Akademisi University of Kent Jajaki Kerja Sama Riset Pariwisata di Unud

IMG_4475

Akademisi dari University of Kent, Dr. Mark Hampton menerima kenang-kenangan berupa buku dari Ketua Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud, I Nyoman Darma Putra, dalam pertemuan 28 April 2016 di Universitas Udayana (Foto Fakultas Pariwisata Unud).

Akademisi bidang kajian pariwisata dari Inggris menjajaki kerja sama riset dan publikasi ke Universitas Udayana. Dalam kunjungannya ke Unud, Dr. Mark Hampton, Director Centre for Tourism in Islands and Coastal Areas, University of Kent, Inggris, diterima oleh Dekan Fakultas Pariwisata Unud I Made Sendra dan Ketua Prodi Kajian Pariwisata Pascasarjana Unud, I Nyoman Darma Putra.

Dalam pertemuan Kamis (28/4/2016) itu, Mark Hampton menyampaikan perkembangan kepariwisataan yang sangat pesat belakangan ini memberikan area penelitian yang sangat menarik, mulai dari hospitalitas, managemen destinasi, sampai soal lingkungan, politik, dan kekuasaan yang mempengaruhi industri pariwisata.

“Kalau kita bekerja sama, dengan cepat isu-isu yang berkembang bisa kita teliti, kaji, dan publikasikan sehingga bisa dibaca khalayak luas,” ujar Mark Hampton yang sudah melaksanakan riset kepariwisataan di Indonesia sejak akhir 1990-an. Belum lama ini, dia menulis artikel tentang Bali berjudul “Destination Competitiveness: Evidence from Bali”, dimuat di jurnal internasional Current Issues in Tourism, terbit online November 2015.

Mark berminat mengundang dosen Unud yang meneliti bidang kepariwisataan untuk datang ke Inggris untuk waktu dua-tiga minggu dengan target fokus menulis artikel untuk jurnal. Kerja sama riset dan publikasi bersama diandaikan sebagai low hanging fruits, buah menggantung rendah, yang gampang dipetik.

“Kerja sama kita harus kongkret, ditandai hasil yang nyata,” kata Mark, sambil menyinggung gaya ini lebih baik daripada melakukan kerja sama mulai dengan formalitas membuat nota kesepakatan atau MoU.

“Kalau kerja sama nyata kita sudah banyak, di sana MoU mudah dibuat, daripada ada MoU tetapi tidak ada realisasi,” katanya.

Dalam kunjungannnya kali ini, Mark juga memberikan seminar dengan makalah “Backpacker tourism and economic development”, diikuti mahasiswa dan dosen Fakultas Pariwisata dan peneliti lainnya.Mark sendiri awalnya datang ke Indonesia sebagai turis backpaker, sebuah pengalaman yang memperkaya risetnya.

Kini, katanya, istilah muncul istilah baru di sampingbackpaker yaitu flash packer, untuk menjelaskan turis yang datang dengan perlengkapan mewah seperti laptop, kamera, dan dalam perjalanannya juga melakukan aktivitas profesional atau bisnis.

Tahun depan Mark akan datang lagi dan bersedia memberikan seminar mengenai teknik penulisan artikel di jurnal internasional.

Kerja Sama

Pada pertemuan yang dihadiri ketua jurusan-ketua jurusan dari Fakultas Pariwisata, I Nyoman Darma Putra dari Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata menyampaikan sejumlah kerja sama yang dilaksanakan selama ini, seperti program gelar ganda (double dgeree) dengan universitas Sorbone dan Angers di Perancis.

“Selain bidang pendidikan, kami juga menggelar seminar internasional bersama, dan nanti ditingkatkan dengan riset kolaborasi,” ujar Darma Putra, yang telah melakukan riset dan publikasi bersama dengan beberapa sarjana internasional.

Darma menyambut baik tawaran kerja sama dari Kent University.

Dua buku pariwisata Bali dari Program Studi S-2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Dua buku tentang pariwisata Bali dari Program Studi S-2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana yang diterima oleh Dr. Mark Hampton.

Pada akhir pertemuan, Darma Putra menyerahkan kenang-kenangan kepada Dr Mark Hampton berupa dua buku yang diterbitkan Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud, yaitu buku Pariwisata Berbasis Masyarakat Model Bali (2015) yang disunting I Nyoman Darma Putra dan Recent Recent Development in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress (2015) disunting oleh I Nyoman Darma Putra dan Siobhan Campbell dari University of Sydney. (*)