Catatan Perjalanan: Kota Stralsund sebagai UNESCO World Heritage Site Germany

Oleh Diah Prabawati, Angkatan 2015

The historical center of the Hanseatic city of Stralsund, almost completely surrounded by water, is known as the “Venice of the North”

Stralsund tak bisa dipisahkan dengan laut. Menyatunya kesan dan sejarah Stralsund dengan laut dijelaskan dengan definisi-definisi berikut:

“A city of the ocean is Stralsund, created by the ocean and resembling the ocean, related to the ocean in its appearance and its history”. Stralsund adalah kota samudra, diciptakan oleh dan menyerupai samudra, penampilan dan sejarahnya berkaitan dengan samudra.

Berikut adalah sekilas catatan tentang kota yang indah ini yang saya susun berdasarkan amatan selama mengikuti pertukaran mahasiswa Unud dan Stralsund.

Kami berlima, yaitu Reinaldo Rafael Laluyan, Gusti Ngurah Adi Putra, Dewa Putu Bagus Pujawan Putra, Ni Putu Rika Sukmadewi, dan Ni Putu Diah Prabawati (penulis) merupakan mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud yang mengikuti Program Joint Curriculum/Credit Transfer di Jurusan Tourism Development Strategies, University of Applied Sciences Stralsund, Jerman. Program ini berada dalam payung kerja sama Asia-Europe Meeting (ASEM) yang dikelola oleh Direktorat Belmawa Kementerian Ristek Dikti.

Sekilas tentang Stralsund

Stralsund merupakan kota Hanseatic di Macklenburg-Vorpommern Germany yang terletak di pantai selatan Stralsund. Pada tahun 1962 Stralsund sudah dinyatakan sebagai kawasan cagar budaya.

Pada tahun 1990 Stralsund diterima sebagai ‘model kota’ untuk program pembangunan perkotaan dan kemudian tahun 2002, UNESCO menunjuk Stralsund dan Wismar sebagai gabungan warisan budaya dunia mewakili warisan budaya dari Liga Hanseatic, yang mana pusat kota bersejarah Stralsund dan Wismar adalah representasi ideal dari kota-kota Hanseatic berkembang dengan baik selama masa kejayaan Liga di abad ke-14.

Stralsund juga merupakan pusat kota bersejarah yang berhasil mempertahankan tata letak abad pertengahan hampir sepenuhnya utuh. Arsitektur yang terjaga, termasuk banyak bangunan yang dimiliki perorangan dengan bentuk yang klasik.

Bangunan-bangunan Stralsund ini jelas mendokumentasikan arti politik dan kemakmuran yang luar biasa dari kota Baltic dalam waktu abad pertengahan.

Daya Tarik Warisan Budaya Dunia

Panorama Kota Stralsund nampak begitu indah dari kejauhan, dihiasi menara-menara gereja yang tinggi menjulang yang membuat terkesan. Menara yang tinggi merupakan lambang kebanggaan Hanseatic.

Tampak Depan Gereja St. Nikolai.

Arsitektur tembok bangunan yang terdapat di Stralsund dirancang artistik mencerminkan status seni. Menuju ke pusat kota (Altstadt), berdiri kokoh Gereja St. Nikolai yang tepat berada jantung kota merupakan landmark Stralsund paling terkenal. Gereja ini selain untuk tempat berdoa juga dimanfaatkan untuk pertemuan oleh warga.

Suasana dalam gereja sangat memukai mata wisatawan dengan arsitektur tempo dulu bernuansa brick gothic sebagai karya dari batu bata Jerman Utara. Sepanjang berjalan-jalan di tempat tersibuk di kota Stralsund ini, mata disuggughkan dengan pemandangan bangunan toko-toko yang bergaya klasik ala German.

Meskipun pemilik melakukan renovasi akan tetapi tetap menjaga agar arsitektur tidak terlalu modern.

Aktivitas Wisata Stralsund

Wisatawan yang berkunjung ke Stralsund didominasi wisatawan domestik yang berasal dari daerah Jerman lainnya. Sebagian besar wisatawan berkunjung ke Stralsund merupakan Senior Traveller yang datang dengan rombongan. Kebanyakan dari mereka datang untuk melihat bagunan dengan arsitektur kuno dan sebagian datang untuk menghabiskan waktu di pantai ataupun hanya singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke Rugen.

Apakah pariwisata di Stralsund berjalan mulus? Ternyata mereka juga mengalami permasalahan, cuaca atau seasonality. Kunjungan wisatawan ramai pada bulan Mei sampai dengan Agustus akan tetapi pada bulan berikutnya hampir tidak nampak wisatawan  terlebih saat musim dingin. Jika dibandingkan, Bali boleh merasa bersyukur karena tidak ada musim yang sangat ekstrem yang membuat wisatawan enggan untuk berkunjung.

Kecakapan pemerintah Stralsund dalam mengelola pariwisatanya terlihat nyata dengan adanya tourist information center yang sangat memadai. Tourist information center ini selain membantu wisatawan yang berkunjung, juga di menjual cinderamata khas Stralsund dan tempat pembelian tiket museum yang ada di Stralsund.

Suasana dalam eksibisi UNESCO World Herritage Sites Stralsund.

Terletak bersebelahan, terdapat kantor kecil yang merupakan ruangan eksebisi UNESCO World Heritage Site, pada umunya wisatawan yang datang ke Stralsund akan diajak oleh guidenya untuk masuk melihat-lihat di dalam gedung ini. Tidak dikenakan biaya masuk untuk melihat-lihat.

Pemerintah Jerman memang serius dalam mengelola warisan budaya ini terlihat dari penataannya.

Wisatawan yang masuk akan mengisi buku tamu dan berkeliling untuk melihat representasi model mini warisan budaya yang dimiliki Stralsund. Tersusun rak-rak kaca yang berisikan kerajinan khas Stralsund yaitu keramik dan rajutan.

Stralsund juga terkenal dengan penghasil kartu remi terbesar di Germany. Keberadaan ruangan eksebisi UNESCO World Herritage site ini tidak luas akan tetapi memberikan informasi tuntas sehingga wisatawan merasa puas (*).