Dosen University of Glasgow Berbagi Informasi ‘Double Degree’ dengan Mahasiswa Magister Kajian Pariwisata Unud

14152110_10209981514075872_350568025_om

Dosen University of Glasgow Dr. Guillaume Tiberghien saat berbagi informasi ‘double degree’ dengan mahasiswa S-2 Magister Kajian Pariwisata Unud (Foto Darma Putra)

Dosen pariwisata (manajemen dan pemasaran) dari University of Glasgow (UoG), Dr. Guillaume Tiberghien, hadir di Unud memberikan informasi tentang program double degree kepada mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Pascasarjana Unud, Selasa, Rabu 31 Agustus 2016.

Sesi informasi ini merupakan bagian dari kerja sama antara UoG dan Unud yang telahd ituangkan dalam MoU bulan April 2016. Dr. Tiberghien beradabdi Bali dalam rangka seminar pariwisata internasional di Unud, 1-3 September. 

Dalam sesi informasi double degree yang diikuti 40 mahasiswa itu, Dr. Tiberghien didampingi oleh Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra.

University of Glasgow termasuk universitas 100 b esar dunia, kini membuka diri untuk mahasiswa Unud melanjutkan kuliah master di UoG. Menjawab pertanyaaan mahasiswa, Dr. Tiberghien menyampaikan bahwa ada dua pilihan gelar master di UoG yaitu yang berbasis riset dan tesis dan yang berbasis internship atau praktek kerja.

14151866_10209981435193900_636627528_o

“Untuk double degree, hanya diperlukan satu tesis,” ujar Dr. Tiberghien, sesuai kesepakatan dalam MoU. Untuk tesis, panjangnya adalah 15.000 kata untuk yang praktek kerja hanya 8000 kata plus uraian refleksi pengalaman kerja sepanjang 2500 kata.

Dalam kuliah-kuliah, mahasiswa akan dilatih berfikir dan menulis kritis. “Akan ada tugas-tugas esai yang harus dikerjakan mahasiswa selama kuliah,” ujarnya.

Dr. Tiberghien menambahkan kredibiliats dan reputasi UoG akan membuat daya saing alumni menjadi sangat unggul. 

Peminat agar Investasi Bahasa

Darma Putra menegaskan bahwa mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program ini harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang tinggi, ditandai dengan nikai IELTS 6,5.

“Untuk itu, mahasiswa sebaiknya melakukan investasi diri dengan kursus bahasa Inggris sehingga nilai tesnya bagus,” ujar Darma, lulusan master dan doktor dari Australia.

Dr. Gauillaume Tiberghien (kanan) menerima buku dari I Nyoman Darma Putra

Dr. Guillaume Tiberghien (kanan) menerima buku dari I Nyoman Darma Putra.

Pada akhir acara, Darma Putra menyerahkan buku Recent Development in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress disunting oleh I Nyoman Darma Putra dan Siobhan Campbell. 

Buku ini memuat kajian sarjana internasional yang mengadakan penelitian di Bali (*)