Monthly Archives: May 2015

Perkembangan Pariwisata Bali Hasil Berlanjut Kolaborasi Internal dan Eksternal

Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata, Prof I Nyoman Darma Putra diundang memberikan kuliah umum di STP Nusa Dua, Kamis, 7 Mei 2015.

Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud, Prof I Nyoman Darma Putra (kanan) saat memberikan kuliah umum di STP Nusa Dua, Kamis, 7 Mei 2015 (Foto Santi Diwyarthi).

Perkembangan pariwisata Bali dalam seratus tahun terakhir adalah hasil kolaborasi antara kekuatan internal dan eksternal.

Demikian disampaikan oleh Kepala Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud, Prof. I Nyoman Darma putra dalam kuliah umum di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Kamis, 7 Mei.

Prof. I Gde Pitana Beri Kuliah Umum di S-2 Kajian Pariwisata

Prof. Dr. I Gde Pitana,M.Sc. (tengah, melipat tangan) berfoto bersama mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud usai kuliah umum, Kamis, 7 Mei 2015.

Prof. Dr. I Gde Pitana,M.Sc. (tengah, melipat tangan) berfoto bersama mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud usai kuliah umum, Kamis, 7 Mei 2015.

Kepala Badan Sumber Daya Pariwisata Kementerian Pariwisata Indonesia, Prof. Dr. I Gde Pitana,M.Sc., memberikan kuliah umum kepada mahasiswa S-2 Kajian Pariwisata Unud, Kamis, 7 Mei 2015, di kampus setempat. Saat memberikan kuliah umum, Prof. Pitana didampingi oleh Ketua Prodi Kajian Pariwisata, Prof. I Nyoman Darma Putra.

Dalam ceramahnya, Prof. Pitana menyampaikan bahwa pasar utama pariwisata Indonesia kebanyakan berasal dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang.

Peluang Bali Membuka Pintu “Medical Tourism”

Diah Sastrai (paling kanan) sebagai moderator dengan trio pemakalah di sebelahnya adalah Putu Devi Rosalina,  I Wayan Suteja, dan Gde Bagus Brahma Putra (Foto Ary Bestari).

Diah Sastri (paling kanan) sebagai moderator dengan trio pemakalah di sebelahnya adalah Putu Devi Rosalina, I Wayan Suteja, dan Gde Bagus Brahma Putra (Foto Ary Bestari).

Pariwisata medis (medical tourism) dapat memperkuat pariwisata budaya karena Bali memiliki banyak kearifan lokal di bidang pengobatan seperti yang bersumber dari ilmu pengobatan purba ayurwedic. Peluang Bali dalam wisata medis bisa dikembangkan mengikuti health tourism seperti spa dan kebugaran yang populer di Bali.

Demikian antara lain terungkap dalam seminar “Membuka Pintu Pengembangan Medical Tourism di Bali”, yang dilaksanakan Prodi S-2 Kajian Pariwisata Universitas Udayana, di aula Pascasarjana, Selasa, 5/5/2015.