Kabar Alumni: Deni Endriani, Angkatan 2009

Deni Endriani (foto FB)

Deni Endriani (foto FB)

Deni Endriani adalah mahasiswa angkatan 2009, mengikuti program Double Degree Indonesia-Peracis (DDIP), sejak 2008 menjadi dosen Politeknik Negeri Padang.

Bonjour à tous,

Begitu mendengar peluang beasiswa BPP DN DIKTI di Bali, impian dari kecil kembali tergiang. Sudah sejak lama nama Bali terukir di hati, yang namanya jodoh selalu ada jalan untuk bertemu.

Saya mengikuti program master Double Degree Indonesia – Perancis (DDIP) tahun 2009 – 2011, Universitas Udayana Bali dan Universite Paris 1 Sorbonne Pantheon, bidang pariwisata. Pada tahun pertama (Master 1), perkuliahan berlangsung di Universitas Udayana, konsentrasi kajian pariwisata.

Sangatlah menyenangkan belajar dan menjadi mahasiswa Unud, keramahan yang melekat, para dosen yang hebat, sehingga ingin selalu berkunjung ke Bali. Jadwal belajar dari pagi hingga siang, kemudian dari siang hingga sore dilanjutkan dengan pembelajaran bahasa Perancis di Alliance Français (AF) Renon.

Suatu tantangan tersendiri belajar bahasa Perancis sementara mind set bahasa Inggris sudah ada sejak SMP. Setiap selesai belajar bahasa Perancis, malam harinya saya selalu mengulang kembali dan membuat tulisan baru untuk dibantu koreksi oleh Audrey Lamou, Direktur AF Bali.

Mengutip pesannya, perlu 7 x latihan untuk terus mengulang bahasa yang baru. Sekitar bulan April 2010, dosen-dosen dari Universite Paris 1 datang ke Bali untuk melalukan interview dengan calon mahasiswanya. Tentu saja tidak mudah, dengan kemampuan bahasa yang masih belum mumpuni serta mendengar langsung pengucapan dari native.

Tahun Kedua

Pada tahun kedua (Master 2) di IREST (Institut de recherche et d’études supérieures du tourisme) Universite Paris 1 yang dimulai pada bulan Oktober 2011.

Begitu sampai Paris, semua kemampuan bahasa yang sudah dimiliki serasa sangat minim. Ketika kita bertanya alamat suatu tempat, orang tidak paham ucapan kita dan sebaliknya.

Tentu saja perkuliahan berlangsung dengan bahasa Perancis, irama dan speed yang teratur. Meski sudah direkam melalui hp atau recorder tetap saja belum bisa berbuat banyak. Di sinilah sangat perlu membuka diri dan berinteraksi dengan baik.

Terkadang mental post-colonial masih tersimpan sehingga ada rasa enggan bertanya, bergabung dengan teman asli eropa dan cenderung menerima apa adanya. Saya ditempatkan di jurusan Manajemen Warisan Budaya dan Alam dan Pengembangan Destinasi Wisata (Gestion du Patrimoine Culturel Naturel et Valorisation Touristique).

Teman-teman satu kelas berasal dari Perancis, Italia, Brazil, dan Cina. Sang ketua kelas dan beberapa teman dekat sangat membantu dalam studi, mereka tidak sungkan mengirimkan resume pelajaran tiap minggu. Dan itu jika dari kitanya yang meminta bantuan, kalau kita diamkan maka mereka akan berfikir tidak ada masalah. Biasanya menjelang ujian, kita dihadapkan pada tugas paper dan presentasi.

Kembangkan Argumen

Pada saat ujian tertulis, maka kembangkanlah data dan argumen sebanyak mungkin. Tidaklah berlaku prinsip singkat, padat, dan berisi karena tipikal orang Perancis sangat senang berdebat dan berargumen. Yang penting, prioritaskan berbahasa Perancis meskipun terbata-bata dibandingkan menggunakan bahasa asing lainnya.

Thesis atau memoire pun ditulis dengan bahasa Perancis. Memiliki hubungan baik dengan orang Perancis akan sangat membantu dalam menafsirkan semua ide ke dalam bahasa Perancis dengan benar, yang memang logika berfikirnya cukup berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk bisa menembus pendaftaran level doctoral, maka nilai rata-rata per semester hendaklah minimal 13 (13/20), mempersiapkan memoire dengan baik, sangat berkontribusi untuk medapatkan nilai yang tinggi.

Bangun Hubungan Baik

Sebelum balik ke Indonesia, saya sudah membangun hubungan baik dengan direktur IREST dan beberapa dosen serta mengajukan proposal penelitian. Ketika mau apply beasiswa BPP LN Dikti, peluang LoA cukup terbuka. Bahkan, satu dosen dengan senang hati memberikan rekomendasi terhadap dosen lain sebagai calon pembimbing sekiranya mahasiswa bimbingannya sudah banyak.

Penasaran untuk lebih memahami bahasa dan menikmati nuansa budaya dan sejarah, menjadi motivasi untuk kembali :D.

Email: endriani.deni@ehess.fr