Category Archives: Informasi

Prodi Magister Pariwisata Unud Terbitkan Buku ‘Metamorfosis Pariwisata Bali; Tantangan Membangun Pariwisata Berkelanjutan’

Desain sampul oleh Epistula Communications Bali

Prodi Magister Pariwisata, Fakultas Pariwisata Unud, menerbitkan buku berjudul Metamorfosis Pariwisata Bali, Tantangan Membangun Pariwisata Berkelanjutan (2017).

Buku yang beredar Januari 2018 ini memuat 13 artikel dengan berbagai tema, namun fokus pada dua hal yaitu perkembangan pariwisata Bali dan isu pembangunan pariwisata berkelanjutan (Daftar Isi selengkapnya di bawah).

Perjalanan Kedonganan – Banyuwangi: Dari Pelabuhan Ikan Menuju Pelabuhan Wisatawan

Catatan Diah Sastri Pitanatri, Alumni Angkatan 2014

The journey is the destination ~ Dan Eldon

Dermaga Kedongnan, siap-siap naik kapal wisata ke Banyuwangi. Penulis di tengah. (Foto Santi Diwyarthi)

Setiap mendengar kata “Kedonganan” maka yang pertama kali muncul di benak saya adalah pasar ikan dan café seafood pinggir pantai deat Jimbaran, Bali.

Tidak pernah terpatri dalam imaji jika ternyata Kedonganan juga dapat difungsikan sebagai pelabuhan kapal wisata. Pelabuhannya pun baru pertama kali saya dengar, yakni “Dermaga Watu Nunggul” yang diresmikan oleh Bupati Badung pada bulan Januari 2014 lalu.

Sertifikat Akreditasi Prodi Magister Kajian Pariwisata, Terakreditasi A

Prodi Magister Kajian Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana terakreditasi A. Akreditasi ini berlaku lima tahun, terhitung 19 September 2017- 19 September 2022.

Sebelumnya, periode 2012-2017, Prodi Magister Kajian Pariwisata juga mendapat nilai optimal A.

Travelling to Goa Lawah Where Bats Reveal the Name of the Temple

By Helmi Laksono, student of Masters Program in Tourism Studies, Unud, 2016

Goa Lawah Temple.

Bali is famous for it’s nature and culture. Hinduist temples on the island  exist as tangible culture and also a symbol of harmonious relationship between human and God as well as nature.

There is no wonder, visitors can find some of the oldest trees growing  nearby the temples. They can also find temples reveal animal names, one of them is ‘Candi Goa Lawah’ (Bats Cave Temple) in Klungkung District.

Kunjungan Keempat Kali Mahasiswa Monash University ke Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud

Kaprodi Magister Kajian Pariwisata Prof. I Nyoman Darma Putra memberikan kenang-kenangan buku karyanya kepada dosen Monash University A/Prof Jemma Purdey (foto Ida Bagus Soma).

Untuk keempat kalinya, mahasiswa The Australian Centre for Australian Studies, Monash University, Australia berkunjung ke Prodi Magister Kajian Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud, Kamis, 7 Desember 2017.

Kunjungan sebelumnya, tiga kali berturut-turut adalah 2014, 2015, dan 2016. Dalam setiap kunjungan, diisi dengan seminar. Untuk kunjungan keempat tahun ini, selain seminar, juga dilaksanakan nonton bersama film pendek yang terpilih dalam Australia-Indonesia Short Film Festival 2017.

Susunan Acara Seminar dan Pemutaran Film “Australia-Indonesia Connections: Tourism, Culture and Community”

Design by Epistula Communications [ http://www.epistulacommunications.com/ ]

 

Programme Run Down

Monkey Forest Ubud, Implementasi Kearifan Lokal menuju Keunggulan Global

Wisatawan berkunjung yang ke Monkey Forest, 1 Desember 2017 (Foto-foto Darma Putra).

Daya tarik wisata Monkey Forest Ubud atau juga dikenal dengan nama lokal Mandala Suci Wenara Wana merupakan salah satu contoh objek wisata yang dikelola dengan sistem community based tourism (CBT). Monkey Forest sepenuhnya dikelola oleh masyarakat Desa Padangtegal, Ubud, sebagai pemilik objek ini, dan tidak ada campur tangan pemerintah atau swasta.

Studi Trip : Implementasi CBT dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Monkey Forest di Padangtegal Ubud

Turis sedang happy bercanda dengan kera di Monkey Forest Ubud (Foto-foto Darma Putra)

The Sacred Monkey Forest Sanctuary atau dikenal dengan Monkey Forest Ubud terletak di Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer dari Kota Denpasar Bali.

Kami, mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata, Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, melakukan studi lapangan ke Monkey Forest Ubud, Jumat, 1 Desember 2017. Kegiatan yang diikuti 44 mahasiswa dan dipimpin Kaprodi Prof. I Nyoman Darma Putra itu bertujuan untuk mendalami pelaksanaan pengelolaan daya tarik wisata berbasis masyarakat (CBT).

Pengalaman Mengikuti Program ASEM Joint Curriculum di University of Applied Science Hochschule Stralsund, Germany

Catatan Yudha Eka Nugraha, Mahasiswa Kajian Pariwisata 2016

Penulis saat Presentasi Mengenai Topik Hotel Business Plan.

Kesempatan mengikuti kuliah lewat program ASEM (Asia-Europe Meeting) joint curriculum di University of Applied Science Hochschule Stralsund (HOST), Germany, merupakan kesempatan baik untuk belajar di negeri maju.

Kami berempat, Tomi Agfianto, Yuliska Labawo, Esther Lia Margaretha, dan saya sendiri Yudha Eka Nugraha, adalah mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata, Fakultas Pariwisata Unud, yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program joint curriculum di Jerman, dengan beasiswa Direktorat Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti.

Mahasiswa Kajian Pariwisata Unud Studi tentang Pariwisata Berbasis Masyarakat ke Monkey Forest Ubud

Kunjungan ke Monkey Forest, Jumat, 1 Desember 2017.

Mahasiswa Program Studi Magister Kajian Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana, melakukan studi lapangan ke daya tarik wisata Monkey Forest, Ubud, Jumat, 1 Desember 2017.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami ihwal Community Based Tourism (Pariwisata Berbasis Masyarakat) atau CBT.