Agrowisata yang Tawarkan Ciri Khas dari “Sustainable Tourism”

Oleh I Putu Sudhyana Mecha, Angkatan 2015

IMG_7170

Mahasiswa tekun mendengarkan penjelasan tentang jeruk di Bagus Agro (Foto Darma Putra)

Pada tanggal 28 Agustus 2015 lalu, tepatnya hari Jumat, saya bersama rombongan mahasiswa baru Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana (Unud) melakukan kunjungan lapangan ke Bagus Agrowisata, Plaga, Kabupaten Badung.

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian akhir dari kegiatan Matrikulasi, yang telah diselenggarakan sejak tanggal 24 Agustus kemarin. Tidak hanya rombongan mahasiswa baru, beberapa dosen beserta staf pegawai Magister Kajian Pariwisata juga turut serta dalam acara ini, ditambah dengan beberapa orang mahasiswa tingkat akhir.

Seluruh rombongan, baik mahasiswa, dosen, maupun pegawai berangkat bersama-sama dari Kampus Pascasarjana Unud pada pukul 08.00 dengan menggunakan bus. Ada total 3 bus yang digunakan dalam kunjungan kali ini.

Perjalanan darat nan singkat ini menempuh waktu kurang lebih 90 menit. Benar saja, ternyata tepat pukul 09.30 kita semua telah sampai di Bagus Agrowisata.

Disambut “Welcome Drink”

Tidak lama berselang, kita semua memasuki areal Bagus Agrowisata dan langsung disambut dengan welcome drink. Rasa haus yang sedari tadi mengganggu kerongkongan langsung lenyap begitu saja. Minuman ini rasanya seperti campuran buah tomat, strawberry, dan jambu, mirip seperti mixed juice, tetapi jauh lebih enak dan manisnya pas.

Setelah puas menikmati mixed juice yang super enak ini, kita semua di-briefing sejenak oleh pemilik Bagus Agrowisata, Bapak Bagus Sudibya. Seluruh rombongan diperkenankan untuk berkeliling dan melihat-lihat apa saja yang terdapat dalam areal Bagus Agrowisata.

Saya bersama rekan-rekan mahasiswa mulai berkeliling, didampingi oleh seorang pemandu yang tentunya mengerti seluk beluk areal ini.

Tahap Pembangunan

Hal pertama yang terbersit di benak saya ketika melihat areal agrowisata ini adalah bahwa areal ini sedang dalam tahap pembangunan, atau dalam bahasa Inggrisnya under construction. Ada beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang masih berlangsung, seperti pembangunan jalan setapak dan villa.

Terlepas dari belum selesainya beberapa infrastruktur yang ada, saya menyoroti bahwa tempat ini merupakan tempat yang sangat menjanjikan, baik dari sisi eksternal maupun internalnya. Dari sisi eksternalnya, pihak yang terlibat adalah pihak-pihak yang datang dari luar agrowisata, seperti wisatawan nusantara maupun asing.

Dari sisi internalnya, pihak yang terlibat adalah pihak-pihak yang berkontribusi terhadap pembangunan

dan perkembangan seluruh areal ini, seperti pemilik, pengelola, pegawai, serta tidak lupa juga, para petaninya.

Pemandangan nan Asri

Wisatawan yang datang akan disuguhkan dengan pemandangan alam nan asri di sepanjang areal ini. Banyak tumbuh-tumbuhan yang ditanam disini, baik tumbuhan lokal maupun global, seperti brokoli, tomat, wortel, kol, asparagus, dll.

Selain itu, areal ini juga dilengkapi dengan fasilitas camping ground, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin ber-outbound ataupun ber-barbecue ria. Kita tinggal berjalan menyusuri jalan setapak yang nantinya akan mengantarkan kita menuju villa, camping ground ataupun apabila kita hanya sekedar ingin menikmati pemandangan perkebunan agrowisata ini. Sungguh tempat yang sangat cocok didatangi bagi para wisatawan yang bosan dengan hingar bingar kota dan ingin merasakan sejuk serta damainya alam disini.

Ciri Khas “Sustainable Tourism”

Petani yang hidup dari kegiatan bercocok tanam di areal ini berjumlah kurang lebih sekitar 40 orang. Apabila ditotal dengan jumlah pegawai yang ada, makanya jumlahnya menjadi lebih dari 100 orang. Jumlah yang saya kira cukup sebagai penggerak kegiatan pariwisata di dalamnya.

Dengan konsep yang ramah lingkungan seperti ini, saya kira Bagus Agrowisata telah mampu menawarkan perbedaan yang menjadi ciri khas dari sustainable tourism, di mana hubungan antara manusia dan alam merupakan branding yang menjanjikan.

 -Mahasiswa Angkatan 2015, email: mechaputu@gmail.com