Dua Dosen Pariwisata Unud Menguji Disertasi di Perancis

Dari kiri: Prof C. Pihet, Prof JC Gay, Prof KG Bendesa, Darma Putra, Budarma, Dr. Sylvine Pickel-Chevalier (promotor), Prof. P. Violier, dan Prof. Surya Rosa Putra (atase Kebudayaan Indonesia di Perancis).

Dari kiri: Prof C. Pihet, Prof JC Gay, Prof KG Bendesa, Prof. Darma Putra, Ketut Budarma, Dr. Sylvine Pickel-Chevalier (promotor), Prof. P. Violier, dan Prof. Surya Rosa Putra (atase Kebudayaan Indonesia di Perancis).

Dua dosen pariwisata Program Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) diundang menguji disertasi di Program Pascasarjana Pariwisata dan Hospitalitas (ESTHUA) Universite d’Angers, Perancis, Selasa, 9 September 2015.

Dosen yang diundang menguji adalah Ketua Program Studi Doktor Pariwisata Prof. Komang Gede Bendesa dan Ketua Program Studi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra, sedangkan mahasiswa yang diuji disertasinya adalah I Ketut Budarma, dosen Politeknik Negeri Bali.

Sidang ujian terbuka dipimpin oleh Prof. Christian Pihet (Universite d’Angers) dengan penguji lainnya yaitu Prof. Christopher Gay (Universite de Nice, Perancis). Hadir pula saat itu Atase Pendidikan Kebudayaan Kedubes RI di Perancis, Prof. Surya Rosa Putra dan stafnya.

Hadirin dalam suasana ujian terbuka.

Hadirin dalam suasana ujian terbuka.

Pariwisat Berkelanjutan

Budarma menulis disertasi berjudul “Sustainable Development, A Globalized Value: The Case of Tourism in Bali” dengan promotor Prof. Phillipe Violier dan Dr. Sylvine Pickel-Chevalier, dosen Universite d’Angers yang banyak meneliti dan menulis tentang pariwisata Indonesia.

Dalam disertasinya, Budarma membahas tentang sustainable tourism yang ditinjau dari paradiugma global yaitu program corporate social responsibility (CSR) dan paradigm lokal yaitu tri hita karana (THK). Kedu paradigma ini, menurut Budarma, memberikan kontribusi kuat dalam mewujudkan pembangunan sustainable tourism di Bali.

Dalam ujian terbuka yang berlangsung 2,5 jam tersebut, Budarma dinyatakan lulus dengan cumlaude.

Disertasi karya Ketut Budarma.

Disertasi karya Ketut Budarma.

Kerja Sama

Universitas Udayana (Unud) dan Universitas d’Angers telah menjalin kerja sama di bidang akademik termasuk program Double Degree Indonesia Perancis (DDIP) sejak lima tahun terakhir.

Sebelum menempuh program doktor dengan beasiswa Dikti, Budarma menyelesaikan program magister di Universite d’Angers dan pembimbing yang sama dalam skema DDIP. Saat itu, Budarma terdaftar sebagai mahasiswa Prodi Magister S-2 Kajian Pariwisata Unud. 

Banyak mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud menyelesaikan program DDIP di Universite d’Angers. Tahun ini ada dua mahasiswa Unud di Angers, dan bulan Oktober ini akan ada satu lagi yang segera kuliah DDIP di d’Angers. “Dia sudah lolos seleksi beasiswa Dikti,” ujar Darma Putra, Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata.

Menurut Prof. Bendesa kerja sama Unud dan Universite d’Angers khususnya Fakultas Pariwisata dan Hospitalitas (ESTHUA) berlangsung dengan baik, terbukti banyak mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud yang menempuh program master di Anger’s.

“Kerja sama ini sama-sama memberikan keuntungan dalam proses masing-masing perguruan tinggi menjadi lembaga internasional,” katanya.

Ke depan, kerja sama Unud dengan d’Angers dan dengan universitas lain di luar negeri akan terus ditingkatkan. “Kami telah sepakat untuk membentuk asosiasi akademisi berbasis institusi untuk meningkatkan kerja sama bidang pendidikan kepariwisataan dan riset inovatif,” ujar Darma Putra.

Seminar Asia Pasifik

Setelah menguji disertasi di Universite d’Angers, Prof Bendesa dan Darma Putra mengikuti seminar internasional di Paris. KG Bendesa dan Darma Putra hadir dalam Kongres Asia Pasific ke-5, yang berlangsung 9-11 September.

Pada kesempatan itu, Prof Bendesa membawakan makalah “Tourism Development Policy in Indonesia”, sedangkan Darma Putra menyajikan makalah berjudul “Movement Bali Not for Sale: Popular Reactions to Recent Developments in Bali’s Tourism Industry”.

Mereka satu panel dengan Dr. Asep Parantika (Sahid University, Jakarta), Dr. I Ketut Budarma (Politeknik Negeri Bali), dan Dr. Sylvine Pickel-Chevalier (Universite d’Angers)yang masing-masing membawakan topik kepariwisataan juga.

Seminar diikuti ratusan peserta, dari mahasiswa dan ahli tentang Asia Pasifik, membahas berbagai topik dari wilayah ini seperti politik, pariwisata, heritage, sejarah, perdagangan, identitas, dan modernitas. (*)