Dosen Tamu University of Glasgow Berikan Kuliah di S-2 Kajian Pariwisata

Prodi Magister Kajian Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Unud menggelar kuliah umum dengan dosen tamu dari University of Glasgow, Inggris, Rabu, 24 Mei 2017. Dalam kuliah tamu yang diikuti mahasiswa semester ke-2 itu, dosen Dr. Guillaume Tiberghien menyajikan topik ‘Authenticity and the Tourism Experience’.

Dr. Guillaume adalah dosen bidang pariwisata dengan konsentrasi Manajemen/Marketing.  Dia adalah dosen tetap di School of Interdisciplinary Studies, The University of Glasgow. Pada hari yang sama, Guillaume Tiberghien juga memberikan kuliah umum untuk mahasiswa S-3 Pariwisata dengan topik ‘Tourism and Eco-Cultural Development’.

Kulian tamu untuk S-3 Pariwisata.

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra menyampaikan bahwa Unud dan University of Glasgow sudah memiliki MoU dan merupakan anggota Konsorsium Jimbaran, terdiri dari beberapa universitas yang melakukan kerja sama dengan Glasgow.

“Kunjungan Dr. Guillaume Tiberghien ini merupakan bagian dari kerja sama itu, dalma bentuk dosen mobility,” ujarnya.

Unud dan Konsorsium Jimbaran sedang menyeleksi dosen dan mahasiswa tingkat doktor untuk program mobility serupa ke Glasgow.

Darma Putra menambahkan bahwa kuliah tamu kali ini merupakan yang keempat kalinya, dengan tiga dosen tamu dari luar negeri dan satu dari dalam negeri.

Ketiga dosen tamu dari luar negeri adalah Dr. Paul Green dari University of Melbourne menyajikan materi tentang ‘retirement tourist’ ( Klick Paul ) dan Prof. Jessica Hemings dari Swedia menyajikan materi ‘tourism souvenir and national identities’ ( Link textile ), dan yang ketiga adalah Dr. Guillaume Tiberghien.

Dosen tamu dari dalam negeri adalah Prof. I Gde Pitana dari Kementerian Pariwisata yang membahas tentang kian pentingnya peran kuliner (gastronomi) dalam pemasaran parwisata Indonesia secara internasional, disampaikan pada Maret 2017 ( Klick Pitana).

Prof. Darma Putra menyampaikan dalam tahun ini ditargetkan terlaksana 8 kali kuliah dosen tamu dari berbagai negara. “Ada banyak peneliti internasional yang datang ke Bali. Kehadiran mereka selalu membuka diri untuk berbagi ilmu dengan kami,” ujar Darma, alumnus dari University of Queensland, Australia.

Kuliah tamu, katanya, tak hanya memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa tetapi juga inspirasi bagi untuk mencari topik penelitian tesis. (*)