun, setahun di Unud dan setahun di University of Glasgow (UG).

Demikian disampaikan Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata I Nyoman Darma Putra usai mengadakan raapat intensif dengan tim dari UG di Kuta, Sabtu, 2 April 2016.

Darma Putra didampingi Sekretaris Prodi Syamsul Alam Paturusi, sedangkan dari UG hadir Prof. Anne H Anderson MA, PhD. OBE (Vice-Principal and Head of College), Dr. Clare McManus (College International Lead), dan Dr. Gauillaume Tiberghien (Lecture in Tourism Managament/Marketing).

Tim dari UG berada di Bali dalam beberapa hari, dan sebelumnya (1 April) sudah mengadakan pertemuan dengan Fakultas Pariwisata Unud dan Program Studi Doktor Pariwisata. Pertemuan difasilitasi oleh Pembantu Rektor IV Prof. I Made Suastra melalui Bagian Kerja Internasional Unud dan Pascasarjana Unud.

Satu Plus Satu

Dalam pertemuan di Kuta tersebut dibahas kemungkinan program gelar ganda  dengan sistem satu plus satu, artinya mahasiswa Magister Kajian Pariwisata Unud kuliah di Unud selama setahun setelah itu melanjutkan kuliah di UG selama setahu. Setelah pulang dari UG dengan satu gelar master, mereka kembali ke Unud dan mendapatkan gelar master atas studinya tahun pertama.

“Satu tahun di Unud, satu tahun di UG, istilahnya satu plus satu,” ujar Darma.

Program master pariwisata yang ditawarkan UG ada dua yang utama yaitu “Tourism, Heritage and Development” (gelarM.Sc.) dan “Tourism, Heritage and Sustainability” (gelar M.Sc.). “Mahasiswa kami mendapat kuliah tersebut di Bali sebelum melanjutkan ke UG,” ujar Darma.

Brosur master pariwisata University of Glasgow.

Brosur master pariwisata University of Glasgow.

Menurut Dr. Clare McManus, UG memiliki sejumlah dosen ahli yang menangani kulaih tersebut dan memastikan bahwa mahasiswa dari Unud akan mendapat pelajaran yang berkualitas internasional.

UG juga menawarkan beberapa mata kuliah opsional yang berkaitan dengan pariwisata yaitu perubahan iklim, lingkungan dan masyarakat, serta lingkungan dan komunikasi. “Mata kuliah ini memberikan wawasan bagi mahasiswa untuk menghadapi fenomena aktual yang terjadi dewasa ini,” kata Dr. Gauillaume Tiberghien.

Selama ini, Prodi Magister Kajian Pariwisata sudah melaksanakan program serupa dengan dua universitas di Perancis yaitu Angers University dan Paris-1 (Sorbonne University). Program ini berjalan sejak 2010 dan sudah menamatkan sejumlah master, dan doktor. Program doktor ditempuh dengan dua plus dua.

Beasiswa

Untuk melaksanakan program gelaar ganda, mahasiswa memerlukan beasiswa. Selama ini, program DDIP dibiayai beasiswa pemerintah Indonesia lewat Dikti, sedangkan jika program ini berjalan dengan UG, mahasiswa diharapkan bayar sendiri atau mencari beasiswa yang disediakan pemerintah Indonesia.

Realisasi progrma ini masih menunggu beberapa keputusan dari Rektor Unud dan tentu saja pengesahan dari pemerintah Pusat.

Buku Kenangan

Dalam pertemuan sekitar satu jam 30 menit itu, Darma Putra menyerahkan kenang-kenangan buku kepada tamu dari UG, yaitu buku Pariwisata Berbasis Masyarakat Model Bali (2015), buku yang dicetak untuk memperingati 15 tahun usia S-2 Pariwisata Unud yang berdiri 2001.

Selain buku itu, Prodi juga menerbitkan buku berbahasa Recent Developments in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress diunting oleh I Nyoman Darma Putra dan Siobhan Campbell yang dalam proses cetak.

Sejauh ini, Prodi Magister Kajian Pariwisata memiliki mahasiswa asing dari Timor Leste dan Korea. (*)